Hati Tak Bernyawa

Hati Tak Bernyawa
Mengenang luka


__ADS_3

Setiap orang pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. karena pada dasarnya kita para manusia memiliki hati dan perasaan. tapi tak banyak orang yang tahu magna dari jatuh cinta itu apa. karena pada kenyataannya Cinta adalah satu-satunya rasa yang sulit untuk di definisikan melalui kata semuanya mengalir begitu saja tanpa adanya alasan yang jelas.


Ya begitulah cinta selalu datang tanpa di minta, rasanya membuat kita dilema bereffek serba salah dan bingung pasalnya perkara hati tidak pernah bisa di atur.


Malam ini langit begitu indah sebab jutaan bintang bertaburan di atas sana, di tambah pantulan cahaya bulan purnama langit terlihat cantik namun berbeda dengan gadis cantik yang sekarang terlihat sedang bingung entah apa yang di pikirikan olehnya sebab sedari tadi dia hanya melamun sambil memejamkan matanya.


"Hm tuhan bila akan berakhir sama jangan membuatku terlalu jauh mengaguminya sebab aku takut terluka lagi" ucapnya pelan dengan setia memejamkan matanya.


Pasalnya yang saat ini ada di pikirannya adalah dia takut jatuh cinta dengan cinta yang salah, sebab dia takut luka lama terulang kembali.


Dia enggan mengulang kembali masa itu, masa dimana dia merasa sangat terpuruk sebab harus menerima pengkhianatan dari pacar dan sahabatnya secara bersamaan. dan itu sangat menyakitkan, hingga akhirnya membuat dia sulit percaya dan membuka hatinya lagi.


Flashback On


"Sayang aku bawain kamu sarapan loh" ucap Jhika pada seorang laki-laki yang saat ini di hadapannya.


"makasih ya sayang" jawabannya sambil tersenyum manis ke arah Jhika.


"Ayo di makan, apa perlu aku suapin" tanya Jhika dengan tersenyum.


"Ga usah biar aku makan sendiri aja" Ucapnya sambil membuka Tupperware makanan itu.


Ketika keduanya sedang asik mengobrol tiba-tiba datang seorang perempuan yang tidak lain adalah Beanca salah satu sahabatnya Jhika tapi beda kelas dengan Jhika.


"Jhika, Hi Ka Satria" sapanya pada Jhika dan satria sambil mendudukan bokongnya bersebelahan dengan Jhika.


"Hi juga be" jawab Jhika dengan tersenyum ramah. Berbeda dengan satria yang sedari tadi hanya diam tanpa membalas sapaan dari Beanca.


"Gue ganggu kalian ya?" tanya pada Jhika dan satria.


"Engga ko, oh iya gue mau ke toilet bentar, sayang aku ke toilet dulu ya sebentar" Ucap pada Satria dan Beanca.


"Iya" jawab satria dengan tersenyum manis pada Jhika.


Sedangkan Beanca tidak berkomentar apapun, dia hanya melihat ke arah Jhika dengan senyum masam, namun Jhika tidak menyadari itu. Setelah Jhika sudah tidak terlihat Beanca langsung menatap ke arah Satria sembari tersenyum manis, namun Satria hanya acuh tak acuh melihatnya.

__ADS_1


"Sayang ko aku di cuekin" Ucapnya dengan suara manja.


"Be bisa jaga sikap ga" balas satria dengan wajah dinginnya.


"Kamu tuh mulai ga adil tau ga, kamu udah ga pernah datang ke rumah aku, terus chat aku ga pernah di bales, akutu kangen sama kamu" Ucap Beanca sambil menggenggam kedua tangan satria.


"Be bisa di pelanin sedikit suaranya kalo ada orang yang denger gimana, jangan buat orang-orang curiga sama kita, aku gamau Jhika tau soal ini" Balas satria sambil melepaskan genggaman tangannya.


Pasalnya satria memang berselingkuh dari Jhika dengan alasan Jhika terlalu plat dan tidak bisa bersikap manja seperti Beanca. Jhika terlalu mandiri dan serba bisa selain itu Jhika jarang sekali mau di ajak keluar rumah lantaran larangan dari sang kakak Dimas. Sedangkan Dimas yang melarang adiknya keluar rumah bersama satria bukan tanpa alasan yang tidak jelas, Dimas tau kebejatan Satria, Dimas tidak mau adiknya jadi korban kebejatan dari Satria.


"Aku gamau tau malam ini aku tunggu kamu di tempat biasa, kalo kamu ga datang liat aja" ucapnya pada Satria dengan berlalu pergi meninggalkan satria dengan perasaan kesal


Sedangkan satria merasa jengah dengan Beanca yang semakin hari semakin banyak menuntut padanya dan dia akhirnya membuat dia bertekad untuk mengakhiri hubungannya dengan Beanca malam ini juga.


"Aku tunggu malam ini juga di tempat biasa, maksudnya apa coba gue harus selidikin ini" ucap Jhika yang tak sengaja mendengar ucapan terakhir dari Beanca sebelum berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


"Sayang makanya udah belum" tanya Jhika pada Satria dengan wajah sumringahnya.


"Udah ko sayang, masakan kamu enak" seru Satria sambil tersenyum pada Jhika.


"Mm kayanya ga bisa deh, aku ada janji anterin mama aku ke rumah sakit" Balas satria dengan cepat.


"Oh yaudah deh aku nanti minta di anterin Bang Dimas aja" ucap Jhika masih dengan tersenyum supaya satria tidak curiga.


"Iya maaf ya sayang, soalnya entar malem jadwal check up mama" Ucapnya dengan menunjukkan muka bersalahnya.


"Iya aku ngerti ko gapapa" balas Jhika dengan suara lembutnya.


"kita liat kamu beneran nganter mama apa nemuin Beanca" ucap Jhika dalam hati.


Malam harinya Jhika sudah rapi dan wangi, malam ini dia tidak sendirian dia meminta Cakra untuk menemaninya pergi sebab bila pergi sendiri tak di izinkan oleh sang kakak, Dimas hanya takut diam-diam Jhika bertemu dengan satria di belakangnya tanpa sepengetahuan dia sedangkan jhika dia tak mau ambil pusing akhirnya mengajak Cakra walaupun harus berdebat dulu tapi akhirnya Cakra menuruti permintaan Jhika.


"Ck ngapain sih kita ngikutin dia ga penting banget deh" Ucap Cakra sambil berdecak sebal.


"Aelah ga ikhlas banget sih nolong gue" Balas Jhika dengan sinis.

__ADS_1


"Kalo kita ketaun Bang Dim bisa-bisa kita di marahin jhik" Ucap Cakra dengan wajah tak kalah sinis.


"Kalo lu ga ngomong kita ga bakal ketaun cak, udah mending lu ga usah banyak omong, nih mobil satria udah keluar ikutin sekarang juga tapi inget jaga jarak" Balas Jhika sambil menunjukan ke arah luar.


"Iya-iya cerewet banget sih" balas Cakra dengan wajah cemberutnya.


Cakra mulai menancapkan gasnya mengikuti mobil satria dengan sang hati-hati, sebenarnya Cakra juga penasaran untuk apa Jhika mengikuti satria secara diam-diam banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan tapi dia lebih memilih diam di bandingkan bertanya sebab nanti juga dia akan tahu sendiri maksud dari semuanya.


Sudah setengah jam mereka mengikuti satria tapi belum juga sampai pada tempat tujuannya namun setelah beberapa menit kemudian Satria mengambil arah kiri dan masuk kedalam gerbang di sana banyak Mobil berjejeran satria memalkirkan mobilnya begitu juga dengan Cakra yang sama-sama memalkirkan mobilnya dengan jarak yang tidak jauh dan tidak dekat juga dengan mobil satria.


"Satria ngapain kesini, katanya mau ke rumah sakit, lagian ini tempat apa sih Cak" Tanyanya pada Cakra dengan wajah penasarannya.


"Ya mana gue tau si satria mau ngapain kemari" ucap Cakra sambil melihat plang di atas bangunan yang sekarang ada di depan mereka.


"Ini kan club malem jhik" ucap Cakra sambil melirik ke arah Jhika, sedangkan Jhika sudah terlihat resah hati dan pikirannya tak karuan.


"Cak ayo turun Satria udah masuk tuh" ucap Jhika pada Cakra.


"Lu yakin?" tanya Cakra.


"Ya masa kita balik lagi, kita udah terlanjur kalo ga di lanjutin gue penasaran" bals Jhika dengan wajah kesalnya.


Cakra juga penasaran sebenarnya apa yang di lakukan satria di dalam sana, kalo hanya mabuk-mabukan dan senang-senang sudah jelas dan siapa tau ini juga bisa membuat Jhika sadar bahwa satria bukan pria baik untuknya.


"Oke deh sebelum kedalam gue mau lu pake Hoodie gue, gue gamau lekuk tubuh lu di liat cowok-cowok bajiangan di dalam sana" ucap Cakra sambil melepas Hoodie nya,


Jhika memang tidak memakai baju terbuka hanya memakai baju pas body dan Cakra sama sekali tidak terima bila di dalam sana Jhika jadi tatapan pria-pria kurang ajar.


"iya" balas Jhika sambil memakai Hoodie Cakra.


Setelah itu mereka keluar dari mobil dan masuk ke dalam, suasana di dalam sangat Ramai dentuman musik membuat Jhika merasa penging, di tambah bau alkohol yang menyengat membuat Jhika tidak betah berlama-lama di tempat itu, banyak wanita yang memakai pakaian mini dan terbuka memamerkan bentuk tubuhnya. matanya melihat ke sekeliling tempat itu sampai matanya berhenti menangkap sosok orang yang dia cari sedang bertukar Saliva dengan seorang wanita yang sangat dia kenali, keduanya begitu sangat menikmati ciuman panas itu namun seketika berhenti dan berjalan ke arah belakang, Jhika langsung mengikutinya sedangkan Cakra yang belum sadar melihat Jhika pergi begitu saja langsung mengejarnya dia takut Jhika hilang.


Jhika terus berjalan mengikuti arah Satria dan Beanca sampai akhirnya berhenti di depan lorong yang gelap Jhika menyaksikan mereka berciuman kembali dengan hati yang sangat hancur tapi dia memilih diam terlebih dahulu.


"Jhik lu ngapppppp" belum sempat berbicara mulut Cakra sudah di bekap oleh tangan Jhika sambil menunjukan ke arah Satria dan Beanca, Cakra pun terkejut dengan saat melihat keduanya yang tengah asik berciuman.

__ADS_1


Hii serius banget nanti aku lanjut di bab berikutnya ya soalnya ini aga sedikit panjang hehe aku juga ga lama ko up bab berikutnya tunggu ya gaes :) salam dari aku yang imut


__ADS_2