
#Aku pernah merasakan patah karena terlalu memberikan kepercayaan Dan aku pernah merasakan hancur karena terlalu tulus mencintai#
y.al_29
Sore tadi jhika benar-benar tertidur pulas sampai petang, kalau sang ibu tidak membangunkan nya mungkin dia masih ada dalam mimpinya. Dan sekarang jhika sedang menikmati makan malamnya lengkap bersama keluarganya, mereka menikmati makan malah dengan khidmat, setelah selesai makan malam jhika dan keluarga tak langsung naik ke atas kamarnya masing-masing, mereka memilih untuk duduk di ruang tamu dan itu sudah jadi rutinitas keluarga jhika.
"Gimana sekolah pertama kamu de, ka? tanya seorang pria paru baya yang tak lain adalah ayah jhika.
"Baik yah" jawab jhika dan Arya bersamaan.
"Iyah syukur, kalian harus giat belajar, apalagi kamu Arya yang sudah kelas 3 SMP" ucap ayah yang mengingatkan anak-anaknya
"Iyah yah" jawab Arya dengan singkat.
"kamu juga dim gimana sama kuliah mu?" tanya ayah kepada Dimas.
"Aman yah, tenang aja yah jangan khawatir" ucap Dimas pada ayahnya.
Malam itu mereka berbincang dan bergurau cukup lama, setelah satu jam berlalu semuanya memutuskan untuk pergi ke kamar masing-masing dan beristirahat karena hari sudah semakin larut jhika memutuskan untuk tidur.
°°°
Semalam jhika tidur dengan pulas dan sekarang di pagi hari yang cerah ini jhika kembali di sibukan dengan aktivitasnya, jhika bersiap untuk ke sekolah setelah dia siap dia turun ke bawah untuk sarapan pagi dan di sana sudah ada kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya.
"Tumben ga kesiangan" Tanya Arya pada sang Kakak yang baru tiba di meja makan.
__ADS_1
"Pasang Alarm dari jam 4" ucap jhika dengan singkat.
"Kamu bangun jam 4 de?" tanya Dimas yang kaget mendengar ucapan adiknya, karena itu adalah lah langka menurutnya.
"ya engga lah aku pasang alarm dua kali, pertama jam 4 Kedua Jam 5, terus aku bangunnya jam 5.30" ucap jhika panjang lebar pada sang kakak.
"Yeh kirain kakak kamu bangun pagi, tapi emang ga mungkin juga sih kamu bangun pagi.
"Kalian lagi bahas apa sih? mending kalian sarapan, nanti telat lagi datang ke sekolah" ucap sang ibu yang mengingatkan ketiga anaknya.
"Iya bu.." jawab mereka bersamaan, dan seketika meja makanpun menjadi hening hanya ada suara denting sendok dan garpu.
Setelah selesai makan jhika dan kedua saudaranya langsung berpamitan kepada kedua orang tuanya pergi ke sekolah mereka masing-masing. Seperti biasa jhika ke sekolah menggunakan sepeda motornya, di sepanjang jalan dia mengendarai motor sambil bersenandung sampai dia tidak sadar bahwa motornya sudah memasuki area sekolah.
"Ga sadar gue, udah nyampe aja" gumamnya.
"Lepas" ucapnya dengan suara bernada berat.
"Aku pengen ngomong sama kamu sebentar aja" ucap orang tersebut dengan pelan.
"Ga ada yang perlu kita omongin lagi" jawab jhika masih dengan suara yang sama.
"Aku mohon sebentar aja, aku cuma mau bahas masalah kita" ucap orang tersebut yang semakin memaksa dan membuat jhika naik pitam seketika.
"Masalah kita udah selesai, dan ga ada lagi kata KITA di antara aku dan kamu" jawab jhika dengan penuh penekanan karena sudah mulai kesal.
__ADS_1
"Tap..." belum selesai orang tersebut berbicara sudah dulu di potong oleh jhika dengan penuh emosi jhika membentak orang tersebut dengan nada tinggi.
"Ka satria..." ya orang itu adalah satria mantan pacarnya yang telah berkhianat, dan lebih parahnya dia selingkuh dengan sahabatnya sendiri ralat bukan sahabat lebih tepatnya mengaku-ngaku sebagai sahabat.
"Aku mohon lepasin tangan aku, dan jangan pernah maksa aku, karena aku ga suka di paksa" ucap jhika dengan nada sedikit melunak, dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman satria.
"Maaf kalo aku selalu nyakitin kamu" ucap satria dengan wajah sendu dan langsung melepaskan genggaman tangannya. "Tapi aku mohon aku pengen bicara sama kamu, sebentar aja" lanjutnya kembali.
"Aku duluan permisi" ucap jhika dan berlalu pergi meninggalkan satria, namun satria tak mau menyerah begitu saja dia mengikuti jhika dan terus menerus memanggil namanya kejadian itupun menjadi pusat perhatian dan perbincangan siswa-siswi SMAGARD.
Satria masih setia mengikuti jhika meskipun keberadaannya tidak di hiraukan oleh jhika sampai langkah jhika terhenti tepat di pinggir seorang pria dan satria pun ikut menghentikan langkah kakinya.
"Al gimana lu udah obatin luka lu kan?" tanya jhika secara tiba-tiba dan membuat Al kaget, namun dia masih bisa menutupi rasa kagetnya.
"Udah" jawabnya singkat, padat, dan jelas.
"Oh iya syukur dong, eh kelas kita kan searah bareng yuk" ucap jhika yang langsung menarik tangan Al dan membuat Al bingung, namun sebelum mereka berjalan tiba-tiba tangan kiri jhika kembali di tarik oleh satria.
"Ka apaan sih" ucap jhika dengan kesal.
"Kamu yang kenapa jhik, aku cuma mau ngomong sama kamu, tapi kamu malah cuekin aku dan milih pergi sama dia" ucap satria dengan tatapan tajamnya yang menyorot pada Al.
"Aku udah bilang ga mau ngomong sama kakak, dan aku ga suka di paksa kaya gini" ucap jhika pada satria. "Jadi aku mohon lepasin tangan aku" lanjutnya dengan wajah yang seolah-olah memohon.
Al yang sudah mulai faham dengan keadaan tersebut langsung melepaskan genggaman tangan jhika darinya, jhika berfikir bahwa Al akan pergi meninggalkannya dengan satria, namun tanpa di sangka-sangka dia malah berjalan ke arah satria dan melepaskan genggaman tangan satria dari tangan jhika.
__ADS_1
"Maaf, permisi kita duluan" ucap Al pada satria dan langsung menggenggam tangan jhika dan langsung berlalu pergi dari tempat itu, hal itupun langsung membuat satria emosi dan kesal.