
Malam ini seperti biasa Jhika dan keluarganya duduk di meja makan untuk melakukan rutinitas makan malam bersama semua tampak terlihat tenang sampe akhirnya Mila ibu dari Jhika mulai bersuara.
"Oh iya ka, tadi ko kamu pulang ga bawa motor" serunya pada Jhika.
"Motor Jhika bocor Bu di bawa ke bengkel deh" jawab Jhika dengan suara lembutnya sambil memasukkan makanan ke mulutnya.
"Terus kamu pulang sama siapa?" Tanya Damar sang ayah.
"Sama temen Jhika yah" jawabnya singkat.
"Paling Salsa sama Cindy" ucap Dimas yang ikut menimpali.
"Emang bener ka" tanya sang ibu tercinta.
Namun belum sempat Jhika menjawab dari arah belakang ada yang menimpalinya bukan Dimas juga bukan Arya.
"Bukan Bu cowok yang anterin" ucap Cakra yang tiba-tiba muncul dan perkataan nya membuat semua orang yang ada di meja makan langsung menatap Jhika.
"Siapa? Satria?" tanya Dimas sang kakak dengan wajah yang mendadak dingin.
"Bukan Bang" jawab Jhika yang tidak berani menatap netra mata Abangnya "Lagian gue heran deh lu ngapain kemari sih cak lontong ganggu aja, mana ngagetin ga pake salam" lanjutnya dengan sinis ke pada Cakra seakan-akan matanya berbicara "Tanggung jawab Lo"
"Apaan sih orang gue kesini mau nganterin puding di suruh mama gue" ucap Cakra dengan perlahan mendekati meja makan tersebut. "Oh iya assalamualaikum Ibu Ayah, Bang Dim" lanjutnya dengan ramah.
"Hilih alesan" celetuk Jhika sekenanya.
"Jhika ga boleh gitu, sini Cakra duduk sekalian makan" ucap Mila Dengan lembut.
"Makasih bu tapi Cakra udah makan tadi, oh iya ini ada puding dari mama Bu" ucap Cakra sambil tersenyum ramah.
"oh iya taro aja di situ, bilang sama Lisa makasih ya" ucap Mila dengan senyum sumringahnya.
"iya Bu nanti Cakra sampein, yaudah Cakra pamit ya Bu" ucap Cakra sambil membalikkan badannya namun belum sempat berbalik sudah di tahan terlebih dahulu oleh suara damar.
"Papa kamu ada cak? tanya Damar pada Cakra.
"Ada yah di rumah" jawab Cakra yang kembali memutar badannya.
__ADS_1
"Oh iya, bilang sama papa kamu nanti ayah kasana biasa mau ngomongin masalah kerjaan. ucap damar dengan gamblang dan jelas.
"Iyah yah nanti Cakra sampein, ada pesen lagi ga yah" Tanyanya pada damar, tapi belum sempat damar berkata sudah di potong oleh Dimas.
"Cak ayo Mabar abis ini" ucapnya dengan sangat antusias.
"iya bang nanti gue kemari lagi handphone gue di rumah" jawabnya Cakra.
"yaudah buru gue tunggu" ucap Dimas
"Sippp, yaudah Cakra pamit ya Bu, Yah" ucap Cakra sambil berlalu pergi dari rumah Jhika.
Keluarga Cakra dan keluarga Jhika memang sangat dekat selain urusan bisnis dan bertetangga orang tua Jhika dan Cakra sudah bersahabat dari masa sekolah, jadi tak heran jika Cakra memanggil orang tua Jhika dengan panggilan ayah dan ibu mengikuti Jhika, Dimas, dan Arya begitupun sebaliknya, Jhika, Dimas dan Arya juga memanggil orang tua Cakra dengan panggilan papa, mama. Cakra anak tunggal dari pasangan Rian dan Lisa dan tidak memiliki Kakak atau adik.
Setelah makan malam bersama selesai semuanya memutuskan untuk kembali ke aktivitas masing-masing, seperti ayah Jhika yang sudah ada janji dengan papa Cakra dan ibu Jhika yang mumtuskan untuk pergi ke kamar, sedangkan Dimas, Arya menunggu kehadiran Cakra untuk bermain games, Jhika sendiri memilih untuk pergi ke kamarnya.
Saat berada di dalam kamar Jhika Melihat pesan masuk di handphone nya dengan nomor tak di kenal.
"Siapa nih" Dengan rasa penasaran dia membuka isi pesan tersebut.
"Hmm gue bales apayaa?" ucapnya sambil berfikir.
"Oke makasih ya Al 🙂" balas Jhika sambil memberi emoticon smile.
"Berlebihan ga ya gue ngasih emoticon smile kaya gitu" ucap Jhika sambil bermonolog sendiri dan membayangkan ekspresi Al.
"Hmm gue heran deh ko ada ya orang sedingin dia, tapi kalo di pikir-pikir dia ganteng juga ya" sambil tersenyum dan membayangkan wajah Al dan tanpa sadar dia sudah terperangkap dengan pesona Al Fahri Pratama.
"Gue mikir apasih" ucapnya dengan wajah yang sudah memerah. "Mending gue nonton drakor, eh tapi ngomong-ngomong laptop gue dimana ya" lanjutnya sambil mencari laptopnya.
Jhika terus mencari laptopnya yang entah Dimana sampai dia sadar jika laptopnya di pinjam oleh Abangnya Dimas, dia memutuskan pergi ke kamar Dimas untuk mengambil laptopnya, setelah sampai di depan pintu kamar Dimas Jhika mengetuk pintu tersebut dengan pelan sambil memanggil-manggil nama Abangnya.
"Tok..tok.. Bang Dim.. Bang Dim" Ucap Jhika dengan suara cemprengnya.
Kemudian pintu di buka manampkan seseorang tapi bukan Dimas melainkan Cakra.
"Ngapain lu, mau ketemu gue ya" tanya Cakra dengan tersenyum percaya diri.
__ADS_1
"Idiihhh pede banget lu gue mau ngambil laptop gue kali, awas minggir" jawab Jhika sambil mendorong Cakra dan menerobos masuk ke dalam kamar Dimas.
"Eytttt santai dong" Ucap Cakra sambil menarik ujung baju Jhika sehingga menyebabkan Jhika sulit melangkah.
"Ih Cakra apaan sih lepas ga?" kesal Jhika pada Cakra, sedangkan Cakra malah semakin giat untuk meledek Jhika.
"Ih kalian ngapain ribut di kamar gue" ucap Dimas pada mereka berdua yang baru saja keluar dari arah kamar mandi.
"Ini Nih Bang liat, kelakuan si Cakrawala. Masa baju aku di tarik kaya gini emang aku kucing apa" ucap Jhika dengan wajah kesalnya.
"Lagian lu seenaknya dorong-dorong Gue emangnya gue apaan coba" jawab Cakra yang tak mau kalah dengan Jhika.
"Pusing gue kalo lu berdua udah ketemu" ucap Dimas dengan memegang keningnya." lagian kamu mau apasih De?" tanyanya pada Jhika sehingga membuat jhika tersadar tujuan awalnya datang kemari adalah mengambil laptopnya.
"Oh iya laptop aku mana bang?" Tanyanya pada Dimas.
"Oh laptop itu di meja belajar Abang, ambil aja makasih ya" Ucap pada Jhika.
"Iya bang sama-sama, awas lepas baju gue" ucap Jhika pada Cakra sambil melepaskan tangan Cakra di bajunya.
Setelah itu dia lebih memilih pergi keluar dari kamar Dimas dan kembali ke kamarnya.
"Lu gamau ungkapin perasaan lu sama Ade gue gitu cak" tanya Dimas pada Cakra, pasalnya Dimas tau betul bahwa Cakra menyukai adiknya dari mereka masih kecil namun karena Jhika termasuk perempuan yang tidak peka makanya dia hanya menggap Cakra sahabat nya selain itu Cakra juga takut itu mempengaruhi persahabatannya dengan Jhika jadi Cakra lebih memilih diam.
"Apaain sih bang, udahlah ayo katanya kita mau Mabar" ucap Cakra yang berusaha mengalihkan pembicaraan Dimas.
"Oh iya, sebelum Mabar gue mau tanya sama lu, tadi kata lu adik gue pulang sama cowok siapa?" tanya Dimas dengan penuh seledik.
"Oh itu gue gatau yang jelas bukan satria, juga bukan salsa sama Cindy" jawab Cakra Santai.
"Bagus lah kalo bukan si kutu kupret itu" ucap Dimas dengan wajah leganya karena pada kenyataannya dimas sangat membenci satria karena kejadian dia nyelingkuhin Jhika, Jhika sempet sakit dan berubah menjadi sosok pendiam.
Tapi itu dulu awal-awal Jhika dan satria resmi putus sekarang Jhika sudah balik lagi ke sikap aslinya yang ceria, usil dan juga riang.
Jika Dimas dan Cakra bermain game sambil menggosipkan Jhika, maka Jhika lebih memilih menonton drama Korea dan menunggu balasan chat dari dari Al.
di lain tempat seorang pria muda mendapatkan pesan dari seorang gadis hanya membuka dan tersenyum manis tanpa membalas pesan masuk dari Jhika.
__ADS_1