
Malam ini Jhika benar-benar seperti anak kecil, pasalnya dia lari kesana-kemari sambil menarik tangan Al, sedangkan Al yang di perlukan seperti itu tidak marah atau kesal, justru dia terlihat senang karena merasa Jhika sangat menggemaskan Dimatanya.
walaupun di awal Jhika sempat canggung tapi sekarang dia mulai terbiasa dengan kehadiran Al. Saat ini mereka berdua ada di tempat permainan panah-panahan pasalnya Jhika memaksa Al untuk mengikuti permainan tersebut karena ingin mendapatkan hadiahnya yang berupa boneka Doraemon sebab meskipun dia tomboy dia sangat menyukai karakter Doraemon.
"Al pokoknya lu harus menang ah" Ucap Jhika dengan wajah sumringahnya.
"Yah ga janji juga" balas Al dengan wajah datarnya.
"Ahh gamua ah pokoknya harus" rengekan Jhika persis seperti anak kecil, dan itu semakin membuat Al gemas.
"Hh Dasar bocil" ucap Al sambil mengusap kepala Jhika.
"ih rambut gue berantakan, lu yang bocil bukan gue, lu kan adik kelas gue" jawab Jhika dengan ketus.
"Hahaha" tawa Al meledak, pasalnya dia tidak bisa menahan tawanya lagi.
"Udah buruan Sono main" Ucap Jhika sambil mendorong dorong Al untuk bermain panahan tersebut.
"iya-iya gue main" balas Al pada Jhika.
Al langsung menghampiri penjaga permainan tersebut dan langsung mengambil anak panah untuk membidik. Al mulai memposisikan diri dengan cara fokus pada objek yang akan di bidiknya.
"Ayo Al semangat" teriaknya Jhika dengan lantang.
"Berisik" singkat Al pada Jhika.
Al mulai melepaskan anak panah tersebut namun sayang bidikannya melesat begitu saja, Al mulai lagi dengan lebih memfokuskan pandangannya dan bidikan keduanya melesat lagi, ketiga, keempat dan seterusnya bidikan Al selalu melesat. dan itu wajah Jhika yang semula sumringah sekarang menjadi lesu, dan ketika panah terakhir akan di lepaskan tiba-tiba Jhika menarik busur panah tersebut dari tangan Al seketika membuat Al menoleh kearah Jhika dengan mengangkat satu alisnya.
"Kenapa?" tanya Al dengan heran.
"Gue aja deh" ucap Jhika yang di beri kekeuhan oleh Al.
"Emang lu bisa" tanya Al sambil terkekeh kecil.
"lu nonton aja di sini" Balas Jhika sambil menggeser Al ke sebelah kanannya.
Jhika mulai memposisikan diri, dia mulai memarik busur panah dan memfokuskan bidikannya dan saat sudah di rasa pas Jhika langsung melepaskan anak panahnya.
__ADS_1
"1,2,3 jus" Ucap Jhika dengan girang.
Sebab anak panahnya berhasil membidik objek dengan tepat, Jhika memang punya beberapa keahlian yang orang lain tidak tahu, selain jago bela diri dan basket keahliannya juga memanah, panjat tebing, berkuda, dan masih banyak lagi, berbeda dengan Jhika yang masih kegirangan karena berhasil mendapatkan boneka Doraemon Al tampak mematung dan matanya memperhatikan Jhika secara menyeluruh, dia heran mengapa Jhika terlihat seperti biasa saja,. dan yang membuatnya aneh lagi adalah jika dia bisa melakukannya sendiri mengapa harus memaksa yang notabenenya memiliki mata minus dia merasa di tipu sekaligus bertambah kagum dengan Jhika.
"Kalo lu bisa main panah-panahan ini kenapa lu nyuruh gue?" tanya Al dengan wajah datarnya.
"Hehe biar sama kaya cewek yang lain aja, cuma nyemangtin terus cowoknya yang main" Ucap Jhika yang tanpa sadar secara tidak langsung menganggap Al adalah cowoknya.
"Gimana-gimana" tanya Al lagi dengan wajah yang mulai menampilkan senyuman, pasalnya dia sadar apa yang di ucapkan Jhika barusan.
"itu loh biar sama kaya yang lain cowok nya yang main ceweknya yang......Eh maksudnya tuh gini gimana ya?" Balas Jhika yang mengulang perkataannya namun belum sempat selesai dia sudah sadar dengan ucapannya, seketika wajahnya memerah lantaran menahan malu.
"Jadi gue cowok lu" tanya Al dengan tersenyum manis ke arah Jhika.
"Engga,. Bukan, ga gitu Al gini jadi gimana sih" balas Jhika dengan cepat dan gugup.
"Hahaha lucu banget muka lu" ucap Al sambil tertawa, sedangkan Jhika merasa malu dan lebih menundukkan kepalanya sambil memainkan kakinya agar tidak terlalu terlihat gugup di mata Al, padahal Al sudah tau bila Jhika sedang salah tingkah di hadapannya dan itu membuat Al semakin gemas melihatnya, sampai akhirnya si penjaga permainan anak panah menghampiri mereka berdua dengan membawa boneka Doraemon yang berukuran sedang.
"Neng ini boneka nya" ucap si penjaga itu.
"Sama-sama Neng, mau coba main lagi ga neng?" tanya si penjaga permainan itu.
"Oh engga mang kita mau pulang" ucap Jhika dengan ramah.
"Oh yaudah hati-hati ya neng" balas si penjaga itu di lanjut dengan "a pacarnya cantik pisan oy" celetuknya sambil menoleh pada Al.
"Iyah cantik ya bang" Ucap Al sambil melirik ke arah Jhika dengan tersenyum manis.
Seketika membuat Jhika semakin salah tingkah di buatnya, dan lebih memilih membuang pandangannya ke arah lain.
"Gue mau kesana" ucap Jhika asal sambil melangkahkan kakinya ke arah belakang Al.
"Kemana" Tanya Al sambil mengikuti langkah Jhika.
Jhika tak menjawab pertanyaan Al dia melangkahkan kakinya dengan berjalan asal tak lama langkahnya terhenti tepat di depan penjual gulali dan harum manis yang jaraknya sekitar 2 meter di hadapannya, Jhika langsung menengok ke arah Al.
"Al sini" ucap Jhika dengan wajah yang sudah kembali seperti semula.
__ADS_1
"Apa?" tanya Al dengan singkat.
"lu tunggu di sini gue mau ke situ bentar" Ucap Jhika pada Al.
"Mau apa?" tanya kembali.
"Mau beli gulali sama harum manis" jelas Jhika.
"Oh, lu yang tunggu di sini biar gue aja yang beli, kan biar sama kaya cowoknya cewek-cewek lain" ucap Al dengan sedikit meledek Jhika,. sedangkan Jhika pipinya kembali memanas.
Al sudah melangkahkan kakinya menghampiri si penjual gulali sedangkan Jhika masih mematung dan salah tingkah ketika Al sudah jauh darinya dia langsung senyum-senyum sendiri dan bermonolog sendiri.
"Al manis banget sih" ucap Jhika sambil terus memperhatikan Al dari kejauhan.
"Kalo kaya gini terus bisa-bisa gue beneran suka sama dia, ga baik buat kesehatan Jantung gue juga" Ucapnya lagi
Sudah 10 menit Al mengantri membeli gulali tak lama dia datang dengan membawa gulali dan harum manis wajah Jhika terlihat sangat senang.
"Sini sini Al" ucap Jhika dengan girang.
"Nih" Balas Al singkat sambil memberikan harum manis beserta gulalinya.
"Kita pulang yu udah jam setengah sepuluh" Ucap Al pada Jhika yang hanya di jawab dengan anggukan.
Al dan Jhika berjalan ke arah mobil mereka dengan beriringan, dan tak lama mereka sampai di depan mobil yang mereka tumpangi, Jhika masih fokus pada gulali dan harum manisnya, pasalnya dia bingung yang mana dulu yang harus di makan.
"Eh Al Menurut lu manisan gulali apa harum manis" Tanya Jhika tanpa melihat ke arah Al yang hendak membuka pintu mobilnya.
"Apa tadi?" ucap Al yang balik bertanya pada Jhika.
"Manis mana gulali apa harum manis" ulang Jhika sambil menunjukan gulali dan harum manisnya.
"Manis kamu" celoteh Al pada Jhika.
Jhika yang mendengar ucapan Al seketika melihat ke arah Al, dan saat itu juga netra keduanya kembali bertemu, entah yang ke berapa kalinya yang jelas jantung Jhika seperti mau meledak seperti yang sudah-sudah.
...****************...
__ADS_1