
Mereka berciuman tanpa menyadari kehadiran Cakra dan Jhika di dekatnya keduanya asik bertukar Saliva sedangkan Jhika hatinya semakin hancur dan sakit menyaksikan keduanya sebab dia merasa di khianati oleh keduanya Beanca yang di anggap teman baiknya ternyata menusuknya dari belakang sedangkan satria orang yang selalu dia bangga-banggakan malah berbuat Curang dengannya Jhika kembali mengingat perkataan sang kakak yang mengatakan bahwa satria bukan lelaki yang baik sekarang semuanya terbukti, dia melihat dengan jelas di hadapannya dengan kedua matanya.
Cakra yang sedari tadi di bekap mulutnya oleh Jhika perlahan-lahan melepaskan tangan Jhika yang sudah terasa dingin dan gemetar tanpa aba-aba dia langsung memeluk Jhika begitu saja, jelas Cakra tau perasaan Jhika sekarang seperti apa sebab dia bisa merasakan itu dari tatapan matanya, Jhika yang di perlakukan seperti itu hanya menangis tanpa bersuara dan tak lama dia mendengar ucapan dari Beanca yang sedang berbicara pada Satria.
"Kamu ga boleh putusin aku Ka, aku udah kasih semuanya buat kamu" ucapnya dengan menggebu-gebu.
"Aku ga minta itu kamu sendiri yang ngasih ke aku" balas satria dengan suara datar.
"Tapi kakak menikmatinya kan? kakak bilang apa aku berbeda dari Jhika, Jhika ga bisa lakuin apa yang aku lakuin" balas Beanca sambil meraba-raba badan satria.
"Beanca gue mohon jangan kaya gini" Ucap satria dengan suara sensualnya
"Kenapa sayang, emang kamu ga kangen aku, aku aja kangen loh" sambil berjongkok dan membuka resleting celana jeans satria.
"Be come on jangan gini gue ga kuat" ucap satria dengan suara yang semakin parau.
Sedangkan Jhika semakin menutup mata dan telinganya dan semakin erat memeluk Cakra perasaan sakit, jijik, dan benci menjadi satu, Cakra yang tau perasaan Jhika langsung memepereat pelukannya sambil melirik jijik ke arah dua manusia yang saat ini sedang asik dengan dunianya sendiri.
"Why sayang, kamu ga akan dapetin ini di wanita so alim itu" sambil melakukan aktivitasnya di bawah sana.
"Beanca stop" ucap satria yang mencoba menolak namon hasratnya tidak mampu menolak karena pada kenyataannya dia juga lelaki normal.
Sedangkan Jhika semakin muak dengan tingkah laku keduanya dan memutuskan untuk mendekati mereka, Jhika berjalan sambil menghapus Air matanya saat sudah sampai di hadapan keduanya Jhika bertepuk tangan dan membuat keduanya terkejut.
"Hm bagus banget kelakuan kalian berdua" ucap Dengan memandang sinis ke arah keduanya sedangkan satria merasa terkejut dengan kedatangan Jhika
"Sayang ini ga sep...." ucap satria dengan wajah paniknya belum sempat satria berbicara langsung di potong oleh Jhika.
"Gue udah denger semua, gue juga udah liat semuanya, jijik tau ga" ucap Jhika dengan menekan kan kata jijik.
"Bagus deh kalo lu udah tau jadi gue ga harus susah payah jelasin semuanya" bukan satria yang menjawab melainkan Beanca dengan wajah tak tahu malunya.
__ADS_1
"Bangga banget lu, ambil aja satria buat lu gue ga butuh cowok brengsek kaya dia" Ucap Jhika dengan lantang.
"Sayang kamu ko ngomong nya gitu, aku bisa jelasin semuanya" Ucap satria yang tak terima dengan ucapan Jhika sambil berusaha meraih tangan Jhika.
"Stop jangan sentuh gue, tangan lu kotor, gue gamau di Sentuh lu" balasnya dengan tajam.
"Jhika aku Mohon semuanya bisa di omongin baik-baik" ucap satria dengan nada sendu.
"Gue udah denger semua kak, dan mulai hari ini juga kita putus, dan buat lu be gausah anggap gue sahabat lu lagi" Ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan mereka.
"Jhik tunggu aku mau bicara" ucap satria sambil berlari mengejar Jhika namun belum sempat terkejar langkahnya sudah di halau oleh Cakra.
"Gausah kejar dia, dan jangan ganggu dia lagi kalo sampe gue liat lu ganggu dia lagi abis lu di tangan gue" ucap Cakra sambil mendorong satria sampai jatuh tersungkur.
"Dan buat lu dasar wanita murahan" lanjutnya sambil menunjuk ke arah Beanca dengan jijik.
Saat itu juga Jhika berjalan keluar dengan perasaan hancur, sehancur-hancurnya. sebab menurut nya ini sangat amat menyakitkan sampai di parkiran langkahnya berhenti sambil menengok ke arah belakang dan tanpa aba-aba dia langsung berlari dan memeluk Cakra sambil menangis di pelukan Cakra.
"Satria bajin*an cak dia bajin*an" Ucapnya sambil terus menangis.
Setelah kejadian itu Jhika menjadi pemurung dan tidak banyak berbicara, bahkan dia sulit percaya dan membuka hatinya kembali.
Flashback Off.
Ya begitulah cerita cinta Jhika dan satria yang menyebabkan luka dalam di hatinya makanya saat ini dia ragu ketika dia menyadari bahwa dia mengagumi sosok Al adik kelas nya yang beberapa hari ini menganggu pikirannya.
Ketika Jhika sedang bergelut dengan pikirannya tiba-tiba ada yang melempar kacang kearahnya tepat mengenai kepalanya.
"Aduh siapa nih" Ucapnya sambil menengok ke kanan dan ke kiri seketika matanya menangkap seseorang dengan manatap malas ke arah orang tersebut.
"Ngapain lu di situ" tanya Jhika dengan sinis.
__ADS_1
"Lah ya terserah gue lah, balkon-balkon kamar gue ya jelas gue di sini" balasnya dengan Santai.
karena memang kenyataannya balkon kamar Jhika dan Cakra bersebelahan dan sangat dekat.
"Ya lu keluar nya nanti lah kalo gue udah masuk" kesal Jhika dengan wajah cemberutnya.
"Ya terserah gue dong mau keluar mau engga, lagian lu ngapain ngelamun di situ ati-ati kesambet tau rasa lu" Ucapnya dengan nada meledek.
"Iyah setan nya lu" Celetuknya dengan lantang.
"Mana ada setan ganteng kaya gue Jhik" balas Cakra sambil tersenyum penuh percaya diri.
"Ganteng apaan muka pas-pasan aja bangga banget" jawab Jhika.
"Buktinya banyak cewek yang ngejar-ngejar gue tuh" celotehnya dengan membanggakan dirinya sendiri.
"Mereka ngejar lu karena mau nagih hutang" jawab Jhika dengan asal.
"Hilih bilang aja lu iri kan" balas Cakra yang terus-menerus meledek Jhika.
"Hahaha lu ngelawak, gue iri? mau apa yang di iriin coba" Tanyanya dengan terkekeh kecil.
"Gue juga tau Jhik, paham ko lu tu malu buat ngakuin kalo lu ngefans sama gue" jelas Cakra dengan wajah yang semakin percaya diri.
"Idiihhh najos banget, males gue di sini banyak setannya" ucap Jhika dengan berlalu pergi meninggalkan balkon kamarnya.
"Heh lu ya kalo ngomong ga di filter" ucap Cakra dengan kesal.
Jhika masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Cakra yang sedang mengoceh tidak jelas, setelah sampai di dalam kamarnya dia mengecek handphone nya dia terkejut ketika melihat pesan masuk di handphonenya.
"kaki lu udah mendingan" isi pesan tersebut.
__ADS_1
Seketika jantung Jhika berdetak kencang setelah membaca pesan tersebut sebab pasalnya Jhika menerima pesan dari laki-laki yang saat ini selalu menganggu pikirannya siapa lagi kalau bukan Al
Segini cukup ya gaes soalnya aku lagi sibuk nyari visual Cakra, Al sama Jhika hehe :)