
# kamu adalah objek nyata namun terasa fatamorgana, sebab memilikimu hanyalah halusinasi_
Akasha Cakrawala lelaki yang memiliki faras tampan dan gagah banyak wanita yang terpesona melihat ketampanannya, tapi tidak ada satupun dari wanita tersebut yang mampu meluluhkan hatinya. sebab di hatinya sudah terukir satu nama yang menurutnya tak pernah tergantikan oleh siapapun.
Dia adalah satu-satunya wanita yang sangat berarti untuknya setelah ibunya, wanita itu adalah Jhika Andeli sahabatnya sendiri, Cakra sudah menyimpan rasa dari mulai dia mengerti arti cinta sesungguhnya. Dia mulai mencintai Jhika dari SMP namun Cakra tidak pernah mengungkapkan isi hatinya dia lebih memilih untuk memendam perasaannya dalam-dalam
Banyak Hal yang di takutkan oleh Cakra bukan cuma soal penolakan dia hanya takut Jhika menjauh darinya dan Cakra tidak pernah siap untuk itu. Maka dia lebih memilih untuk membiarkan semuanya seperti ini, walaupun dia tau resiko mencintai dalam diam itu seperti apa tapi dia tetap menjalani semuanya. Seperti saat ini dia sedang resah memikirkan kejadian siang tadi saat Jhika di antar pulang oleh pria yang dia tak kenali.
"Hmm tadi siapa ya" Ucapnya sambil menerka-nerka dan melihat langit-langit di kamarnya karena posisinya saat ini sedang berada di atas kasur king sizenya.
Flashback On
"Cakra gue perhatiin lu ga pernah punya pacar padahal kan yang ngincer lu banyak" Tanya Jhika pada Cakra.
"Belum ada yang cocok Jhik" Ucapnya datar.
"Aelah ribet lu milih pacar aja udah kaya milih barang sales" celetuk Jhika dengan asal.
Cakra tak menjawab apapun ucapan Jhika dia hanya memperhatikan wajah dan tingkah Jhika sedangkan Jhika tidak sadar jika sedang di perhatikan.
"Cakra lu denger gaasih gue ngomong" ucap Jhika sambil menoleh ke arah Cakra.
"Iyah gue denger Jhik" Ucap Cakra dengan nada malas, pasalnya dia tidak suka jika sudah membahas perasaan karena itu sangat membuatnya sensitif.
"Tapi kenpa lu ga jawab coba" Tanya Jhika dengan mendelik.
"Hmm gue males aja" jawab Cakra dengan Santai.
"Oh iya cak gue tadi di tembak sama kak.satria"
Cakra yang mendengar spontan menoleh ke arah Jhika dengan tatapan Sulit di artikan.
"Gue seneng banget akhirnya cinta gue ga bertepuk sebelah tangan" ucap Jhika dengan wajah bahagianya. "Dia sweet banget cak, dia nembak gue di cafe pelangi sambil nyanyi di depan banyak orang dia nyatain perasaannya ke gue romantis kan dia" lanjutnya dengan girang.
Seketika hati Cakra sakit, Sangat sakit. Tapi dia masih bisa menyembunyikan perasaannya, dan terlihat baik-baik saja.
"Selamet ya Jhik" Ucapnya singkat sambil tersenyum manis pada Jhika.
"Besok gue traktir lu dah Makan bakso pangkalan depan komplek" ucap Jhika pada Cakra.
__ADS_1
"Iyah serah lu aja, eh btw gue belum ngerjain tugas akuntansi, gue duluan ya" Pamit Cakra pada Jhika.
"Aihh parah lu kalo belum ngerjain auto di hukum Bu.Santi" kata Jhika sambil menakut-nakuti Cakra "yaudah sana duluan entar gue nyontek" lanjutnya tapi sama sekali tak di gubris oleh Cakra, Cakra hanya melirik Jhika sambil berlalu pergi tanpa sepatah katapun.
Flashback off.
Itu adalah bagian yang paling menyakitkan untuk di ingat, jika sekarang dia kembali mengulang adegan dapat di pastikan hatinya semakin hancur untuk kesekian kalinya.
"Hmm gue belum siap Jhik kalo harus ngerasain sakit berulang-ulang" Ucapan masih dengan posisi yang sama.
…
Pagi ini Jhika sudah siap dan rapi menggunakan seragam sekolahnya dia menuruni tangga dan duduk di meja makan untuk sarapan bersama dengan ayah, ibu, Dimas dan Arya.
"Pagi Bu, Yah" ucapnya dengan ceria.
"Oh iya de hari ini Abang pinjem motor kamu ya" ucap Dimas pada Jhika.
"Lah emang mobil Abang kemana?" Tanya Jhika dengan wajah bingung.
"Mobil Abang lagi di servis di bengkel" jawab Dimas
"Udah di anterin semalem Bu" jawab Jhika dengan suara lembut.
"Yah de please" ucap Dimas dengan wajah memohon.
"Terus Adek pake apa Bang?" ucap Jhika pada sang kakak.
"Kamu numpang sama si Cakra, pasti dia mau" Jawab Dimas sambil memberi Saran pada Jhika.
"Yaudah deh" pasrah Jhika.
Dan setelah obralan tersebut semuanya makan dengan tenang. Tak lama setelah sarapan pagi pun selesai semuanya memutuskan untuk pergi dari meja makan dan bergegas ke tujuan masing-masing termasuk Jhika yang saat ini memilih untuk pergi ke rumah Cakra untuk Nebeng ke sekolah.
"Assalamualaikum Jhika yang paling cantik lewat" ucap sambil menyelonong masuk kedalam rumah Cakra.
"Waalaikumsalam, Eh ada Jhika kenapa cantik?" tanya Lisa Mama dari Cakra.
"Ma Cakra mana?" ucap Jhika balik bertanya pada Lisa. belum sempat di jawab oleh Lisa Cakra datang menghampiri mereka dengan menengteng tas gambloknya.
__ADS_1
"Ada apa lu nyariin gue tumben bener" tanya Cakra pada Jhika dengan penuh selidik. "Pasti mau numpang nih" lanjutnya dengan melirikkan matanya kepada Jhika.
"Hehe tau aja lu, gue ikut lu ya soalnya motor gue di pinjem bang Dim" Ucapnya sambil menunjukkan puppy eyes nya.
"Hmm Kaga" singkat Cakra.
"Mama liat si Cakra pelit tuh" ucap Jhika yang mengandu pada Lisa dengan wajah sedihnya.
"Cakra kamu ga boleh gitu kasian Jhika" ucap Lisa pada sang anak.
"Aihh andelan banget sihh, yaudah-yaudah Iyah" jawab Cakra dengan malas.
"Hehe makasih Cakra ganteng, pasti lu kesiangan dan belum sarapan kan" Tanya Jhika pada Cakra dengan tersenyum manis. "Nih gue bawain sarapan buat lu, buatan ibu tapi" lanjutnya pada Cakra begitulah Jhika bila ada mau nya pasti akan berlaku manis sekali Cakra pun yang melihatnya menjadi gemas sendiri dengan tingkah Jhika.
"Hilih gue kira buatan lu eh taunya buatan ibu" ucap Jhika dengan sinis.
"Heh untung gue masih Inget lu ya, coba aja gue ga inget lu pasti Amnesia gue" jawabannya ngawur.
"Hahaha dasar kamu ini ada-ada aja" ucap Lisa yang sedari tadi menyimak pembicaraan antara Jhika dan Cakra merasa ikut gemas dengan Jhika.
"Udahlah gausah banyak cincong ga jelas deh lu ayo mau pergi ga telat nih kita nanti" celoteh Cakra masih dengan wajah sinis.
"Yaudah ayo" ucap Jhika dengan wajah cemberutnya Namun terkesan imut. "Mama Lisa Jhika berangkat dulu ya" lanjutnya sambil cipika-cipiki dengan Lisa dan di lanjut dengan cuim tangan Lisa.
Jhika memang sudah biasa bermanja-manja kepada Lisa, Lisa juga sama sekali tidak keberatan dengan itu karena baginya Jhika sudah seperti anaknya sendiri karena dia hanya punya anak semata wayang yaitu Cakra.
"Mau berangkat sekolah aja banyak drama pake peluk cium segala" ucap Cakra dengan nada mengejek.
"Hus kamu kalo ngomong tuh yang bener apa cak" ucap Lisa sambil melirik tajam ke arah Cakra. "ati-ati ya sayang, kamu juga bawa mobilnya pelan-pelan cak" lanjutnya pada Jhika sekaligus mengingatkan Cakra.
"Kalo pelan ga nyampe-nyampe ma" jawab Cakra sambil menyalami Lisa.
"Anak ini kalo di bilangin ngeyel banget sih" kesal Lisa pada Cakra.
"Udah ya ma Cakra pamit assalamualaikum" ucap Cakra sambil berlalu pergi keluar rumah dan memasuki mobil sport hitamnya. di susul Dengan Jhika di belakangnya mereka pun pergi meninggalkan pekarangan rumah Cakra.
...****************...
Segini dulu ya gaes ceritanya nanti kita lanjut lagi,. :)
__ADS_1