Hati Tak Bernyawa

Hati Tak Bernyawa
Pasar Malam


__ADS_3

Suasana malam ini begitu ramai pasalnya banyak pasangan muda berjalan-jalan karena ini adalah malam Minggu jalanan pun di penuhi kendaraan berliku lalang tapi tak sampai membuatnya macet.


Ketika suasan di luar sangat ramai berbeda dengan suasana di dalam mobil ini Al dan Jhika lebih memilih diam dan tak banyak bicara pasalnya mereka saat ini sedang ada di fase canggung, tapi Jhika tak mau berada di situasi ini terus-menerus, sampai akhirnya dia memberikan diri untuk mengeluarkan suaranya, Jhika berusaha menetralkan kembali suasana canggung yang tengah mereka alami saat ini.


"Mm oh iya Al gue mau tanya" Ucap Jhika dengan masih setia menghadap jalanan sebab dia belum berani menatap Al lagi.


"Tanya apa" singkat Al dengan jelas.


"Lu ko kaya udah akrab banget sama Abang gue" ucap Jhika yang sudah penasaran dari tadi.


"Oh Bang Dim, dia temen Abang gue, sering main ke rumah juga" jelas Al yang sama-sama fokus ke arah jalan.


"Ha..h Ko bisa?" jelas Jhika dengan singkat sambil menoleh ke arah Al, namun kali ini Al tidak ikut menoleh.


"hm ya bisalah" ucap Al sambil tersenyum manis, tapi masih fokus ke depan, namun senyuman Al seketika dapat membius Jhika dan membuat Jhika kembali berdegup.


"jantungan deh lama-lama gue" Ucap Jhika yang bermonolog dalam hati.


"Kenapa ko diem" tanya Al yang sekarang melihat ke arah Jhika.


"Gapapa cuma, kaget aja, pantesan bang Dim ngebolehin kita keluar dengan mudah" balas Jhika dengan cepat, dia tidak ingin ketahuan bahwa sekarang sedang gugup.


"Oh gitu, overprotektif dong dia" balas Al pada Jhika.


"Yah gitulah, Soalnya dia gamau gue salah gaul" ucap Jhika sambil tersenyum manis karena membayangkan betapa posesifnya kakaknya.


Seketika suasana kembali hening tak ada obrolan lagi di antara mereka, sampai akhirnya Al kembali bersuara.


"Lu mau nonton ga" tanya Al pada Jhika, namun yang di tanya tak menjawab apapun.


"Jhik" panggil Al sambil menoleh ke arah Jhika yang tengah asik Melihat ke arah luar, pasalnya di luar sana tepat berada di taman kota ada pasar malam dan itu sangat menarik perhatian Jhika.


"Jhika lu mau nonton ga" ulang Al dan seketika membuat Jhika reflek melihat ke arah Al.


"Ha..h kenapa Al" Ucap Jhika dengan balik bertanya.


"Lu pengen nonton, apa makan?" jelas Al pada Jhika dengan wajah gemasnya lantaran sedari tadi dia greget dengan Jhika.

__ADS_1


"Oh, Mm kalo boleh gue minta ke pasar malam itu boleh ga" cicitnya dengan pelan, Jhika takut Al menolak.


Mendengar ucapan Jhika seketika mobil Al berhenti dan menoleh ke arah Jhika, memperhatikannya dengan lekat dan tersenyum manis, Al berfikir bahwa di zaman sekarang masih ada wanita yang mau ke pasar malam yang ada di pinggir jalan, dia semakin mengagumi sosok Jhika. Jhika yang di perhatikan seperti itu seketika wajahnya merona sedangkan Al semakin gemas melihatnya.


"Em Al ga boleh ya, kalo gitu terserah lu aja mau kemana aja juga" ucap Jhika sambil membuang mukanya pasalnya dia tidak ingin terus ke arah Al sebab dia takut jantungnya meledak, sedangkan Al masih setia melihat ke arah Jhika dengan tatapan yang masih sama.


"Boleh lah" ucap Al dengan singkat namun Ucapnya kembali membuat Jhika menoleh ke arah nya dengan wajah bahagianya.


"Hah apa tadi, boleh" tanya Jhika yang masih menampilkan senyum manis di bibirnya.


"Iyah boleh" jawab Al dengan singkat.


"Yaudah ayo kita kesana" balas Jhika dengan girang.


"Hahaha gemes banget gue" ucap Al yang sudah tidak kuat menahan tawanya lantaran gemas melihat tingkah Jhika yang menurutnya seperti anak kecil yang minta mainan.


"Ihhhh ko ketawa, ayo Al cepetan kita kesana" balas Jhika yang sekarang mengganti ekspresi wajahnya menjadi cemberut tapi terkesan imut.


"Yaudah ayo kita kesana" balas Al sambil menjalankan mesin mobilnya dengan masih tersenyum manis.


Mobil Al melaju ke arah taman kota yang ada di sebrang jalan raya posisi mereka berada, tidak butuh waktu lama Al dan Jhika sampai di tempat tujuan mereka, Jhika yang tak sabar ingin segera keluar dia lupa membuka **** bellnya, namun belum sempat Jhika melangkah Al menahannya.


"bloon banget sih gue" Ucapnya dalam hati.


"Makasih Al" Ucap Jhika dengan menundukkan wajahnya.


Setelah siht bellnya terlepas Jhika langsung keluar dari mobil dengan perlahan, tak lama juga Al keluar dari dalam mobilnya dan berjalan ke arah Jhika.


"Ayo" Ucapnya sambil menggandeng tangan Jhika yang terasa mungil untuk di genggam.


Jhika yang di perlakukan seperti itu jantungnya terasa ingin copot, Al terus berjalan sambil menggenggam tangan Jhika, sampai langkahnya terhenti saat dia menoleh ke arah Jhika untuk bertanya.


"kita mau kemana dulu" tanya Al pada Jhika.


"muter aja dulu" jawab Jhika dengan singkat.


Mereka berdua berjalan mengelilingi pasar malam tersebut sampai tanpa mereka sadari ada dua orang yang memperhatikan keduanya dengan lekat dan orang tersebut mendekat ke arah mereka dengan wajah terkejutnya.

__ADS_1


"Jhika, Al" Ucap kedua orang itu bersamaan.


Jhika yang namanya di panggil seketika menoleh ke arah orang yang memanggil namanya, dan tiba-tiba terkejut.


"Kalian ko bisa bareng" tanya mereka lagi dengan wajah penasarannya.


"Oh kita ga.." belum sempat Jhika menjawab Al lebih dulu menjawab pertanyaan dua orang tersebut yang tak lain Salsa dan Cindy.


"Kita lagi jalan" Ucap Al dengan santai.


Duar seketika Jhika pasrah


"HAH" ucap keduanya bersamaan.


"yaudah kita duluan" Ucap Al lagi sambil berlalu pergi, sedangkan Jhika hanya menunduk pasrah, namun sebelum berangkat salsa sempat berbicara pada Jhika.


"Jhik, gue tunggu penjelasan dari lu" ucap salsa sambil berbisik pada Jhika.


"Iyah nanti" balas Jhika dengan palan.


Jhika da Al sudah berlalu pergi meninggalkan Salsa dan Cindy yang masih diam di tempat itu.


"Itu beneran Jhika sama si bronis" ucap Cindy dengan wajah yang masih terkejut.


"Iyalah Cin" jawab Salsa yang lebih tenang dari Cindy.


"Gila sih ini bakal jadi hot news kalo anak di sekolah tau" balas Cindy dengan wajah yang sekarang berubah menjadi sumringah.


"Ih dasar biang gosip, inget Jhika sahabat kita" balas salsa sambil mengingatkan.


"Iyah-iyah" jawab Cindy dengan wajah cemberutnya.


Mereka berdua pun berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut, sedangkan Jhika dan Al masih mengitari sekeliling pasar malam itu dengan sangat bahagia hanya Jhika yang terlihat bahagia dan senang sedangkan Al tampak biasa saja, karena dia lebih senang memperhatikan raut wajah Jhika yang berubah-ubah dan terkesan imut di matanya.


cukuplah segini dulu nanti lanjut lagi ya gaes.


...****************...

__ADS_1


......................


__ADS_2