Hati Tak Bernyawa

Hati Tak Bernyawa
Aku, kamu dan dia


__ADS_3

Mungkin Benar kata orang jika level tertinggi dari mencintai adalah merelakan.


Akasha cakrawala.


Hari ini jhika dan Al sedang menonton bioskop bersama, niatnya setelah pulang dari sekolah jhika akan pergi menonton sendiri dengan dalil "Me time" Namun Al memaksanya untuk ikut dengan alasan dia tidak ingin terjadi hal yang tidak-tidak dengan jhika.


"Hmm niatnya mau me time tapi malah di kintilin, jadi ga jadi deh" ucap jhika dengan menghela nafasnya.


"Emang kenapa kalo aku ikutin ga boleh, apa jangan-jangan kamu mau cuci mata ya" jawab Al dengan tatapan penuh selidik.


"Lah siapa juga yang mau cuci mata, lagian mata aku ga kotor kenapa juga harus di cuci" jawab gadis tersebut asal.


"Itu gamau aku temenin" balas Al singkat.


"Akutu emang gini suka pergi-pergian sendiri buat me time" jawab jhika dengan nada rendah.


"Kenapa?" Tanya Al dengan mengangkat satu alisnya.


"Karena aku lebih kena aja feel nya kalo kita jalan sendiri tuh" Jawa jhika dengan jelas.


"Oh gitu, kamu tunggu di sana gih, aku beli tiket dulu sama beli popcorn" ucap Al sambil menunjuk ke arah bangku tunggu.


Al berlalu pergi ke arah tempat tiket, sedangkan jhika duduk santai sambil menunggu Al, sudah hampir 10 menit berlalu akhirnya Al kembali menghampiri jhika, loket pembelian tiket tidak ramai karena memang ini bukan hari weekend jadi tidak begitu padat.


"Ayo masuk" ucap Al.


"Ayo" balas jhika dengan riang.


Mereka berdua masuk kedalam gedung bioskop karena film yang mereka tonton sebentar lagi akan di mulai. Jhika dan Al duduk di kursi bagian D agar tak terlalu depan dan terlalu atas.


"Al mana sini popcorn nya aku mau" ucap jhika.


"Ini" balas Al sambil menyodorkan popcorn dan minumannya.


"Hehe makasih" ucap jhika sambil tersenyum manis ke arah Al.


Jhika fokus ke depan layar LED menyaksikan film tersebut yang bergenre romantis, sedangkan Al sedari tadi fokus memperhatikan jhika.


"Ko aku kesel ya sama cowoknya, jadi cowok pinplan amet sih" gumam jhika pelan tapi masih mampu di dengar oleh Al.


"Pinplan kenapa" ucap Al sambil tersenyum.


"Dia tuh sebenernya sukanya ke siapa coba ke cewek itu apa ke teman masa kecilnya" ucap jhika dengan berapi-api.


"Haha ko kamu yang emosi" celetuk Al dengan tertawa kecil.

__ADS_1


"Ya jelas lah cewek mana yang ga sakit, kalo cuma di kasih harapan palsu doang apalagi kalo ga di kasih kepastian kan sakit" jelas jhika dengan ketus.


"Oh jadi ada yang pengen di kasih status" ucap Al membuat jhika yang mendengarnya mendadak blushing.


"A..apaansih g ga gitu maksudnya akutu gini...." Belum sempat jhika menyelesaikan ucapannya tiba-tiba orang yang ada di belakang nya menyela ucapan jhika.


"Woy jangan berisik dong" ucapnya seketika membuat orang yang ada di dalam gedung tersebut menoleh ke arah jhika dan Al.


"Oh iya sorry" jawab jhika dengan wajah yang memerah karena menahan gugup, bukan karena malu melainkan gugup karena mendengar ucapan Al yang tadi.


"Suttttt kita diemm, udah sana fokus lagi ke film nya, nanti ada yang negur lagi deh hehe" bisik Al pada jhika.


Sedangkan gadis itu hanya mengangguk tanpa membalas ucapan Al. Keduanya kembali fokus ke layar bioskop yang ada di depan mereka, sampai tak terasa film pun selsai. Jhika dan Al segera keluar dari gedung bioskop tersebut.


"Aiihhhh ko aku laper ya, makan dulu yu" ucapnya sambil mengedip-ngedipkan kedua matanya.


"Hm mana bisa aku nolak, yaudah ayo" ucap Al sambil menggenggam tangan jhika.


jhika yang di perlukan seperti itu jantungnya mendadak berdetak kencang, tapi Al tidak sadar kalau saat ini jhika sedang salah tingkah di buatnya.


"Oh iya kamu udah izin belum sama ibu kamu" tanya Al pada jhika.


"Udah tadi pagi aku bilang mau ke mall buat nonton bioskop, tapi ibu gatau kalo aku nontonnya bareng kamu" jawab jhika.


Ketika mereka sedang berjalan tiba-tiba jhika menghentikan langkahnya, Al yang masih menggenggam tangan jhika menyadari itu dan langsung ikut menghentikan langkahnya juga.


"Kenapa" Tanya Al dengan mengangkat satu alisnya.


"Bentar, itu kaya si Cak lontong" ucap jhika sambil melihat ke arah kanannya.


"Cak lontong siapa" Tanya Al dengan heran, pasalnya Al belum mengenal Cakra sama sekali karena memang Cakra tak pernah menampakkan diri bila jhika sedang berduaan dengannya.


Jhika tak menjawab pertanyaan Al dia malah memanggil pria tersebut.


"Woy Cak lontong" Ucap nya dengan lantang.


Sedangkan pria yang di panggil namanya seketika menoleh ke arah suara tersebut tatapannya datar tapi entah dengan hatinya mungkin dia hanya sedang menyembunyikan rasa cemburunya dengan mati-matian. gadis itu tiba-tiba langsung menarik tangan Al yang masih ada di genggamannya ke arah Cakra tanpa banyak bicara.


"Lo ngapain di sini janjian ya bareng cewek" ucapnya sambil celingak-celinguk ke kiri dan ke kanan.


"Hm kepo" balasnya dengan datar sambil menatap ke arah tautan tangan mereka berdua.


"Aelah gue pengen liat ceweknya cantik kaga" celetuk jhika dengan Sinis.


"Siapa yang bareng cewek, orang gue sendirian, mau nyari kado buat mama" Jawab nya masih dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Oh iya Mama Lisa kan bentar lagi ulang tahun, ko gue lupa ya" ucap jhika dengan heboh, namun seketika kehebohannya berhenti saat pria di sampingnya berdehem seolah-olah batuk.


"Ekhem" Siapa lagi jika bukan Al, tingkahnya membuat jhika Langsung tersadar bahwa dia tidak sendirian, dan langsung menengok ke arah Al


"Tuh kan gue sampe lupa, oh iya Al ini Cakra dia temen sekelas aku, tetangga aku juga, plus sahabat aku dari kecil" Ucap sambil memperkenalkan Cakra.


"Oh gitu ya" Jawabnya singkat.


"Cakra dia Al adik kelas kita yang waktu itu tanding basket sama kelas kita" lanjut jhika yang mengenalkan Al pada Cakra.


"Iyah gue tau" balas Cakra dengan Santai.


"Tau dari mana lu" tanya jhika dengan wajah heran.


"Tadi lu kasih tau kan" balas Cakra


"Si ogeb kirain gue lu udah kenalan sama dia" balas jhika dengan ketus.


"Gue ga belok, masih normal ngapain, ngajak kenalan cowok" balas Cakra dengan asal.


"ya ga gitu juga kali, Oh iya mending lu ikut kita makan aja yu gue lapar nih" ucap jhika sambil memenggan perutnya.


"Ogah gue mau pulang" jawab Cakra singkat, sedangkan Al hanya memperhatikan keduanya saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Ih Cakra mah gitu, tuh kan ku masih marah sama gue berarti" Ucap jhika dengan wajah cemberutnya.


"Aih gue tuh harusnya gimana sih, gue udah bilang kaga marah masih aja di sangkutinnya ke situ Mulu" balas Cakra dengan nada datar.


"Ya makanya ayo ikut gue makan, kalo gamau gue nangis lagi nih, gue aduin kalo perlu ke mama Lisa" balas jhika dengan sedikit merajuk bak anak kecil.


"Astaghfirullah, yaudah ayo dah, kesel gue" Ucapnya sambil melangkah terlebih dahulu meninggalkan Al dan jhika.


"Tuhkan kebiasaan maen di tinggal-tinggal aja" Ucap sambil berjalan mengikuti Cakra.


Di dalam hati Cakra bermonolog sendiri "Situasi macam apa ini ya Allah hamba ga kuat kalo harus liat mereka dari dekat anggap aja hamba si pengecut tapa memang kenyataannya sangat menyakitkan hati, kuat kan aku dalam mengahadapi ini semuanya, jangan biarkan mereka berdua menyadari itu" gumannya dalam hati.


Aihhhhh si jhika Bener-bener ya, tadi dia kesel lantaran liat adegan film, sekarang dia juga ngambil peran cowok di film tadi yang dia tonton pinplan author juga tau mereka berdua ganteng Tapi kan harus pilih salah satunya dong, masalah author juga mau satu 🤧🤧


"Kalo bisa dua kenapa harus satu Thor" kata si jhika yang gaada akhlak.


Berisik lu jhik gue mau tidur ajalah ngantuk...


Yaudah Sono, ga guna juga kan disini ganggu gue sama bebeb aja🤭


emang lukcnat tuh si jhika. sakit hati baru tau rasa lu.

__ADS_1


__ADS_2