Hati Tak Bernyawa

Hati Tak Bernyawa
Lampu merah


__ADS_3

jangan biarkan aku kembali jatuh hati jika harus kembali patah


Jhika Andeli.


Setelah kejadian di kantin jhika menjadi sorotan di sekolahnya sebab berita tentang jhika dan beanca bertengkar sudah terdengar ke seluruh siswa siswi SMAGARD, itupun menjadi perdebatan pro dan kontra antara fans jhika dan Heathers jhika. sedangkan jhika si topik utama terlihat tenang dan santai Lebih terkesan tidak perduli dengan perdebatan mereka.


Siang ini jhika sedang berdiri di depan mobil Audi Hitam terlihat jelas bahwa dia sedang menunggu si pemilik mobil tersebut siapa lagi jika bukan Al, pasalnya mereka waktu pagi berangkat bersama ke sekolah dengan Al menjemput jhika di rumahnya.


"Al mana sih ko tumben lama" ucap gadis tersebut.


"Hmmm gue telepon aja kali ya"


Belum sempat menelepon orang yang sedang di tunggu pun sudah terlihat, Al sedang berjalan ke arahnya dengan wajah datarnya dan tas yang di gendong di sebelah kanannya saja.


"Ko lama sihh tumben, baru mau aku telpon udah muncul" Ucap jhika.


"Hmmm iya sorry" balas Al.


"it's okey, Yuk" ucap jhika sambil berjalan ke pintu mobil, namun langkahnya terhenti saat namanya di panggil oleh pria Es itu.


"Jhik" panggil Al.


"Apa?" Tanya jhika sambil menoleh ke arah Al.


"Kamu pulang sendiri, bisa ga soalnya aku mau ada tugas kelompok nih mau langsung pergi"


"H hah gimana maksudnya" Tanya jhika dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Sorry jhik aku beneran di tungguin temen aku, kita ada tugas kelompok, jadi kita sekarang mau ngerjain" Ucap Al dengan pelan.

__ADS_1


"Mm iya gapapa, Yaudah aku duluan ya" ucap jhika dengan wajah datarnya dan langsung berlalu pergi meninggalkan Al sendirian.


Sejujurnya Jhika merasa kecewa pada Al karena jika memang tidak bisa pulang bersama kenapa tidak mengabarinya terlebih dahulu agar dia tidak menunggu seperti tadi, bukan hanya kecewa jhika juga merasa kesal sebab dia sudah menunggu hampir setengah jam namun hasilnya nihil.


"Kenapa si dia kan gue jadi kesel, liat aja entar gue cuekin baru tau rasa" ucapnya sambil terus berjalan ke arah halte depan sekolahnya.


"Hm gue pesen ojol aja kali ya" Ucap jhika sambil mengotak-atik handphonenya, Namun belum sempat dia membuka apk ojol tiba-tiba handphone nya mati karena kehabisan daya.


"Ya yahhhhhkannnn, kenapa sih hari ini gue sial amettt" Ucap jhika dengan wajah cemberutnya.


Ketika sedang marah-marah tidak jelas tiba-tiba ada sebuah mobil Ferarri abu Metallic berhenti di dekatnya. Si pengendara menurunkan kaca mobil tersebut dan menyapa gadis yang sedari tadi wajahnya di tekut.


"Ngapain" Tanya pria itu dengan singkat.


"Jualan obat cacing" Jawab nya asal dan ketus.


"Ga lucu, Masuk!" Ucapnya lelaki tersebut yang tidak lain adalah Cakra.


"Kenapa belum pulang" tanya Cakra dengan tatapan yang fokus ke arah jalanan.


"Hm gausah tanya gue lagi ga mood bahas itu"balasnya dengan ketus.


"Serah deh" balasnya singkat.


"lu sendiri ngapain baru keluar" Tanya jhika sambil memicingkan matanya ke arah Cakra.


"Gue anterin buku dulu ke perpus" ucapnya sambil menoleh ke arah jhika dengan tatapan yang sulit di artikan, sebab ketika pria tersebut menoleh kearah gadis tersebut ternyata dia baru sadar jika ujung bibir gadis tersebut terluka. pria tersebut hanya menghela nafasnya dan lanjut fokus ke jalan. Namun seketika laju mobilnya berhenti tepat di depan apotek.


"Lah ko berhenti" Tanya jhika

__ADS_1


"Tunggu bentar" Jawabannya singkat sambil melepaskan seat belt dan turun dari mobilnya lalu berjalan Masuk kedalam apotek tersebut.


Jhika hanya memandangnya dari dalam tanpa banyak bicara lagi, fikirnya mungkin dia kan membeli vitamin atau obat yang lainnya.


Tak lama pria tampan tersebut masuk kedalam mobil lagi dan membuka bungkusan kapan serta revanol cairan pereda nyeri.


"Sini deket gue" ucap pria tersebut sambil membuka tutup revanol yang saat ini sedang dia genggam.


"A apaan "Tanya jhika dengan heran sebab dia belum terlalu paham dengan apa yang di perintahkan Cakra.


"CK lama" ucap Cakra sambil mendekatkan tubuhnya ke arah jhika untuk membuka seat beltnya. Sedangkan gadis itu merasakan hal aneh di hatinya. entah perasaan apa yang jelas aneh saja.


."Mm lu mau apa Cak" tanya jhika dengan perasaan gugupnya.


"Diem gue obatin ini dulu" balasnya sambil mengoles ujung bibir jhika yang terluka dengan cairan revanol yang saat ini di genggaman.


"Aiss s sakit cak pelan Napa" ketus jhika dengan sesekali meringis kesakitan.


"Udah jadi jagoan, berantem-berantem segala" ucap Cakra.


Cakra terlalu fokus mengobati luka jhika di bagian sudut bibir jhika, sedangkan jhika perasaannya tak karuan sebab jaraknya dan Cakra terlalu dekat bahkan bisa di hitung dalam hitungan jengkal, jhika berusaha menetralkan degub jantungnya agar tidak di ketahui Cakra, namun harapannya sia-sia sebab pria itu mulai menyadari ketika tatapan mereka berdua bertemu, Cakra menatap jhika dengan dalam sedangkan jhika yang di tatapan seperti itu semakin salah tingkah.


"Cak...." Ucapnya pelan hampi nyaris tak terdengar. sedangkan pria itu tak menggubris perkataan jhika sama sekali, dia malah semakin mendekatkan wajahnya dengan jhika, sedangkan jhika dengan perlahan mulai menutup matanya seolah telah siap dengan apa yang terjadi dengan gedup jantung yang sudah tak karuan.


Lama jhika menutup mata namun apa yang dipikirkan olehnya tidak sama sekali terjadi bahkan memang tidak ada apa-apa sampai akhirnya dia memutuskan untuk membuka matanya ternyata Cakra sudah tidak ada di hadapannya melainkan di sisinya yang fokus menarik pedal gas untuk menjalankan kemudinya.


"hhhhmmmmm" jhika mulai menghela nafas dengan panjang, Setelah kejadian tadi semuanya terasa canggung bagi jhika sedangkan laki-laki di sisinya terlihat santai dan biasa saja seolah-olah tak terjadi apa-apa.


Saat ini jhika lebih memilih untuk melihat ke arah luar sebab dia tidak ingin Melihat ke arah Cakra lantaran masih malu dengan kejadian yang sebelumnya. Tepat di lampu merah tatapan jhika teralihkan ke mobil yang di sebelahnya, pikirannya dia seperti mengenali mobil tersebut, jhika masih terus menatap mobil tersebut berharap si pemilik membuka kaca mobilnya.

__ADS_1


Entah kebetulan atau memang doanya terkabul, tak lama ada seorang pengamen menghampiri mobil yang sedari tadi di perhatikan olehnya. Dan tak lama kaca mobil tersebut terbuka menampilkan sosok perempuan dan pria tampan yang sangat amat ia kenali siapa lagi jika bukan Al, seketika pikirannya melayang jauh ada perasaan sesak dan ada perasaan kecewa tapi dia masih berusaha untuk positif thinking. Tak lama lampu merah berganti hijau dan mobil tersebut lebih dulu berjalan di depannya di susul oleh Cakra. di pertigaan mereka berpisah setelahnya jhika hanya bengong dengan perasaan campur aduk.


__ADS_2