
~Izinkan aku menyimpan namamu di dalam hati yang sudah tak berbentuk ini~
y.al_29
"Lu gapapa?" tanya nya pada lelaki tersebut.
Yang di tanya masih tetap fokus memperhatikannya dan tak menjawab pertanyaannya, tak ada satu kata apapun yang keluar dari mulutnya.
"yah kan bisu lagi, woy lu gapapa kan?" tanya jihka yang mengulang perkataannya dan sengaja sedikit meninggikan suaranya.
"Aku baik-baik aja" ucapnya dengan datar. "Makasih" lanjutnya masih dengan suara datarnya.
"Gue jhika anak kelas XI IPS 1, Nama lu siapa?" tanya jhika padanya.
"Al Fahri" jawabnya dengan singkat.
__ADS_1
Ya dia adalah Al Fahri Pratama lelaki yang jhika tabrak tanpa sengaja dan jatuh bersama lelaki yang sama saat makan di kantin saat jam istirahat. Al Fahri yang biasa di panggil Al oleh orang-orang di sekitarnya pria yang mempunyai sikap dingin dan sulit untuk tebak.
"Oh iya gue duluan ya Nih.." ucap jhika sambil memberikan handiplas yang tadi dia ambil di saku bajunya.
Seketika Al mengerutkan dahinya karena bingung dengan apa yang jhika berikan, namun jhika yang mengerti dengan kebingungan Al langsung menjelaskannya.
" itu siku tangan lu luka, obatin sendiri bisa kan? Nih buat lu, gue duluan ya takut di cariin nyokap gue" ucap jhika dengan memegang tangan Al dan memberikan handiplasnya dan langsung berlalu ke arah motor nya dan pergi meninggalkan Al yang masih diam memaku.
"jhika.. Nama yang indah" ucapnya dengan senyum yang nyaris tidak terlihat.
Berbeda dengan jhika setelah hampir 20 menit mengedarai sepeda motor kesayangannya sekarang dia sudah sampai di depan rumahnya, walaupun ada rasa takut di hatinya untuk masuk ke dalam rumah karena sudah terlambat 30 menit gara-gara insiden tadi. dia tetap melangkahkan kakinya dan berusaha serileks mungkin. dia langsung membuka pintu rumah sambil mengucapkan kata salam dan di sambut oleh ibunya.
"Assalamualaikum bu.." ucapnya dengan meraih tangan ibunya dan mencium punggung tangannya.
"Waaillaikumsalam, kamu kemana aja sih ko tumben telat?" tanya ibu pada jhika.
__ADS_1
"Oh tadi ban motor jhika bocor bu jadi terpaksa deh nyari bengkel dulu" ucapnya berbohong, karena jhika tidak mau membuat ibunya khawatir.
"Yaudah sekarang kamu bersih-bersih dan ganti baju sana" ucap ibu dengan lembut.
"Iya bu, jhika ke kamar dulu ya bu" ucap jhika yang berpamitan kepada ibunya.
Jhika pun berlalu pergi ke kamarnya, untuk membersihkan diri dan menganti bajunya. setelah jhika selesai membersihkan dirinya dia langsung memakai baju dan langsung membaringkan dirinya di atas tempat tidurnya namun tidak memejamkan matanya pikirannya masih kepada Al pria dingin dan cuek.
"Al Fahri, itu cowok kalo di fikir-fikir datar bener ya" ucap jhika dengan mengingat-ngingat sosok Al.
"Mana kalo ngomong singkat bener lagi, sampe gue sempet ngira dia bisu" ucapnya lagi.
"Ko gue jadi mikirin tuh bocah ya, mending gue tidur dari pada mikirin tuh bocah Es batu" Gumanya dan langsung memejamkan matanya.
Tak lama jhika pun tertidur dengan pulas dan menjelajahi alam mimpinya mungkin dia lelah sudah berhadapan dengan preman tadi.
__ADS_1
aku butuh dukungan kalian guys jangan lupa vote nya :)