
#Aku mulai meragukan hatiku sebab aku tak tau pada siapa hatiku berlabuh dan dengan siapa aku meluluh sebab rasanya sama.
Masih dengan posisi yang sama dan tanpa adanya pergerakan dari mereka hanya mata yang saling tatap, bila tatapan Cakra dan Al fokus pada Jhika, Jhika sendiri menatap bingung pada dua insan tampan yang ada di hadapannya. pasalnya mereka bertiga larut dalam pikiran masing-masing hingga akhirnya suara Penjaga perpustakaan menyadarkan lamunan mereka bertiga.
"Kalian tidak apa-apa" Tanyanya dengan raut wajah yang sudah panik.
"Tidak Bu kami baik-baik saja" ucap Cakra sambil membantu Jhika berdiri dengan kokoh sebab badan Jhika bila tak tertahan lengang Al dan Cakra sudah di pastikan jatuh ke bawah.
"Oh syukurlah" ucap Bu Eka penjaga perpustakaan sambil bernafas lega.
Setelah kejadian itu semua orang yang ada di perpustakaan berhamburan mendekati Jhika, Cakra dan Al termasuk teman kelas jhika yang memang sedang belajar di perpustakaan.
"Jhika lu gapapa kan?" Tanya Cindy dengan wajah khawatirnya
"Mana yang sakit?" Lanjut Salsa yang tak kalah panik.
"Ada yang luka ga?" ucap Cindy yang kembali bertanya lagi.
"Perlu di bawa ke rumah sakit?" tanya Salsa sambil memutar-mutar badan Jhika.
"Princess lu gapapa kan, Ayo kita ke rumah sakit sekarang" Ucap Brayn yang hendak menggendong Jhika.
"Ihhhhhh lepas" ucapnya sambil memberontak ketika akan di gendong Brany, "Kalian juga ngeselin banget sih, nanyanya satu-satu bisa kan, pusing gue" lanjutnya sambil melirik Salsa dan Cindy.
"Iya-iya maaf" ucap ketiganya bersamaan.
"Tapi lu gapapa kan jhik" Tanya Salsa kemabali masih dengan wajah khawatirnya.
"Engga gue gapapa ko" jawab Jhika dengan wajah yang terlihat lebih tenang.
"Syukur Alhamdulillah jhik gue ikutan panik masalahnya" Timpal Mina selaku ketua kelas yang sedari tadi baru mengeluarkan suaranya.
"Gue juga kaget tadi pas denger suara lu ngejerit" ucap Tanti yang ikut menimpali.
Ketika suasan perpustakaan sedang ricuh Jhika malah lingak-linguk mencari keberadaan seseorang, matanya menyapu semua ruangan perpustakaan namun orang yang di carinya tidak kunjung terlihat, Mungkin dia sudah pergi pikirnya.
"Hmm padahal gue belum ngucapin makasih, yaudahlah next time mungkin" ucapnya dalam hati.
"Karena perpustakaan harus di bereskan jadi untuk kalian semua boleh ke kelas masing-masing" ucap Bu Eka penjaga perpustakaan pada seluruh siswa yang ada di dalam perpustakaan.
Setelah mendengar pengumuman dari Bu Eka semua murid yang ada di dalam berhamburan keluar perpustakaan dan kembali ke kelas masing-masing.
__ADS_1
Sama halnya dengan Jhika dan kedua sahabatnya yang memutuskan untuk kembali ke kelasnya, Jhika berjalan dengan santai namun ketika melihat Cakra yang berjalan di depannya dengan jarak 5 meter Jhika mempercepat langkahnya untuk mengejar langkah Cakra.
"Cakrawala" teriaknya sambil berlari kecil sebab langkah Cakra terlalu besar jadi sulit untuk di kejar.
Cakra yang namanya di panggil pun seketika berhenti dan berbalik arah, Jhika yang masih berlari kecil pun mempercepatnya namun ketika jaraknya sudah dekat tiba-tiba kakinya terkilir sehingga menyebabkan dia menabrak badan Cakra, Cakra yang tak siappun jatuh bersama Jhika dengan posisi Cakra di bawah Jhika di atas.
Seketika keheningan antara Jhika dan Cakra kembali terjadi Jhika hanya menatap mata Cakra dengan lekat, sedangkan Cakra yang di tatap oleh Jhika merasa berdebar kencang.
"ini perasaan apa kenapa.... Ko aneh gini ya, Cakra ganteng banget kalo di liat dari Deket" Ucap Jhika dalam hati.
Sampai akhirnya suara Salsa dan Cindy mengejutkan keduanya.
"Jhika lu ko bisa jatuh sih" tanya Salsa dengan wajah khawatir. Jhika yang sedang melamunpun kaget langsung tersadar namun matanya kembali melihat ke arah Cakra yang saat ini berada di bawah badannya.
"Jhik lu gapapa kan?" tanya Cindy.
"Jhik berat" Ucap Cakra sambil menoleh ke pinggir dan berusaha menetralkan debaran jantungnya supaya tidak terdengar oleh Jhika.
"O ooh sorry cak" ucap Jhika sambil bangun dari atas badan Cakra
Cakra juga segera bangun dan merapikan bajunya.
"Cak gue mau bilang makasih dan maaf" Ucap Jhika dengan wajah sendu. "Makasih udah nolong gue tadi di perpus, dan maaf udah nabrak lu sampai jatuh" lanjutnya.
"Sorry banget ya tadi gue nabrak lu, sakit ya" Tanya Jhika masih dengan wajah sendunya.
"Gue gapapa jhik Santai aja, gue juga lakuin ini karena mama, gue ga mau di amuk mama kalo tau anak gadisnya kenapa-napa" jelas Cakra pada Jhika yang beralasan bila dia melakukan semuanya demi mamanya.
"Hmm maaf ya gue ngerepotin lu terus" ucap Jhika dengan masih dengan wajah sendunya.
"Udahlah minta maaf Mulu dari tadi emangnya lebaran apa" Ucap Cakra dengan nada sedikit jengah.
"Yakan gue ga enak sama lu cak" ucap Jhika dengan menundukkan kepalanya.
"Hah sejak kapan lu ga enak sama gue? udahlah mending lu ke kelas sana" Serunya pada Jhika.
"iya ayo jhik kita ke kelas" ucap Cindy
"Yaudah ayo" belum sempat melangkah Jhika sudah meringis kesakitan.
"Sakit" cicitnya pelan tapi masih bisa terdengar.
__ADS_1
Cakra yang melihat itupun jadi tak tega dan memutuskan untuk mengendong Jhika.
"Ck Jhika, Jhika ada aja tingkah nya, yaudah sini gue gendong" celoteh Cakra sambil menggendong Jhika di pundaknya, sedangkan Jhika tidak menolak sama sekali perlakuan Cakra.
"Kita bawa Jhika ke UKS aja cak" ucap Salsa pada Cakra.
"Yaudah iya, gue aja yang bawa kalian ke kelas aja buat izinin Jhika" Balas Cakra dengan berlalu pergi dari hadapan salsa dan Cindy tanpa mendengar jawaban dari mereka.
"Hih dasar Cakra Khan maen tinggal-tinggal aja" kesal Cindy.
"Udahlah kita ke kelas minta izin ke Miss Firly" Ucap Salsa sambil menarik tangan Cindy.
Sedangkan Cakra dan Jhika sudah sampai di UKS dan Langsung membaringkan Jhika di tempat tidur.
"Lu tunggu sini gue mau cari salep dulu buat kaku lu" seru Cakra.
Jhika hanya menganggukan kepalanya, Cakra pun mencari obat yang bisa di Gunakan untuk Jhika setelah menemukan obat tersebut Cakra langsung mengoleskannya pada kaki Jhika, setelah itu dia pamit pada Jhika sedangkan Jhika di tinggal di UKS.
"Gue pergi dulu, lu gausah masuk kelas, nanti pulang juga bareng gue" ucap Cakra pa Jhika sambil berlalu pergi tanpa mendengar ucapan dari Jhika.
"Hmm kebiasaan belum juga di jawab udah kabur duluan, untung sahabat gue" ucap Jhika yang memutuskan untuk membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Jika memutuskan untuk tidur namun ketika dia akan tertidur terdengar suara laki-laki terbatuk dari arah sebelah karena tertutup tirai dia tidak tau siapa orang tersebut, dan karena rasa penasarannya Jhika memutuskan untuk menggeser tirai tersebut namun saat sudah terbuka Jhika merasa terkejut pasalnya orang yang ada di hadapannya saat ini adalah orang yang tadi dia cari.
"Lu ko disini?" tanya Jhika dengan wajah kagetnya.
"Heeum" jawab Al singkat.
"Bisa gasih kalo ngomong sama gue tuh ga usah terlalu singkat, sebel deh gue" ucap Jhika dengan wajah yang berganti cemberut.
Sedangkan Al yang di omong begitu hanya diam tidak menjawab apapun tapi matanya menatap mata Jhika.
"Nah kan kalo ga singkat jawabnya pasti ga di jawab" kesal Jhika.
"Lu berisik" celetuknya sambil membuang pandangannya dari mata Jhika dan kembali menutup matanya.
"Hilih serah deh, Oh iya gue cuma mau mau bilang makasih sama lu Buat yang tadi" ucap Jhika dengan bersungguh-sungguh.
"iya sama-sama" jawab Al dengan masih setia memejamkan matanya.
"Hm cape gue, mending tidur lah" kesal Jhika yang langsung berbaring dan ikut menutup matanya.
__ADS_1
Saat Jhika menutup matanya Al kembali membuka mata dan menoleh ke arah gadis itu, dia memperhatikan Jhika dengan lekat sambil tersenyum dan tak lama dia kembali menutup matanya.
Jhika tuh sebenernya mau yang mana sih ko terkesan serakah ya padahal mah kita bagi dua aja, gapapa deh aku sama Babang Cakra juga jhik wkwk 😂