
bagaimana aku bisa menyukai hujan jika di setiap rintiknya selalu menghadirkan luka untuk ku.
Jhika Andeli
Malam ini Jhika sedang tidak melakukukan kegiatan apapun dia hanya berguling-guling di atas kasur, sambil terus menatap layar handphonenya entah apa yang dia lihat yang jelas sedari dia selesai makan malam dia memutuskan untuk pergi ke kamarnya.
Biasanya kegiatan dia di kamar selain menonton drama Korea dia akan menonton konten YouTube milik idola nya Byun Baekhyun EXO tidak seperti saat ini yang terlihat gusar lantaran menunggu pesan dari seseorang.
"ihkkkkkk kesel gue, dia dimana sih" Teriaknya frustasi.
"Masa gue chat duluan, dimana harga diri gue" ucapnya dengan lirih.
Ketika jhika sedang bergumam dengan diri sendiri tiba-tiba ada nama ada yang mengetuk pintu kamarnya.
"Tok...tok...tok"
"Siapa masuk" triaknya lantang.
orang yang ada di balik pintu pun langsung membuka pintu tersebut dan masuk ke dalam.
"Astaghfirullah jhika kamar kamu berantakan sekali" ucap wanita paru baya itu.
"Hmm ada apa Bu?" tanya jhika tanpa melihat wajah ibunya.
"Beresin dulu kamar kamu nak" ucap ibu Mila.
"Aihhh iya nanti Bu, ibu mau apa kesini?" tanyanya lagi.
"oh iya ibu Sampai lupa, ibu mau minta tolong dong ka, beliin obat ibu di apotek gih, ibu mau nyuruh Abang, Abangnya gaada" ucap Mila.
"Ah ibu, jhika tuh lagi males keluar rumah" celetuk jhika.
"Hmm kamu tega sama ibu nak" Ucap Mila dengan raut wajah sendu.
"Haiyahhh, yaudah deh bentar jhika ambil jaket dulu Bu" ucap jhika denga pasrah.
__ADS_1
"Iyah ibu tunggu di bawah" balas Mila sambil berlalu pergi meninggalkan jhika.
Jhika berjalan ke arah Wardrobe mengambil celana jeans pendek di atas lutut dan Hoodie berwarna Hitam. jhika lekas mengganti pakaiannya, setelah mengganti pakaiannya jhika turun ke bawah dan keluar rumah jhika berangkat menggunakan taksi online sebab motor kesayangannya sedang di bawa oleh Dimas sang Kaka. Sebenernya ada mobil tapi dia tidak begitu suka menggunakan mobil, terlebih jika harus menyetir sendiri. jhika sudah sampai di depan apotek dia segera membeli obat yang di butuhkan oleh ibu nya.
"Berapa mba?" Tanya jhika pada mba penjaga apotek tersebut.
"120 ribu kak" balasnya.
"ini mba, permisi" Ucap jhika sambil berlalu pergi meninggalkan apotek tersebut.
Jhika berdiri di depan parkiran apotek tersebut sambil mengotak-atik handphonenya untuk memesan taksi online, namun kegiatannya terhenti karena dia mendengar suara yang sangat amat dia kenali.
"Yaudah kita ke supermarket di depan dulu" ucap pria tampan yang terlihat mengobrol dengan seorang gadis sebayanya.
"Mm okey ayo" balas perempuan tersebut dengan manja.
Keduanya pergi berjalan ke arah supermarket yang ada di seberang jalan dan itu semua tak lepas dari pandangan jhika, jhika terus mengamati kedua sampai dia tersasar.
"Ternyata dia lagi sibuk, gue penasaran cewek itu siapa, kayanya gue ikutin dulu mereka deh" ucap jhika berjalan menyusul masuk kedalam supermarket tersebut.
"Al kamu pacaran ya sama Kakak kelas itu" tanya gadis itu pada Al.
"Engga" jawab Al singkat.
"Tapi ko keliatan Deket banget sih" balasnya dengan wajah cemberutnya.
"Kenapa? Cemburu?" tanya Al
"iyalah"
"Aku sama dia ga pacaran, cuma penasaran aja si" jawab Al tanpa ragu.
Sedangkan jhika yang mendengar itu semua merasa sakit hati, dari awal tak seharusnya dia berharap banyak pada pria tersebut karena Kenyataannya laki-laki itu tak benar-benar tulus padanya. dia semakin percaya bahwa tidak ada yang bisa di percaya lagi. Tak mau tahu lebih banyak lagi jhika memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu namun sebelum keluar dia sengaja membuka kupluk Hoodienya dan maskernya. Dan berjalan santai di depan pasangan yang entah statusnya apa. Dan itu membuat Al terkejut bukan hanya Al melainkan gadis yang sedang bersama Al pun ikut terkejut pasalnya dia tau jhika salah satu orang yang terkenal di sekolah mereka, karena gadis tersebut bersekolah di tempat yang sama jadi wajar kalau dia mengenal sosok jhika. tatapan Al bertemu dengan tatapan jhika namun tidak lama pasalnya jhika Langsung membuang tatapannya menjadi lurus ke arah depan. Sedangkan Al pria itu terlihat kaku, tak lama langkah jhika terhenti saat ada yang memanggil namanya.
"Kak jhika" Ucap gadis yang sedang bersama Al.
__ADS_1
jhika Berbalik badan lalu menjawab sapaan gadis tersebut dengan wajah datarnya.
"Siapa?" Tanya pada gadis tersebut.
"Hi kak Aku Caca yang waktu itu tanding basket sama kelas kakak" Ucap gadis tersebut dengan tersenyum hangat.
"Oh" Jawabannya singkat.
"Kakak ngapain di sini" Tanyanya pada jhika.
"Gue di suruh beli obat nyokap gue di apotek depan terus mampir supermarket dulu mau beli kebutuhan gue" Jawabnya Santai.
"Oh gitu sendiri Kak" tanya gadis tersebut dengan tingkah sksd dan jhika muak melihat itu semua.
"Iya, gue duluan, taksi onlinenya udah di depan" jawab jhika sambil berlalu pergi tanpa mendengar jawaban gadis tersebut.
Jhika berjalan tanpa menoleh ke belakang tatapannya terus lurus ke depan setelah sampai di luar supermarket tersebut langkahnya terhenti kembali saat tangannya di tarik seseorang yang tidak lain adalah Al.
"Ck apaan sih" ucap jhika dengan ketus.
"Aku mau ngomong sama kamu" balas pria tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Gue mau balik, lepas tangan gue" ucap jhika dengan wajah datarnya.
"Please dengerin aku dulu, kamu jangan salah faham aku....." belum sempat Al berbicara ucapnya di potong oleh jhika.
"Ga penting buat gue" ucap jhika sambil melepaskan celana tangan Al di lengannya dan berjalan kembali dan langkahnya kembali terhenti.
"Oh iya satu lagi anggap kita ga pernah kenal" ucapnya dan kembali berjalan meninggalkan Al sendirian.
Jhika berjalan tanpa arah pinggir trotoar jalan bersama dengan hujan yang tiba-tiba turun ke bumi jhika masih terus berjalan di bawah guyuran hujan tersebut tanpa sadar jika bajunya sudah basah dia hanya menggelengkan Hoodie , celana pendek dan sendal jepit.
Maaf ya aku jarang upload soalnya aku lagi dalam keadaan berduka, Doain Kakak aku ya semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT,
Aamiin ya rabballallamin :)
__ADS_1