Hati Tak Bernyawa

Hati Tak Bernyawa
Perpustakaan


__ADS_3

Setelah kemarin di hukum karena terlambat hari ini Jhika sampai di sekolah tepat waktu, dia tidak ingin di hukum lagi sudah cukup yang kemarin saja. Hari ini Jhika berangkat di antar oleh sang Kakak Dimas, walaupun sempat berdebat terlebih dahulu lantaran Dimas yang tak mau mengantarkannya dan menyuruhnya untuk berangkat bersama Cakra tetapi Jhika tidak mau berangkat dengan Cakra dan kekeh memaksa kakaknya untuk mengantarnya jika tidak mau dia mengancam untuk mengambil motornya yang di pinjam oleh Dimas, Dimas pun mau tidak mau mengiyakan keinginan sang adik.


Hari ini Jhika dan kelasnya akan melaksanakan belajar di perpustakaan untuk menganalisis sebuah novel yang di tugaskan oleh guru bahasa Indonesia mereka. Dan untuk mengerjakan tugas tersebut guru bahasa Indonesianya telah membagi kelompok yang terdiri dari 5 orang perkelompok seperti saat ini Jhika dan kelompoknya sedang fokus terhadap tugasnya, Jhika di kelompokan dengan Salsa,Mina, Cakra, dan Brany. sedangkan Cindy terpisah dari Jhika dan Salsa.


"Hm pusing gue, mau apa yang di analisa coba" ucap salsa dengan wajah malas.


"Ya yang ada di dalam novel ini lah sal" ucap Mina sembari fokus ke buku di tangannya.


"Heh Cakra Khan lu jangan molor Bae ya cepet bantu kita" Celetuk Jhika pada Cakra yang sedari tadi melipatkan kedua tangan pada meja.


"Siapa yang tidur jhik orang gue cuma merem doang" jawab Cakra masih dengan posisi yang sama.


"Sama aja oon lu ya, kesel Mulu gue dari kemarin sama lu" ocehnya dengan sinis.


"Yaelah kab gue udah minta maaf, di ungkit Mulu perasaan" jawab Cakra yang langsung membuka matanya dan mengubah posisi duduknya menjadi tegap.


"Hm berantem lagi, heran sama kalian kalo ketemu gelud Mulu, kalo gaada nyariin" celetuk Salsa yang sedari tadi menyaksikan perdebatan antara Jhika dan Cakra.


"Udah-udah kalian jangan berantem dong, kita tuh satu kelompok harus kompak lah" ucap Mina yang berusaha melerai perdebatan mereka.


"Lagian lu ngalah Napa cak sama princess gue" ucap Brayn sambil tersenyum manis ke arah Jhika.


"Lu juga ga usah princess-princessan Mulu emang kita lagi ada di negri dongeng apa" kesal Jhika pada Brayn.


"Aelah jangan ngambek dong Jhik nanti ga cantik lagi loh" Ucap Brayn sambil meledek Jhika.


"Emang kenapa kalo gue ga cantik, masalahnya apa, perduli amet cantik apa engganya gue ga perduli, bodoamett lah" jelas Jhika pada Brayn.


"Hm nenek-nenek dari tadi ngoceh Mulu lu Jhik" sindir Cakra.


"Berisik lu cak lontong" Ucap Jhika sambil melirik tajam pada Cakra.


"Udah cukup jangan berdebat lagi dari pada kita di tegur sama penjaga perpustakaan mending kita kerjain tugas kita sekarang juga" Ucap Mina dengan tegas.


"Iya-iya maaf" ucap Jhika, Cakra dan Brany bersamaan.


Setelah perdebatan itu, mereka kembali fokus pada tugas kelompoknya sampai akhirnya terdengar suara yang sangat familiar di telinga Jhika dan membuat Jhika menoleh kepada orang tersebut.

__ADS_1


"Permisi Bu saya di tugaskan oleh Bu. indri untuk menaruh buku ini" Ucapnya dengan suara khasnya pada penjaga perpustakaan.


"Oh iya, silahkan letakan di rak belakang dengan rapih ya" jawab si penjaga perpustakaan.


Laki-laki itu berjalan melewati Jhika dan teman-temannya tanpa menoleh di sekelilingnya, sampai dia tak sadar jika sekarang sedang menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di perpustakaan salah satunya adalah Jhika yang sedari tadi memperhatikan Al dengan lekat, iya lelaki itu adalah Al adik kelas jhika yang diam-diam berhasil mencuri perhatian Jhika Andeli.


"Jhik bukannya itu si Al yah?" tanya Salsa dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh Mina, Cakra, dan Brany.


"Iya terus kenapa" jawab Jhika dengan santai.


"Gapapa sih cuma mau bilang dia ganteng banget ya kalo di pikir-pikir" celetuk Salsa sambil tersenyum membayangkan wajah Al.


"Biasa aja kali Sal" timpal Jhika dengan suara rendah.


"Bukannya itu anak kelas X yang kemarin-kemarin tanding basket sama gue ya" tanya Brayn dengan penuh seledik.


"Iya bener" jawab Mina dengan singkat.


Al yang sedari tadi seperti ada yang memperhatikan, dia pun melihat sekelilingnya hingga matanya melihat sosok gadis cantik yang beberapa hari ini memenuhi pikirannya, dia adalah Jhika gadis yang menurutnya unik.


Jhika pun langsung menoleh ke arah Al dan seketika netranya bertemu dengan netra Al, lama mereka saling bertatapan, hingga akhirnya sebuah suara membalikkan kesadaran Jhika siapa lagi kalau bukan Cakra.


"Ekhem, kita mau belajar kelompok apa mau gosip sih" tanya Cakra dengan nada menyindirnya.


"Apaan sih lu ganggu Mulu cak" kesal Salsa dengan wajah yang sudah cemberut.


"ya kalian bukannya ngerjain tugas malah genit sama Adik kelas iya ga Rayn" ucapnya sambil melihat ke arah Brayn seakan-akan minta pembenaran dari Brayn.


"Iya gue setuju sama Cakra" ucap Brayn yang membenarkan ucapan Cakra.


"Elehhh bilang aja lu berdua sirik" kesal Salsa yang tak mau kalah.


"Lah apa yang di sirikin coba gue ganteng gini" ucap Cakra dengan penuh percaya diri.


"ganteng apanya coba" Ucap Jhika yang ikut menimpali.


"Bodoamett buktinya gue jadi idaman adik kelas sama kakel" jawabnya dengan Santai.

__ADS_1


"Hey kalian ibu perhatikan dari tadi sepertinya berisik sekali ya" ucap penjaga perpustakaan yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka, seketika mereka Jhika dan Cakra bungkam.


"Eh maaf ya Bu" cicit Mina dengan wajah paniknya.


"Iyah saya maafkan tapi jika kalian berisik lagi mending keluar dari sini" tegas penjaga perpustakaan itu sambil melangkahkan kaki pergi ke tempatnya.


"Tuh kan kalian sih berantem Mulu" kesal Mina pada 4 temannya yang sedari tadi berdebat.


"Iya iya kita minta maaf deh" ucap salsa dengan wajah bersalahnya.


"Hm gini aja deh Jhika sama Cakra sana nyari buku lagi di rak belakang, Gue sama Brayn dan salsa disini ngerjain tugas" usul Mina pada teman-temannya.


"Kenapa harus sama Cakra sih" tanya Jhika dengan malas dia berjalan ke arah rak belakang.


"Hm emng lu aja yang males gue juga kali" ucap Cakra yang tak mau kalah dengan Jhika sambil melangkahkan kakinya mengikuti Jhika dari belakang.


"Unik kan mereka bilang gamau bareng tapi tetep aja pergi padahal bisa aja protes" ucap Mina dengan tersenyum lucu.


"Yah namanya juga Cakra sama Jhika kaya ga tau mereka aja kan emang gitu" jawab Salsa yang sudah tau karakter jhika dan Cakra.


Jhika dan Cakra ke rak belakang untuk mencari novel baru untuk jadi bahan analisis kelompok mereka, setelah sampai di sana Jhika dan Cakra melihat sekeliling rak, hingga akhirnya Jhika menemukan buku yang di cari Namun letaknya sangat tinggi karena buku tersebut berada di rak paling atas.


"Aduh susah banget sih ngambilnya" ucap Jhika dengan melompat lompat ke atas.


"Nahkan akhirnya dapet juga nih buka" ucapnya dengan senang akhirnya usahanya tidak sia-sia,


Jhika pun berjalan ke arah depan meninggalkan rak tersebut namun belum juga melangkahkan kakinya rak yang ada di sampingnya seperti akan roboh tapi Jhika tidak menyadari itu, sampai suara Cakra dan Al tiba-tiba mengejutkan Jhika dan para penghuni perpustakaan lainya karena pasalnya mereka berdua berteriak dengan kencang.


"Jhika awas" teriak Al dan Cakra bersamaan sambil berlari kencang ke arah Jhika.


Jhika yang baru sadar langsung berteriak kencang sambil memejamkan matanya.


"Aaaaaahhhhhhhhhh" namun badannya dengan cepat di tarik oleh dan Cakra bersamaan sehingga menyebabkan dia terjatuh di pelukan Cakra dan Al.


Rak buku itu pun jatuh tanpa menipa siapapun tapi yang jadi permasalahan sekarang ketika Jhika membuka matanya dia merasa shock sebab sekarang dia sedang berada di pelukan dua lelaki tampan yang saat ini sedang menatap matanya dengan wajah yang terlihat sangat khawatir itu juga tak luput dari pandangan semua orang.


Seketika pengen jadi Jhika dong aku jatuh di pelukan Cakra sama Al gemes ga sihhh 🤧

__ADS_1


__ADS_2