
#kamu begitu hebat membuat jantung ku berdetak kencang, kamu selalu hebat dalam hal membuatku salah tingkah.
Setelah pulang sekolah Jhika di sibukkan dengan kegiatannya, dari mulai perawatan, mencari pakaian, dia benar-benar menyiapkan segalanya untuk bertemu Al, memikirkannya membuat pipi Jhika memerah secara tiba-tiba. Dia tidak bisa membayangkan rasanya seperti terlalu cepat sebab fikirnya baru kemarin dia bertemu dengan Al sekarang terasa sangat dekat. pasalnya dia sulit beradaptasi dengan orang-orang baru karena dia tidak mudah percaya tapi ini semuanya seakan tiba-tiba perasaan yang tumbuh di hatinya datang di waktu yang cepat yah begitulah perasaan sulit untuk di tebak dan tidak mudah untuk di atur.
"Hm gue pake baju apa yah" celoteh Jhika sambil mengacak-acak pakaian yang ada di almari nya.
"Pake dress aja kali ya" Ucap lagi.
"Ih masa gue pake dress sih kan bukan style gue banget" ucapnya kembali bermonolog sendiri.
Jhika semakin pusing pasalnya dia belum menemukan pakaian yang cocok untuknya, sebab dia hanya ingin terlihat cantik di mata Al malam ini tapi dia juga bingung, Dia berfikir keras sampai tak terasa matanya mengantuk sampai tak terasa dia tertidur pulas tanpa mengingat tujuan awalnya,. Jhika seakan-akan lupa dengan janji yang sudah di buatnya malam ini, kamar Jhika yang semula rapi sekarang menjadi berantakan akibat baju berserakan di mana-mana.
waktu telah menunjukkan pukul lima sore sedangkan Jhika masih menutup matanya rapat-rapat, dia seakan enggan untuk membuka matanya, mimpinya terlalu indah untuk di akhiri mungkin pikirnya seperti itu. Namun tak lama ada sebuah ketukan pintu yang menyadarkannya dari mimpi indahnya.
"Tok....tok..tokk" Suara ketukan pintu terdengar begitu nyaring di telinga Jhika tapi Jhika masih tetap setia memejamkan matanya.
Tak ada jawaban dari sang pemilik kamar tak lama terdengar suara di balik pintu tersebut dengan mamnggil nama sang pemilik kamar.
"Jhika, ibu masuk ya" Ucapnya di balik pintu sambil membuka knop pintu.
Setelah masuk ke dalam ruangan tersebut bola matanya melotot seperti ingin keluar lantaran melihat baju berserakan di lantai. seketika dengan cepat dia melangkahkan kakinya ke arah Jhika yang sedang asik tertidur.
"Jhika bangun sudah sore" Ucap Mila dengan lantang.
Seketika ada pergerakan dari Jhika dengan mata masih terpejam dia berceloteh pada ibunya.
"Jhika ngantuk Bu" ucapnya masih dengan keadaan yang sama.
"Ini sudah jam 5 sore kamu harus bangun, terus ini kenapa baju kamu berantakan" crocos Mila dengan kesal.
Seketika Ucapan ibunya langsung membuatnya teringat bahwa dia memiliki janji dengan seseorang tepat jam 19.00 malam.
__ADS_1
"Apa Bu jam 5 yang bener aja" Ucapnya dengan panik dan langsung pergi menuju kamar mandinya.
"Jhika ini baju yang berantakan gimana" tanya Mila sambil berteriak pasalnya Jhika langsung ngabrit ke kamar mandi.
"Iya nanti Jhika beresin Bu" teriaknya dari dalam bilik kamar mandi.
"Hm dasar jhika, jhika ada aja tingkahnya" celetuk Mila sambil berlalu pergi meninggalkan kamar Jhika.
Beberapa menit kemudian Jhika sudah mandi dia segera memakai pakaian yang tadi dia pilih, dia memilih memakai pakaian yang simpel jaket jeans dan celana pendek jeans dengan T-shirt Putih di dalamnya.
kurang lebih seperti itu.
Waktu berlalu Jhika sudah siap jam juga sudah menunjukkan jam tujuh kurang 5 menit dia berusaha menghubungi Al, belum sempat menghubungi pintu kamarnya sudah kembali di ketuk.
"Tok.. tok.. tok non Jhika" ucap seorang wanita parubaya yang tak lain Bi Tinah art Jhika.
"Oh itu non, Di bawah ada temannya non" ucap Bu Tinah dengan sopan.
"Oh iya bi Jhika sebentar lagi turun" balasnya dengan tersenyum ramah.
Dia bisa menebak siapa yang datang pasti Al pikirnya, Jhika bergegas ke bawah dengan berjalan perlahan, hingga sampai di bawah netranya menatap kedua laki-laki yang saat ini sedang berbincang-bincang seketika wajahnya mendadak panik sebab dia baru ingat jika sang kakak Dimas adalah orang yang rumit, dia orang yang paling posesif pada Jhika, jadi bila ada laki-laki yang berusaha mendekatinya atau menyukainya Dimas akan mencari tau seluk beluk pria tersebut.
Tapi jika di pikir-pikir Dimas dan Al terlihat seperti sudah sangat akrab pasalnya sekarang mereka sedang mengobrol dengan Santai Jhika yang melihat kejadian tersebut merasa bingung ketika dia sudah sampai di hadapan mereka Jhika Langsung menyapa keduanya.
"Hi bang" sapa Jhika pada Dimas dengan wajah yang masih was-was.
"Hi" sapanya pada Al yang sedari tadi memperhatikannya dengan lekat.
"Hi juga" Balas Al masih dengan memperhatikan Jhika.
__ADS_1
"Ekhem, ga di anggap nih" celetuk Dimas dengan nada menyindir.
"Eh bang, Mm Jhika izin keluar sama dia boleh ga" ucap Jhika dengan pelan sebab dia takut Dimas marah.
"Boleh asal jangan malem-malem, dan lu Al ati-ati bawa mobilnya" balas Dimas pada Jhika dan Al.
Jhika yang mendengar jawaban dari Dimas seketika senang sekaligus terkejut, pasalnya Dimas memberikan izin dengan mudah kepadanya, biasanya dia hanya boleh keluar dengan Dimas atau Cakra sedangkan sekarang sangat mudah.
"Siap bang gue pamit ya" Ucapnya dengan sangat santai pada Dimas.
"Sip, udah Sono nanti kemaleman" balas Dimas sambil berlalu pergi.
Ketika Dimas sudah pergi meninggalkan mereka berdua keduanya sempat terdiam sampai Al mendekat ke arah Jhika lalu dengan cepat menggandeng tangan Jhika sambil berlalu pergi keluar rumah.
Jhika yang di perlakukan seperti itu jantungnya merasa berdegup kencang, pipinya merona namun dia hanya menundukan kepalanya. tanpa sadar keduanya sudah ada di depan mobilnya Al, Al melepaskan gandengan tangannya lalu beranjak membuka pintu mobilnya.
"Ayo masuk" ucap Al pada Jhika.
"Mm iya" Ucap Jhika dengan pelan.
Jhika sudah masuk kedalam mobil Al, begitupun Al langsung masuk ke dalam mobilnya, ketika keduanya sudah ada di dalam mobil tapi Al langsung menyalakan mesin mobilnya lalu meninggalkan pekarangan rumah Jhika. di sepanjang perjalanan Al terus menatap ke arah Jhika, dan membuat Jhika semakin salah tingkah pasalnya Al malam ini sangat tampan.
oufit Al sekarang.
"Mm kita mau kemana?" tanya Jhika pada Al.
"Mau kencan" balas Al dengan singkat.
Seketika Ucapan Al membuat Jhika kembali berdetak kencang, dan langsung menoleh ke arah Al, Al juga menoleh ke arah Jhika seketika tatapan keduanya bertemu, Jhika Langsung membuang tatapannya ke arah luar mobil malam ini Jhika benar-benar salah tingkah.
__ADS_1
Ikut deg-degan akutuuuu hehe gemes gasih kalian, segini dulu ya :)