
Hal yang paling menyakitkan dari di benci adalah di *****abaikan*****.
Jhika Andeli_
Panas matahari siang ini sangat menyengat membuat siapapun bermalas-malasan untuk keluar dan memilih diam di ruangan ber-Ac, sebab cuacanya memang sangat mendukung. jika orang-orang malas beraktivitas berbeda dengan gadis yang berparas cantik ini sebab dia masih terlihat sangat energik berbeda dengan kedua temannya yang terlihat lesu dan malas.
"Jhik lu ga cape apa?" ucap Cindy dengan wajah di tekut.
"Cape apaan gue kan ga lagi lomba lari" jawab jhika dengan tenang.
"Hilih, maksudnya gue tuh lu ga ngerasain lemes apa? sedangkan cuaca panas banget kaya gini" balas Cindy dengan nada jutek.
"Emang lu ga ngerasa kepanasan ya jhik" timpal Salsa.
"Ya panas tapi suasana hati gue lagi Adem jadi ga kerasa panas" jawab jhika dengan senyum mereka di bibirnya.
"Gue lupa kalo lagi ngobrol sama orang yang lagi jatuh cinta" celoteh Salsa dengan malas.
"lu kan tau Sal klo orang yang lagi kasmaran gimana, t*i kucing aja rasanya nikmat" ucap Cindy asal.
"Gila, ga gitu juga kali" ucap jhika dengan Sinis.
Ketika mereka sedang berdebat sesuatu hal yang tidak terlalu penting untuk di perdebatkan dan berjalan bersama ke arah parkiran, jhika melihat laki-laki yang selama satu bulan ini jarang bertemu dengannya siapa lagi jika bukan Cakra. Cakra berjalan tepat di depan gadis itu.
"Woy Cakrawala" panggil jhika dengan lantang.
Sedangkan yang di panggil namanya langsung berhenti berjalan dan membalikkan badannya. Namun ketika dia membalikkan badan dia langsung menghela nafasnya.
"Apa?" jawabnya dengan wajah datar.
"Gue mau ngomong sama lu sekaligus ikut nebeng pulang" Jawab jhika dengan menampilkan senyum manisnya.
"Gue ga bisa, ada perlu sama si trio" jawabnya asal dan langsung menarik tangan trio yang kebetulan lewat di hadapan mereka.
"Woy apaan nih main tarik-tarik bae sakit ege" ucap trio dengan kesal.
"Yaudah deh nanti gue ke rumah lu aja" ucap jhika dengan wajah yang sulit di artikan.
"Gue ga janji pulang cepet" Jawabannya sambil berlalu pergi meninggalkan jhika sambil terus menarik lengan Trio.
__ADS_1
"Woy lah cak, gue udah kaya kambing di tarik -tarik terus ini" kesal Trio.
"Sorry and thank Tri, udah bantu gue ngehindar dari mereka" balas Cakra masih dengan wajah datarnya.
"Lu musuhan ya sama si jhika" Tanya Trio dengan wajah penasaran.
"Kaga, gue duluan ya" Jawabannya singkat dan langsung berlalu menuju mobilnya.
"Lah itu anak ngapa sekarang jadi gitu ya heran gue ketempelan apa coba, jadi merinding gue" guman Trio sambil brigidikan.
Sedangkan jhika masih diam mematung di tempatnya sambil memperhatikan Cakra sahabat masa kecilnya yang bersikap semakin aneh, dia baru menyadari bahwa sikap Cakra berbeda, dari cara dia berbicara dan bersikap semuanya terasa dingin, sedangkan dia tau bahwa Cakra yang dia kenal bukan Cakra yang seperti itu meskipun Cakra orang yang cuek namun masih bisa bersikap hangat dan humoris bila sedang bersama orang yang dia kenal apalagi bila sudah bersama dengannya bukan hanya humoris dia menunjukkan semua sikapnya yang orang lain tidak tahu, rasanya jhika masih shock di perlakukan seperti itu oleh Cakra hingga menimbulkan banyak pertanyaan di otaknya.
"Woy bengong mulu lu" ucap Salsa yang menyadarkan jhika dari lamunannya.
"Tau lu jhik kesurupan bahaya dong" celoteh Cindy yang ikut menimpali ucapan Salsa.
"Aelah kalian berdua emang ngeselin ya, ngagetin gue Mulu" Kesal jhika dengan wajah cemberutnya.
"Noh Dede gemesh lu udah nungguin dari tadi" ucap Cindy dengan menunjuk ke arah Al yang memang sudah ada di samping jhika entah sejak kapan.
"Tau ganteng-ganteng di anggurin, sini dek sama Kakak cantik aja" ucap Salsa sambil tersenyum menggoda kearah Al.
"Aelah canda kali jhik Vis dong" jawab Salsa sambil mengangkat kedua jarinya menjadi huruf V.
"Ati-ati lu sal, gue ga ikutan ya jhik" celoteh Cindy yang ikut mengompori keduanya.
"Parah lu Cin malah ngomporin lagi, udah ya gue minta maaf deh, kita pamit ya jhika cantik by" jawab Salsa sambil menarik tangan Cindy.
"Ada-ada aja kelakuan" guman jhika yang masih terdengar oleh Al.
"itu muka cemberut Mulu ayo pulang" ucap Al sambil menggandeng tangan jhika menuju arah parkiran.
Yah jhika hari ini tidak membawa kendaraan sebab waktu pagi dia berangkat bersama dengan Al, Al memang sering mengantar jemput jhika.
"Hm yaudah ayo" ucapnya sambil berjalan mengikuti Al.
"Untung gue tadi belum bilang mau balik bareng Cakra, jadi ga di tinggal deh" Ucap jhika dalam hati.
Al dan jhika sudah masuk kedalam mobil dan Al langsung melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di dalam mobil terasa hening jhika yang biasanya banyak bicara mendadak diam dan lebih memilih untuk melamun, sebab dia masih memikirkan sikap Cakra yang tiba-tiba berubah. Namun lamunannya mendadak buyar sebab pria di sampingnya yang sedari tadi memperhatikan tingkah jhika yang sedikit aneh langsung membuka obrolan"
__ADS_1
"Ekhm, kenapa? Masih marah?" tanya pria tersebut.
"Akh kenapa Al?" ucap jhika dengan bertanya balik kepada pria tersebut.
"Kamu kenapa, ngelamunin apa? marah sama aku?" ucap Al yang mengulang pertanyaannya.
"Oh aku gapapa ko hehe" jawab jhika sambil tersenyum manis ke arah Al.
"Oh okey" Ucap Al dengan singkat.
Setelahnya tidak ada obrolan lagi di antara keduanya sebab Al kembali fokus ke arah jalan sedangkan jhika lebih memilih melamun lagi sampai tak lama Al menghentikan mobilnya tepat di depan rumah jhika.
"Al makasih ya" ucap jhika sambil membuka seatbelt nya.
"Iyah sama-sama" jawab Al sambil tersenyum.
"Oh iya besok aku bawa kendaraan sendiri aja ya soalnya Pulangnya aku mau ada tugas kelompok" ucap jhika pada Al.
"Okey berarti besok aku ga jemput ya" balas Al.
"Iya, yaudah aku masuk ya, kamu hati-hati di jalan" ucap jhika yang langsung turun dari mobilnya Al.
"Iyah udah sana masuk"
"babayy" balas jhika dengan menutup pintu mobil Al, sedangkan Al segera melajukan mobilnya kembali.
Ketika hendak masuk kedalam pekarangan rumah jhika melihat mobil sport hitam memasuki pekarangan rumah tetangganya dia sangat hapal dengan pemilik mobil tersebut, siapa lagi kalau bukan Cakra sahabatnya.
"Lah itu bocah katanya tadi ada urusan, ko sekarang udah balik aja sih" guman jhika dengan wajah yang sulit di artikan.
"Apa dia bohong ya sama gue, ga bisa Pokoknya gue harus ngomong sama ni anak dakjal" ucapnya dengan Sinis.
Setelah itu jhika masuk kedalam rumahnya sambil memikirkan sikap Cakra yang semakin kesini semakin berubah. Sedangkan Cakra yang baru turun dari mobil melihat ke arah rumah jhika dengan menghela nafasnya.
"Hmmm sorry jhik" ucapnya sambil berjalan masuk kedalam rumahnya.
Makasih yang udah mau baca karya aku, maaf juga sama kalian aku update nya rada lama, emng konsepnya slow up gitu, aku gamau terburu-buru takut ceritanya ga nyambung dan ga bisa di nikmati sama kalian semua. maklumin juga ya kakak-kakak soalnya aku masih belajar dan banyak kurangnya jadi masih takut salah karena ini emang karya pertama aku jadi aku bener-bener minta dukungan kalian semua 🤗🤗🤗
Good night ya kalian yang mau tidur have a nice dream :)
__ADS_1