Hati Tak Bernyawa

Hati Tak Bernyawa
Canggung


__ADS_3

#aku benci situasi ini, situasi dimana aku ada di sisimu namun kamu seolah-olah acuh tak acuh_Jhika Andeli


Sedari tadi tidak ada pembicaraan apapun di antara Jhika dan Al, Jhika yang biasanya banyak bicara kali ini mendadak kalem entah kenapa, yang jelas semuanya terlihat jelas bahwa mereka begitu canggung.


Sampai saat ini tidak ada obrolan dari mereka hingga akhirnya Al mengalah untuk mengeluarkan suaranya dengan alasan menanyakan alamat rumah Jhika.


"Alamat lu dimana?" Singkatnya dengan wajah datarnya.


Jhika yang tiba-tiba di tanya langsung terkejut pasalnya saat ini dia sedang melamun dan melihat-lihat jalanan tapi dia masih bisa mengendalikan diri untuk tidak terlihat jelas bahwa dia sedang terkejut Jhika yang dapat pertanyaan itu langsung menoleh pada Al dan berusaha menormalkan rasa keterkejutannya.


"Cempaka village jl. Kenanga no.3" jawab Jhika dengan suara rendah tapi masih bisa di dengar oleh Al.


Al hanya menganggukan kepalanya tampa menjawab ucapan Jhika, dia kembali fokus pada jalanan. Jhika yang merasa di acuhkan kembali sangat kesal tapi dia masih bisa bersikap biasa saja di depan Al lebih tepatnya dia berusaha bodoamet anggap saja sekarang dia sedang menjadi penumpang dan Al adalah supirnya toh dia juga memang tak terlalu dekat juga dengan Al pikirnya.


Ketika sedang asik dengan dunia sendiri tiba-tiba Jhika teringat sesuatu yaitu nasib motornya.


"Oh iya Al nasib motor gue gimana ya?" Tanyanya dengan pelan


"Udah di bengkel" jawabnya singkat


"Oh iya makasih" jawab Jhika dengan singkat karena dia bingung harus berbicara apalagi.


"Mana nomer lu?" Ucap Al pada Jhika dengan tenang.


"H hahh apa?" Lagi lagi Jhika terkejut dengan pertanyaan Al tapi ini lebih mengejutkan dari yang sebelumnya.


"Kalo motor lu udah beres gue chat" jawab Al agar Jhika tak salah paham.


"O ohh iya sini hp lu" jawab Jhika sambil mengulurkan tangannya untuk meminta hp Al.


Lalu tidak butuh waktu lama Al langsung menyodorkan handphone miliknya kepada Jhika, dan Jhika langsung menerimanya dan mulai mengetik nomer handphone miliknya di handphone milik Al.

__ADS_1


"Nih handphone lu" ucap Jhika sambil menyodorkan kembali handphone milik Al kepada Al.


"Iya, udah sampe" ucap Al sambil menghentikan laju mobilnya karena mereka sudah sampai tujuan yaitu rumah Jhika.


"Oh iya gue turun, makasih ya Al" ucapnya dengan senyum manis di bibirnya. "Oh itu tadi nomernya belum gue kasih nama" lanjut Jhika yang masih berdiri di pinggir mobil Al.


"Iyah" jawabannya singkat tapi matanya masih menatap wajah Jhika yang saat ini masih tersenyum manis kepadanya.


"Yaudah gue masuk dulu, lu ati-ati ya di jalan" ucap Jhika sambil melambaikan tangan kepada Al.


Al tak menjawab apapun dia hanya menganggukkan kepalanya sambil berlalu pergi dari halaman rumah Jhika serta menyalakan suara tlakson mobilnya.


"Aihhhhhhh itu anak bener-bener melebihi pinguin kutub Utara, dingin banget anjir" ucap Jhika sambil melangkahkan kaki ke dalam halaman rumahnya namun belum sempat masuk dia mendengar suara pengacau di hidupnya siapa lagi kalau bukan Cakra.


"Woy dari mana aja lu baru pulang" ucap Cakra dari arah balkon karena pasalnya posisi Cakra sekarang sedang ada di atas balkon kamarnya.


"Ngapain lu di atas sono? kepo banget deh pengen tau Mulu urusan orang" jawab Jhika dengan sedikit berteriak agar bisa di dengar oleh Cakra.


"Siapa?" Jawab Jhika dengan nada sinis.


"Ya lu lah masa gue" jawab Cakra dengan tertawa renyah.


"Yang nanya!! udah ah gue males ladenin orang ga jelas kaya lu, mending gue makan" jawab Jhika masih dengan muka judesnya.


"Lu tuh orang yang ga jelas, dasar jhikol sayur kol" ejek Cakra dengan menjulurkan lidahnya bagaikan anak kecil.


"Dasar cak lontong" ejek Jhika yang tak mau kalah dengan Cakra.


"Lontong di makan enak jhik Hahaha" ucap Cakra sambil terus tertawa meledek sampai akhirnya membuat jhika kesal.


"Iiiihhhhhhhhhhh Akasha Cakrawala" kesal Jhika sambil menghentak-hentakan kakinya layaknya anak kecil yang sedang merengek minta mainan.

__ADS_1


"Iyah apa Jhika Andeli eh salah jhikol sayur kol Hahahaha" tawa Cakra kembali menggelegar dan itu semakin membuat jhika kesal.


"Gue lempar ya pake sepatu" ucap Jhika yang sudah sangat kesal sambil berusaha membuka sepatunya namun belum sempat terlepas dari kakinya tiba-tiba ada suara yang sangat familiar di telinga nya memanggil namanya.


"Jhika kamu ngapain di situ bukannya masuk" ucap wanita parubaya Namum masih terlihat muda, ya dia adalah ibu dari seorang Jhika yakni Bu Mila


"Ini mau masuk Bu tapi di godain setan" jawabnya asal sambil melirik ke arah Cakra, namun yang di lirik sama sekali tidak perduli.


"Hus kamu kalo bicara sembarangan aja, jangan kaya gitu ga baik" ucap ibu Jhika dengan lembut.


"Bener tuh Bu ga baik ya Bu" Bukan Jhika yang jawab melainkan Cakra.


"Kamu juga disitu lagi ngapain Cakra" Tanya ibu Mila orang tua Jhika.


"Cakra mah lagi godain singa betina Bu" jawabannya dengan santai tapi tetap seperti nada mengejek.


"Tuhkan Bu si Cak lontong ini ngeselin banget kan" jawab Jhika sambil mengadu layaknya anak kecil.


"Udah-udah dari tadi tuh suara kalian kedengaran sampe kemana-mana tau, kalian mau di Samperin sama tetangga lainnya" ucap Mila menengahi perdebatan keduanya.


"Cakra duluan Bu bukan Jhika" ucap Jhika membela diri.


"Hmmm gue Mulu perasaan jhik" ucap Cakra dengan wajah so sedihnya.


"Jhika kamu masuk rumah sekarang, dan kamu Cakra masuk kamar kamu sekarang juga" terang Mila pada Cakra dan Jhika.


"Iya Bu" jawab Jhika dan Cakra bersamaan sambil melangkahkan kakinya masing-masing untuk masuk kedalam rumahnya masing-masing.


"Heran deh sama itu anak dua kerjanya berantem terus pusing saya, lama-lama saya nikahin juga deh" ucap ibunya Jhika yang masih bermonolog sendiri.


Sedangkan Jhika dan Cakra sudah pergi ke tujuannya masing-masing. Pada kenyataannya antara Jhika dan Cakra memang seperti itu sering sekali adu argument, dan saling meledek satu sama lain tapi mereka akan sama-sama merasa kehilangan kalo salah satu dari mereka berjauhan.

__ADS_1


Jhika yang terkenal humoris, dewasa, dan bodoametan, simpel dan ga neko-neko di kalangan teman-teman lainnya berbeda jika sudah berhadapan dengan Cakra dia akan menunjukkan sikap ke kanak-kanakannya begitupun sebaliknya Cakra yang terkenal stay cool, di depan khalayak dia akan menampilkan sikap usilnya jika berhadapan dengan Jhika.


__ADS_2