Hati Tak Bernyawa

Hati Tak Bernyawa
Manis.


__ADS_3

Saat ini Jhika sedang bingung sebab dia tidak tau harus membalas apa pada Al, Berkali-kali dia mengetik tapi setelahnya di hapus kembali Jhika melakukan itu dengan berulang-ulang.


Jhika masih berkutat dengan telepon genggam miliknya sambil berpikir keras dia harus bagaimana menyikapi Al pasalnya dia sudah lama tidak berdekatan dengan pria, dia hanya dekat dengan Cakra itupun dia hanya menganggapnya sebagai sahabat.


"Hm gue bales apaan ya, ko gue jadi grogi gini" Ucapnya yang sedari tadi bermonolog sendiri.


"Udah lah gue bales aja, mendingan. Tapi kesannya jutek amet ga sih" lanjutnya dengan berfikir.


Belum sempat membalas sudah ada Pesan masuk lagi dari Al dan berhasil membuat Jhika semakin tak karuan.


"ko ga di bales cuma di read?" Tanya Al dari sebrang sana.


"eh gue udah mendingan ko😊" Balas Jhika Dengan menyematkan emot senyum di pesannya.


"Gue ko pake ngirim emot segala sih, pasti dia mikir yang engga-engga" ucapnya dengan wajah resah.


"syukur kalo udah sembuh 🙂" Balas Al dengan sama-sama mengirimkan emot senyum dan itu semakin membuat Jhika panas dingin.


Saat ini jantung Jhika berdegup kencang seperti sedang berdisco rasanya ingin sekali berteriak tapi beli sempat dia melakukan itu dia kembali menerima pesan masuk yang isinya membuat Jhika langsung berteriak dengan kencang.


"What!!!! Demi apa ini anak ngajak gue jalan" ucapnya dengan mata yang seakan-akan hampir copot.


Semuanya berasa tiba-tiba ini terlalu cepat tapi dia tidak munafik pasalnya dia pun memiliki ketertarikan pada Al di awal pertemuan mereka dengan sikap dingin sekaligus perhatian yang Al berikan itu mampu menarik hatinya yang telah lama membeku, walaupun saat ini Jhika masih ragu terhadap perasaannya tapi dia tak mampu membohongi hatinya jika sudah mengagumi Al.


Belum juga membalas pesan tersebut telepon genggam miliknya kembali berdering, namun bukan pesan yang dia terima melainkan panggilan Suara dari Al. Jhika seketika nervous namun itu juga membuat dia reflek mengangkat panggilan suara tersebut.


"Hallo" cicitnya dengan suara pelan.


"Hm gimana?" tanya Al dengan suara beratnya namun dengar gentle.


"Mm apanya?" tanya Jhika dengan hati yang sudah tak menentu.


"Gue ajak lu jalan, mau?" jelas Al di sebrang sana.


"Mm iya deh,, Eh maksudnya iya gu gue mau" Balas Jhika dengan sedikit gugup.


"Okey nanti malam Minggu besok gue ke rumah lu tepat jam 19.00 malem" Ucapnya Al dengan jelas.


Namun ucapan Al seketika membuat Jhika kaget, pasalnya dia takut sang kakak akan melarangnya bila dia ketahuan akan berangkat bersama dengan seorang laki-laki.

__ADS_1


"Hah.... gimana Al maksudnya?" tanya Jhika yang tiba-tiba ngeleg.


"Gue ke rumah lu jhik" Ulangnya dengan santai.


"O oh iya okey" jawabnya pasrah pikirnya masalah Dimas nanti dia bisa cari solusinya.


"Kenapa?" Tanya Al dengan singkat.


"Engga gapapa ko hehe" jawab Jhika dengan cepat.


"Oh, okey gue tutup ya" Ucap Al pada Jhika yang hendak mengakhiri sambungan telponnya.


"Iyah Al" balas Jhika dengan singkat.


seketika sambungan itu pun berakhir dan saat itu juga Jhika kembali berteriak tidak jelas.


"OMG gila tu brondong, buat gue jantung Mulu" ucap Jhika sambil membolak-balikan badannya di atas kasurnya.


Jhika terlihat sangat bahagia dan ingin rasanya segera ke hari esok sebab dia ingin cepat-cepat pergi ke sekolah dan bertemu dengan Al untuk itu dia berusaha menutup matanya walaupun kenyataannya dia tidak bisa memejamkan matanya barang sedikit saja sebab dia terlalu senang dia hanya membolak-balikan badannya untuk segera tertidur sampai akhirnya tak terasa matanya mulai mengantuk dan tertidur.


Keesokan harinya Jhika bangun dengan wajah berseri dia segera mandi dan berdandan untuk berangkat ke sekolah sarapan hari ini dia benar-benar terlihat sangat ceria sampai-sampai membuat orang-orang di sekelilingnya heran. Hari ini dia berangkat ke sekolah di antar oleh supirnya sebab kakinya masih sakit dia tidak bisa mengendarai motor ataupun mobilnya, Jhika sampai di sekolah tetap waktu, dia berjalan dengan perlahan karena kakinya yang masih sulit di gerakan.


"Lu mau ke kelas" Tanyanya secara tiba-tiba.


"H hah apa" Jawab Jhika langsung menoleh ke arah orang tersebut seketika tatapannya beradu dan itu membuat Jhika salah Tingkah di buatnya.


"Lu mau ke kelas" Ulang nya dengan wajah datar.


"Iya, Hm lu ngagetin gue Al" jawab Jhika sambil menghela nafasnya dan membuang pandangannya dari Al sebab dia tidak ingin ketahanan bahwa sedang salah tingkah.


"Sorry, yaudah ayo gue anter" jawab Al dengan santai.


"Eh kan arah kelas kita ga sama" ucap Jhika dengan refleks.


"Gapapa" singkatnya dengan langsung melangkahkan kakinya.


Sedangkan Jhika masih mematung sambil melihat punggung Al yang sudah berada di depannya dengan jarak 5 langkah dari tempatnya, Al yang sadar bahwa Jhika tidak mengikuti langkahnya dia memutuskan untuk berhenti dan kembali menoleh ke belakang.


"Ayo ko diem" Ucap Al

__ADS_1


"A ah iya ayo" balas Jhika sambil berjalan mendekati Al.


Keduanya berjalan dengan perlahan menyusuri kelas-kelas tanpa berbicara sepatah katapun, pandangan Al lurus kedepan sedangkan Jhika sesekali melirik ke arah Al sampai akhirnya Al bersuara.


"Kenapa?" tanyanya tanpa melirik ke arah Jhika.


"Gapapa, cuma mm eh ga jadi deh" balas Jhika dengan cepat.


"Hm ada apa?" Ulangnya sambil berhenti dan melihat ke arah Jhika sambil menatap mata Jhika dengan lekat, Jhika yang di perhatikan seperti itu semakin salah tingkah.


"G gue cuma mau tanya lu kenapa tiba-tiba ngajak gue jalan?" Tanya Jhika sambil menundukan wajahnya.


"Emang lu ga ada niatan berterima kasih sama gue dengan cara traktir gue makan gitu" Ucap Al dengan wajah datarnya.


"Hah jadi lu mau di traktir sama gue" Tanya Jhika yang menyangka bahwa Al sedang mengharapkan imbalan setelah menyelamatkannya kemarin, itu juga membuat Jhika sedikit kesal pasalnya dia sudah terbawa perasaan karena di perlakukan seperti itu tapi nyatanya salah.


"Bukan juga" Balasnya dengan Santai dan semakin membuat Jhika bingung.


"Lah terus gimana sih maksudnya?" Ucap Jhika dengan wajah bingungnya tapi terkesan imut.


"Ga gimana gimana" jawab Al dengan singkat.


"Ih Al lu tuh buat gue bingung tau ga" Ucap Jhika sambil menunjukan wajah cemberutnya namun semakin terlihat imut, rasanya Al ingin sekali menyubit pipinya.


"Al jawab dong kenapa lu ajak gue jalan?" tanya Jhika kepada Al yang masih penasaran ingin mendengar pertanyaan Al langsung.


"Lu mau tau?" balasnya dengan menampilkan sedikit senyum di wajahnya.


"Iyah" singkat Jhika.


Seketika Al maju kedepan mendekati Jhika badannya sedikit di condongkan lalu wajahnya mulai mendekat Jhika yang di perlakukan seperti itu hatinya tak karuan jantungnya berdebar kencang seperti mau meledak, nafasnya tercekat seakan hilang wajahnya sudah memerah bagaikan kepiting rebus matanya seketika terpejam, entah apa yang ada di pikirannya sekarang, hanya Jhika yang tau.


Sedangkan Al saat ini sangat menikmati posisinya sekarang dia sangat gemas dengan tingkah Jhika dia mulai berbisik di telinga Jhika.


"Karena lu manis" Ucapnya sambil tersenyum.


Jhika yang mendengar bisikan Al tiba-tiba membuka matanya dan seluruh badannya berasa kaku, Jhika mematung begitu saja sampai Al kembali bicara di telinga nya.


"Gue duluan ya, lu hati ya jangan senyum di Depan banyak orang cukup depan gue" Ucap Al lagi sambil menjauh dari badan Jhika dan berlalu pergi meninggalkan Jhika yang masih mematung.

__ADS_1


Ahhhhhhhh baper akutuuuu Al terlalu sweet gabisa ini gabisa uhhh aku mulai ikutan Bingung pilih Cakra atau Al 🤧😭😭


__ADS_2