Hati Tak Bernyawa

Hati Tak Bernyawa
Sakit


__ADS_3

mengapa rasa sakit dan hujan selalu datang secara bersamaan


jhika Andeli


Saat ini Jhika berada di sebuah halte, dia terduduk di bawah sambil menunduk dan memegangi kedua kakinya tepat di pinggir trotoar jalan, keadaan jhika benar-benar kacau. hujan semakin deras berbarengan dengan suara petir yang menggelegar itu semakin membuat jhika kalut pasalnya dia memang takut dengan suara geluduk serta kilat petir. jujur jhika sangat benci dengan dirinya yang seperti sekarang terkesan lemah dan payah dia benci dengan situasi saat ini dimana dia harus benar-benar menahan rasa sakit sekaligus menguatkan diri dari rasa phobia nya pada petir dia terlihat sangat menyedihkan bukan .


jhika masih dalam keadaan yang sama seperti tadi memeluk kedua kakinya erat-erat sambil terus menangis tanpa henti Lantaran sesak, Tak lama ada lampu mobil menyort ke arah jhika dan mobil tersebut berhenti tepat di pinggir jhika, jhika yang sedang merasa ketakutan tak sadar bahwa ada mobil yang berhenti di depannya, bahkan pada saat si pengendara mobil turun dan menghampiri nya pun dia tak menyadari itu jhika setia dengan posisi saat ini.


Orang itu perlahan menghampiri jhika dan ikut terduduk di bawah untuk memastikan keadaan jhika karena kenyataannya tanpa Melihat sosok perempuan tersebut lelaki itu sudah tau bahwa dia adalah jhika karena dia sudah hapal dengan perawakan si gadis. dia berusaha memegang kepala jhika dan membuat si mpunya terkejut dan langsung mendongakan kepalanya ke arah orang tersebut dan saat di lihat jhika langsung berhamburan kepelukan pria tersebut sambil menangis sejadi-jadinya.


"Sssuuuttt jangan nangis lagi" ucap Cakra yang berusah menenangkan jhika.


"Sakit cak mereka jahat, gue juga takut" balasnya dengan lirih.


"Ada gue" celoteh Cakra tanpa melepaskan pelukannya.


Jhika masih terus menangis sampai dia tak sadar bahwa sudah di atas gendongan Cakra, Cakra mengangkat jhika ala bridal style menuju arah mobilnya keduanya sama-sama basah terkena air hujan yang masih deras lantaran Cakra berjalan tanpa menggunakan payung.


Sedangkan jhika gadis itu mengalungkan kedua tangannya di leher Cakra dan memejamkan kedua matanya lalu kepalanya di senderkan di dada Cakra. Keduanya sudah ada di dalam mobil dan sama-sama terdiam namun tak lama Cakra mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


"Nih pake dulu, ganti sweaters lu, pake sweater punya gue" ucap Cakra sambil menyerahkan sweater hitam dengan model zhyver di tengahnya. sweater itu memang sudah ada di dalam mobil Cakra karena dia akan menggunakan nya sewaktu-waktu atau ada kejadian urgent seperti saat ini.


"ganti dimana" ucap jhika yang sudah mulai tenang tapi masih sedikit terisak.


"Ya disini, gue tutup mata" ucap Cakra.


"B bohon ng k kaann lu" balas jhika dengan sedikit terkejut hingga menjadikannya gugup.


"Gue Sirius"balas Cakra singkat.


"Lu mau modus ngintipin gue kan cak" ucap jhika dengan wajah yang terlihat seperti akan menangis kembali.


sedangkan jhika merasa ragu untuk membuka Hoodie nya walaupun di dalamnya dia menggunakan tengtop, dia takut Cakra mengintip nya pasalnya jhika memang tidak pernah memakai tengtop di hadapan lelaki sekalipun di depan Abang dan adiknya. dia hanya berani menggunakan celana pendek.


Dengan cepat jhika Menganti pakaiannya dan setelah terganti dia langsung memberi tahu Cakra.


"Udah cak" ucapnya pelan, Cakra mulai membuka kembali matanya keduanya kembali terdiam tapi tidak lama jhika mengeluarkan suaranya.


"Kenapa lu tau gue ada disini" tanya jhika sambil menatap ke arah Cakra.

__ADS_1


"Hm lu kenapa bisa di situ, padahal lu suruh beli obat sama ibu, tapi tempat tadi jauh dari apotek dan lawan arah sama jalan pulang ke arah rumah kita" Tanya Cakra dengan wajah penasaran.


"Di tanya malah nanya balik" ucap jhika dengan malas yang sementara melupakan rasa sakitnya.


"Gue di suruh ibu cari lu, ibu khawatir lu ga pulang-pulang" ucap Cakra dengan tenang seolah-oleh dia biasa saja tapi kenyataannya dia juga khawatir pada gadis itu, tadi juga dia sempat panik Melihat keadaan jhika yang acak-acakan tapi dia berusaha menutupinya.


"Oh" jawab jhika singkat.


"Jawab lu kenapa duduk di situ dan nangis pula, tadi juga lu sempet bilang 'Sakit cak mereka jahat'" Tanya Cakra penuh selidik.


"Engga gue ga bilang gitu, gue cuma takut aja sama petir, gue bisa duduk di situ Lantaran kejebak ujan, gue kesasar, Abang gocar nya baru, jadi nyasar" papar jhika dengan berbohong pasalnya dia tak mau Cakra tahu tentang ini.


"Oh" Jawab Cakra singkat tanpa banyak berbicara lagi, walaupun dia tidak yakin dengan ucapan jhika, jelas-jelas dia tahu bahwa gadis itu sedang membohongi nya tapi Cakra tak mau banyak beratanya lagi.


Cakra melajukan mobil nya dengan pelan sebab hujan deras tersebut membuat nya sedikit kesulitan untuk melihat arah jalanan, jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan Cakra lebih memilih cari aman saja.


Sedangkan jhika hanya melamun memikirkan masalah percintaannya yang tak pernah mulus tidak seperti orang yang ada di sekelilingnya yang mudah sekali bergonta-ganti pasangan.


segini dulu ya gaes nanti lanjut lagi :) selamat hari Rabu dari aku si calon ibu dari anak-anaknya kamu eaaaaaaaaa heheh 🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2