
Di sepanjang perjalanan Jhika Terus berceloteh tidak jelas lantaran kesal terhadap Cakra yang membawa mobil dengan kecepatan rendah, sebab jam sudah menunjukkan pukul 07.00 yang artinya sekitar 20 menitan lagi gerbang di tutup sedangkan untuk sampai ke sekolah mereka butuh waktu 30 menit dan otomatis mereka sudah di pastikan akan telat datang ke sekolah.
"Cakra lu bisa ga sih bawa mobil, kalo emang ga becus mending gue aja " ucap Jhika dengan kesal.
"Yah dari tadi juga gue udah bener jhik bawanya" ucap Cakra dengan tenang.
"What? benernya dimana cak, lu tau ga lu bawa mobil udah kaya bawa sepeda, yang pake sepeda aja ga sepelan ini" papar Jhika dengan lantang.
"Ah cerewet lu, gue tuh sebagai warga negara Indonesia yang baik harus patuh sama aturan dong salah satunya aturan lalu lintas" jelas Cakra yang tak mau kalah
Sebenarnya Cakra bukan tidak bisa membawa mobil dengan kecepatan sedang atau tinggi, Bukan juga patuh terhadap aturan lalu lintas seperti yang tadi ia katakan, Alasannya satu hanya ingin berlama-lama berduan dengan Jhika.
"Yah tapi ga gini-gini juga kali, lu liat dong sekarang jam berapa, entar kalo kita telat gimana?" ucap Jhika dengan perasaan kesel yang mengebu-gebu.
"Yah kalo telat ya di hukum lah" celoteh Cakra masih dengan wajah santainya.
"Astaghfirullah kalo bukan anak orang udah gue Pites lu cak" celetuk Jhika dengan wajah yang sudah sangat masam. "Lagian gue heran lu ko tenang-tenang aja sih" lanjutnya masih dengan nada kesal.
"Yah gue harus gimana dong Jhik, ga mungkin kan gue harus nangis-nangis" jawabannya masih dengan stay clam.
"Lu ga inget pelajaran hari ini di jam pertama siapa?" ucap Jhika dengan ekspresi wajah yang sudah tidak dapat di gambarkan.
"Aelah cuma Bu. Lin... Apaaa?" Ucap Cakra tercekat sekaligus kaget di kala dia baru mengingat mata pelajaran pertama yang akan dia pelajari.
Seketika wajah Cakra mendadak panik, pasalnya guru yang mereka akan hadapi adalah guru paling killer Se SMAGRAD, sulit untuk di bujuk dan jarang mentolerir kesalahan murid. Dia adalah Bu Lina guru Geografi yang umurnya sudah memasuki kepala 4.
"Lu kenapa ga bilang dari tadi Jhik" ucap Cakra dengan wajah panik sambil menambahkan kecepatan laju mobilnya.
"Lu nyalahin gue? dari tadi juga gue udah ngomong ke lu suruh cepetan tapi lu santai-santai aja" ucap Jhika yang tak terima merasa di salahkan.
"Iya iya deh maaf gue yang salah" Jawab Cakra dengan wajah bersalahnya.
__ADS_1
"Yaudah buruan gausah banyak ngomong ntar kita ga nyampe-nyampe, mending lu fokus sama jalanan" ucap Jhika pada Cakra yang sudah tak ingin membahas lagi permasalahan tersebut. bukan karena sudah tidak kesal tapi bila semakin di bahas akan membuat Jhika bertambah kesal lagi pula dia tak tega melihat wajah panik dan bersalahnya Cakra.
Cakra membawa mobil dengan kecepatan tinggi, sehingga dia sampai di sekolah jam 07.25 menit gerbang sudah di tutup rapat jadi dia memutuskan untuk parkir di halaman belakang tempat parkiran siswa-siswi yang terlambat, Setelah Cakra memarkirkan mobilnya dia membawa Jhika ke jalan pintas yang biasa dia lalui ketika terlambat dan Jhika juga tau tempat itu.
"Hmm kenapa kita ga sekalian lewat gerbang belakang aja buat absen kesiangan" Tanya Jhika dengan wajah heran.
"Lu mau kita kena hukuman dobel dari OSIS" tanya Cakra pada Jhika dengan menaikkan satu alisnya.
"Oh iya gue ga kepikiran kesana, yaudah ayo kita naik pager samping" ucap Jhika dengan Manarik lengan Cakra.
Cakra yang di tarik tangannya oleh Jhika Merasa bahagia seketika dia lupa bahwa dirinya sedang terancam, dia terus berjalan dan melamun dengan pikiran yang entah kemana, sampai akhirnya sampailah mereka di pinggir tembok lumayan tinggi setinggi 2 meter.
"Cak gue naik duluan ya lu Abis gue" jelas Jhika pada Cakra namun orang yang di ajak bicara masih terdiam dari lamunannya dan belum menyadari bahwa dia sudah sampai ke tempat tujuannya.
"Woy cak, Aelahh malah ngelamun" ucap Jhika yang mulai gemas dan kesal dengan tingkah Cakra.
"Eh apaan" Tanya Cakra dengan kaget.
"Oh yaudah ayo, gue gendongnya kaya gimana? tanya Cakra pada Jhika.
"Lu jongkok dulu dah" ucap Jhika memberi aba-aba.
Cakra menjongkokan dirinya di hadapan Jhika setelah itu Jhika langsung naik ke atas pundak Cakra, dan langsung berdiri, Jhika naik ke atas pagar dengan baik meskipun dia memakai rok itu sama sekali tidak mengganggunya, pasalnya dia memakai t-shirt pendek jika pun terlihat pikirnya tidak masalah karena dia sudah biasa memakai celana pendek di depan Cakra. Setelah sampai di atas dia diam sejenak menunggu Cakra yang gantian naik ke atas.
"Bisa ga cak" tanya Jhika pada Cakra.
"Bisa, lu tunggu situ jangan turun dulu biar gue yang turun duluan abis itu lu" ucap Cakra dengan memperingati Jhika.
"Iya-iya, lu ati-ati" singkat Jhika.
Setelah sampai di atas Cakra buru-buru melompat ke bawah, Cakra melompat dengan lihay karena dia sudah terbiasa memanjat pagar itu jika dia berangkat kesiangan.
__ADS_1
"Ayo lompat Jhika, gue tangkap" ucapnya pada Jhika.
"Yaudah gue lompat 1,2,3" Jhikan melompat sambil menghitung agar pas jatuh Cakra dapat mengira-ngira.
Jhika jatuh tepat di pangkuan Cakra, seketika membuat Cakra gugup, pasalnya jantungnya saat ini seperti sedang berdisco kencang. Namun Jhika tidak menyadari hal itu.
"Cak turunin, ayo kita ke kelas" ucap nya pada Cakra namun tidak di gubris oleh Cakra.
"Cakra Khan, lu denger gue ngomong ga sih lama-lama tonjok lu ya" kesalnya pada Cakra.
"Eh iya ayo kita ke kelas" ucap Cakra sambil menurunkan Jhika dari gendongannya.
Merekapun pergi ke kelas mereka setelah sampai di depan pintu kelas mereka, mereka memilih mengendap-endap di kaca terlebih dahulu melihat kondisi kelas mereka untuk memastikan aman atau tidak, Dan ternyata seperti keberuntungan sedang tidak memihak pada mereka berdua, ternyata di dalam sudah ada Bu Lina yang sedang menjelaskan kepada murid-murid.
"Jhik masuk engga ya, kita ke kantin aja lah" Ucap Cakra dengan wajah yang sudah tak tenang.
"Jangan oon yang ada nanti kita ketemu OSIS di marahin" jawab Jhika dengan mengingatkan Cakra.
"Bener juga ya, ya terus kita harus gimana ini, kalo mau masuk lu duluan deh gue nyusul" Cicit Cakra yang masih bisa di dengar Jhika.
"Gila lu ya, lu aja duluan, lu kan cowok" kesal Jhika.
"Ladies first Jhik" Ucap Cakra yang tak mau mengalah.
"Engga, ga, ga, lu duluan kan kita telat gara-gara lu" ucap Jhika dengan lantang.
"Yaudah barengan, kita bareng-bareng aja biar adil" ucap Cakra dengan memberikan saran.
Mereka terus berdebat tanpa tau jika mereka sekarang sedang menjadi pusat perhatian satu kelas dan gara-gara itu Bu Lina pun jadi mengatahui perdebatan mereka dan memutuskan untuk keluar kelas dan menegur mereka berdua.
"Ekhem kalian ngapain" suara Bu Lina Dengan lantang sehingga membuat siapapun yang mendengarnya langsung menciut nyalinya begitupun dengan Jhika dan Cakra yang sedang berdebat tiba-tiba berhenti dan menoleh kepada sang pemilik suara ketika sudah menengok mereka terlihat begitu kaget, dan takut bersatu menjadi satu seketika mereka menundukan pandangannya dan tak berani melihat kedepannya.
__ADS_1
....