
Berbahagialah, meskipun aku yang terluka, tersenyumlah walaupun aku yang menangis,
Akasha Cakrawal_
Setelah malam itu, malam dimana jhika dan Al berjalan bersama mereka semakin dekat, dan semakin terlihat seperti pasangan yang sedang kasmaran, meskipun tidak ada ungkapan cinta atau kasih sayang di antara keduanya mereka tidak mempermasalahkan itu, entahlah mungkin Al masih ragu dengan perasaannya sebab dia baru pertama kali merasakan hal seperti ini sedangkan jhika kadang dia ingin kejelasan status di hubungan mereka tapi dia enggan menanyakannya hanya karena gengsi. Tapi Al memperlakukan jhika benar-benar layaknya kekasih, siapapun yang melihatnya pasti akan menganggap bahwa mereka berdua pasangan kekasih yang di idam-idamkan khalayak, bagaimana tidak jadi idaman setiap khalayak sebab perlakukan Al terlalu manis sedangkan jhika terlihat childes dan mengemaskan di depan Al contohnya seperti sekarang ini.
"Ih kesel deh...akutu pengen makan pedes masa ga boleh sih" gerutu jhika dengan wajah cemberutnya tapi terkesan imut.
"Kan kemarin kamu udah makan pedes" jawab Al dengan lembut.
Ya benar semenjak mereka semakin dekat mereka mengubah panggilan mereka menjadi "aku dan kamu" Al juga sudah tidak bersikap kaku dan datar lagi bila berhadapan dengan jhika, tapi bila di hadapan semua orang dia akan menunjukkan mode kulkasnya.
"Itukan kemarin, sekarang pengen lagi" ucap jhika sambil menghentak-hentakan kakinya di bawah meja kantin layaknya anak kecil.
"Hmm ga boleh cantik nantinya sakit perut" jawab Al sambil tersenyum manis ke arah jhika.
"Bodo ah aku kesel mending gausah makan aja" ucap jhika sambil berdiri dan berlalu pergi meninggalkan pria itu sendirian.
Bukannya marah lelaki tersebut hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan dan ikut pergi menyusul wanita itu tanpa banyak bicara. Ketika jhika masih berjalan langkahnya terhenti saat Al memanggil namanya.
"Jhika" ucapnya sambil terus berjalan ke arah jhika dengan kedua tangannya di masukkan kedalam kantong celananya, menambah ketampanan dan menampilkan kesan cool siapapun yang melihatnya akan terpesona.
"Apaan" jawab jhika dengan ketus.
"Itu bibir bisa di balikin kalo monyong terus kaya gitu" ucap lelaki tersebut sambil terus tersenyum ke arah wanita yang saat ini ada di hadapannya.
"Pokoknya aku lagi marah sama kamu ya" gerutu jhika dengan wajah yang enggan melihat kearah Al.
__ADS_1
"Iya terserah kamu deh" jawab lelaki itu yang langsung jongkok di hadapan perempuan tersebut.
"Al ngapain bangun, malu di liatin orang, minta maaf ga harus gini kan" ucap jhika dengan wajah terkejutnya lantaran Al tiba-tiba berjongkok di hadapannya karena tingkah nya membuat orang yang ada di sekelilingnya melihat ke arah mereka berdua.
"Siapa yang mau minta maaf, orang aku mau benerin tali sepatu kamu" celoteh Al sambil mengikat tali sepatu jhika yang sempat terlepas.
Sedangkan jhika merasa salah Tingkah di buatnya bagaimana tidak selain Malu karena salah faham sekarang langsung di perlakukan seperti itu oleh Al wanita mana yang sanggup dengan perlakuan seperti itu.
"Udah selesai, udah sana ke kelas, semangat ya belajarnya" ucap Al yang sudah berdiri sambil mengelus pucuk kepala jhika lalu berlalu pergi meninggalkan gadis itu sendiri
sedangkan orang yang ada di sekitar mereka yang melihat kejadian itu langsung berteriak histeris khususnya para wanita sebab mereka juga ingin di perlakukan seperti itu.
"Haduh-haduh jantung gue masih aman kan" celoteh jhika langsung berlari menuju kelasnya Lantara malu dan salah tingkah.
Sedangkan dari kejauhan Cakra melihat kejadian tersebut dengan perasaan yang hancur, rasanya semakin sakit. Apalagi sudah satu bulan lebih dia memutuskan untuk menghindar dari jhika dan menyibukkan diri dengan segala kegiatan yang membuatnya lupa dengan perasaannya, meskipun hasilnya nihil.
Karena semanjak kejadian dia melihat jhika di antar pulang oleh Al dia memutuskan untuk berusaha melupakan perasaannya pada jhika dengan cara menghindar mungkin itu lebih baik tapi dia tidak sadar bahwa itu semua semakin menyiksa perasaannya. sedangkan jhika tidak merasa curiga sedikitpun dengan sikap Cakra yang akhir-akhir ini mulai menjauh darinya karena dia tak sadar mungkin karena terlalu banyak menghabiskan waktu bersama Al jadi dia lupa dengan keberadaan Cakra.
"Kayanya lu abis di tembak ya sama Dedek Al" ucap Salsa yang tak kalah Hebohnya dari Cindy.
"Apaan sih kalian berdu, awas minggir gue mau duduk" jawab jhika.
"Eh beneran tapi muka lu merah banget, udah kaya emoticon setan yang ada tanduknya" celoteh Cindy asal.
"S*alan lu Cin gue di samain sama setan" jawab jhika sambil melotot ke arah Cindy.
"Tau lu Cin" ucap Salsa yang ikut menimpali ucapan jhika
__ADS_1
"Gue ga bilang lu setan ya" jawab Cindy dengan enteng.
"Cie yang tadi di benerin tali sepatunya sama Dedek gemes, gimana jhik jantung aman" ucap Mina dengan lantang hingga semua siswa menoleh ke arah jhika sambil ikut bersorak-sorak.
"Ciee,,,,, ciee Neng jhika salting nih" ucap trio yang ikut mengolok-olok jhika.
Sedangkan gadis itu wajahnya tambah merah merona karena ulah teman-temannya yang mengingatkan lagi dia dengan kejadian tadi.
"Oh jadi gara-gara itu muka lu merah-merah, gue kirain abis di gebukin" ucap Salsa dengan lantang.
Namun pada saat mereka sedang mengolok-olok jhika tiba-tiba Cakra masuk dengan membawa buku paket guru sejarah yang sebentar lagi akan masuk mengajar di kelasnya, karena memang jam istirahat sudah habis dan jam pelajaran segera akan di mulai. Cakra masuk dengan wajah datarnya dan menaruh buku paket tersebut di atas meja guru, setelah nya dia berjalan ke arah Mina sang ketua kelas.
"Min bentar lagi Pak. Hamdan masuk, noh bukunya udah gue bawain tadi dia minta tolong gue bawain" ucapnya pada Mina sang ketua kelas.
"Oh iya gue lupa tadi mau ke kantor manggil guru malah di sini aja, sorry ya cak and thanks udah bantu bawain buku paketnya" ucap Mina pada Cakra.
"It's okey" jawab Cakra dengan singkat sambil berlalu pergi menuju tempat duduknya tanpa menoleh ke arah manapun meskipun, di sebelah kanannya ada jhika dia tidak memperdulikannya.
"Eh jhik kalo di pikir-pikir si Cakra sekarang lebih banyak diem ya" ucap Salsa yang baru sadar dengan sikap Cakra.
"Iya ya gue perhatiin juga dia jarang banget kumpul sama temen-temennya dan ga pernah liat dia nongkrong di kantin" ucap Cindy.
"Masa sih, ko gue ga sadar ya" ucap jhika sambil melihat ke arah Cakra.
"Lu mah yang di inget Dedek gemes Mulu sih, sahabat sendiri di lupain" celetuk Salsa dengan Santai.
"Engga juga keles, yaudah nanti pulang sekolah gue samperin tuh anak ke rumahnya takut dia punya masalah gitu" ucap jhika yang masih terus memperhatikan Cakra.
__ADS_1
Sedangkan Cakra yang di perhatikan pura-pura tidak tau dan memilih untuk memainkan handphone nya. Dan tak lama Pak. Hamdan masuk murid-murid pun langsung duduk di bangkunya masing-masing.
hii gaes aku aku balik lagi nih aku beneran butuh banget dukungan kalian dong🤧 makanya terus baca ceritanya ya, semoga juga kalian suka, terus yang udah baca makasih loh iloveyou 💗🥰