Hembusan Rindu

Hembusan Rindu
Assalamu'alaikum Tokyo


__ADS_3

Gulungan ombak pantai panjang menepi mengikis pasir-pasir putih yang berada ditepian laut, jejeran pohom cemara udang yang menjulang tinggi meliuk-liuk diterpa angin laut yang membawah sejuta kabar kepada pepohonan sehingga begitu setia, barisan pohon cemara ditepian pantai itu berdiri begitu setia menunggu angin yang pulang dari pengembaraannya ditengah lautan biru lalu menghempas dengan lembut membelai dedaunan yang berguguran. Lalulintas dijalan dekat pantai tak begitu padat, jalan yang begitu lurus nan panjang serta deretan stan pedagang yang menjual berbagai macam dagangan menjajahkan dagangannya dibawah rimbunnya pepohonan, hiruk pikuk muda-mudi berjalan-jalan diwaktu sore menambah hangat suasana tenggelamnya matahari sore dipenghujung senja yang mulai melambai bersiap menyambut gelapnya langit yang berselimut lembaran-lembaran awan yang memerah diujung langit jingga.


Dari kejauhan azam memarkirkan kendaraanya tepat dipelataran landmark pantai panjang, azam turun dari motor bersama temannya akbar lalu meletakkan helem dikendaraan dan membayar parkir. Suasan sore yang cukup ramai oleh orang-orang yang bersantai dimanfaatkan oleh azam dan akbar untuk mengamen disana, kebetulan mereka berdua sedang berjalan kesana lalu mereka kehabisan uang untuk pulang. Mereka menginap dikediaman teman lama mereka yang sedang kuliah, raffa azka namanya biasa dipanggil raffa oleh teman-temannya. "Sekarang kita keluarkan gitar dulu dari tas, dan kamu siapkan tempat uangnya" akbar membuka tas gitar berwarna hitam lusuh itu, "baik, sekarang kita mengarah kemana dulu nih" tanya azam sambil melipat plastik snak yang akan dijadikan sebagai wadah untuk mengambil uang hasil mengamen, "kita mengarah kekanan saja ,sepertinya lebih ramai zam" jawab akbar mengalungkan tali gitar kemudian menyetel dengan beberapa kali petikan "ayo kita mulai, mudah-mudahan cukup buat ongkos dan makan kita" lanjut akbar mulai melangkah menuju arah kanan pelataran parkir, "oke siap, mari kita mulai" azam mengikuti dari belakang akbar yang berjalan didepannya.


"Permisi, selamat sore teman-teman sekalian, mohon maaf menganggu waktu santainya kami ingin menghibur teman-teman disini dengan beberapa lagu untuk menemani waktu sorenya" azam membuka pembicaraan dihadapan para muda-mudi yang sedang bercengkrama sore dikedai-kedai makan pinggir pantai. Azam dan akbar keluar masuk ke tempat-tempat tongkrongan anak muda membawahkan beberapa lagu kadang dibayar dan kadang tidak. Beberapa jam berlangsung hinga hari menjelang malam azam dan akbar beranjak menujuh parkiran mengambil motor, "sepertinya lumayan cukup nih buat makan dan buat beli minyak motor pulang nanti zam" akbar menghitung uang dalam kantong dan menyusun uang hasil ngamen mereka, "iya bar, sekarang kita beli minuman dulu trus kita kemasjid untuk sholat magrib dulu sebentar lagi masuk waktunya adzan" azam mengenakan helemnya dan menyalakan motor lalu memutar arah ke arah jalan keluar dari pelataran pantai panjang, "oke kita mampir dulu beli minum nanti disana ya" akbar menaiki motor sambil menunjuk kemana arah mereka akan membeli minuman.

__ADS_1


Setelah meminum minuman yang mereka beli, azam dan akbar menuju masjid berwarna hijau didekat benteng Marlborough. Selesai sholat dan berdo'a keduanya duduk diserambi masjid istirahat sejenak kemudian menghubungi raffa "halo fa, kami mau pulang ke kostan, kamu ada?" azam menelepon raffa "aku masih dikampus zam, kalau kalian mau ke kostan ambil saja kunci dikamar sebelah bilang saja ambil kunci" jawab raffa dari seberang. "Oke deh terimakasih ya sebelumnya" azam mematikan telepon, "mari bar kita ke kostan raffa bermalam disana saja kita pulang pagi besok" azam memakai jaket berwarna biru dongker kemudian mengenakan helem dan menyalakan motor, "oke zam, malam ini kitq istirahat saja dulu" akbar juga mengenakan helem dan membonceng pada azam, "ya sebaiknya begitu lagian nanti juga takut terjadi apa-apa dijalan yang sepi ,kan jauh juga kita pulangnya" azam menambahkan sembari menjalankan motor menuju kostan si raffa.


Sebelum sampai tujuan azam mengajak akbar membeli makanan dulu untuk dimakan nanti, azam berhenti disebuah lesehan dan memesan dua porsi makanan dengan lauk ayam bakar dan untuk akbar ayam goreng. Sesampai di kostan, mengganti pakaian lalu makan bersama sekedar menghilangkan lapar dan menambah tenaga untuk besok hari. Selesai makan azam mandi duluan lalu kemudian akbar, sambil menunggu raffa pulang mereka asyik bermain internet dan kebetukan wifi dikostannya raffa begitu bagus jaringannya. Akbar asyik menoton video youtube dan azam hanya bolak-balik membuka facebook dan istagram saja. Selesai sholat isya, azam menghubungi zahra via panggilan video namun tak diangkat oleh zahra, "mungkin lagi sibuk atau sudah tidur" pikir azam dalam hati, selang beberapa menit handphone azam bergetar, zahra memanggil kembali. "Assalamu'alaikum kak" zahra melambaikan tangan dilayar kamera handphone, "wa'alaikumsalam dek" jawab azam mengangkat sunggingan senyumnya "maaf kak tadi aku sedang makan dan handphone tinggal dikamar" zahra menjelaskan perihal panggilan beberapa menit yang lalu yang belum sempat ia jawab "iya tidak apa-apa dek, malah kakak yang merasa tidak enak sudah mengganggu waktunya" azam menjelaskan dengan nada seperti orang yang merasa bersalah, "tidak apa-apa kok kak, eh iya ada apa emangnya ya kak" sambil tersenyum kecil, "eh iya bagaimana pekerjaannya hari ini dek?" azam bertanya sambil memasang muka serius, "hm..kerjaannya si begitu-begitu aja kak, Alhamdulillah berjalan mulus aja" jawan zahra sambil menyusun boneka diatas kasurnya, "oh iya kak, besok aku mau ke kota Tokyo kak belanja, ada titipan?" lanjut zahra sambil memasang topi dikepalanya, "yaa...mau pesan apa ya, hmm..gini deh kakak suka squidward tentacle, kalo ketemu miniaturnya beliin ya satu sama topi dengan lambang monster inc" menjawab sedikit bingung, "kakak kirimkan saja potonya lewat chat ya, tunggu sebentar" azam menambahkan sambil mengirimkan pesan poto kepada zahra, "sudah masuk kak, ya nanti kalau ketemu aku ambil deh" zahra membuka pesan yang ada poto yang dimaksud oleh azam.


Keesokan harinya sehabis mandi dan sarapan azam dan akbar membereskan kostan raffa, memastikan tidak ada barang yang tertinggal karena mereka berdua hari ini akan pulang. Setelah semua terasa sudah siap azam mengirim pesan singkat kepada raffa "fa, kuncimu kami titipkan ke tetanggamu, kami mau pulang dan kami ucapkan terimakasih atas tumpangannya ya" demikian isi pesan singkat dan dikirim kepada raffa. "Bar, sudah siap belum? mari kita berangkat" sambil membetulkan posisi tas ransel azam menyalakan motor dan mengenakan helem, "sudah dong zam, yuk berangkat" akbar menjawab azam sambil menaiki motor dan mengenakan helem "mas makasih ya" akbar melambaikan tangan kepada tetangga kost si raffa tempat mereka menitipkan kunci.

__ADS_1


Diperjalanan azam berhenti disebuah minimarket untuk membeli dua botol minuman, istirahat sebentar untuk sekedar minum. Azam membuka handphone nya yang terdengar bunyi pesan masuk, beberapa pesan masuk namun yang dibuka azam hanya dari zahra saja, "Assalamu'alaikum kak, sekarang aku lagi dikota Tokyo" beberapa menit yang lalu dikirim oleh zahra, "wa'alaikumsalam dek, kakak baru buka pesannya tadi diperjalanan skarang lagi istirahat. Kamu hati-hati ya dek disana jangan lupa sholat" membaca dengan teliti selanjutnya azam kirim langsung balasan pesan kepada zahra.


Sebuah salam hangat membawah sejuta rindu berbalut kasih disampaikan dari tengah-tengah kota Tokyo meluncur terbang mengalahkan pesawat dan mendarat dengan lembut mengena sampai kehati azam. Azam tersenyum dan mematikan handphone dalam hati azam berkata "Assalamu'alaikum Tokyo, semoga Allah menjadikan kita dekat, semoga Allah menjadikan kita tanpa sekat" tersenyum kecil lalu mengajak akbar melanjutkan perjalanan yang masih harus ditempuh kurang lebih satu jam lagi.


***

__ADS_1


__ADS_2