
Tak mampu berkata meski menyimpan jutaan kalimat yang tersusun, perasaan semakin sempit seolah terhimpit sesuatu yang membuat menjerit. Gejolak hati seolah begitu kuat ingin menggerakkan kaki melangkah mengikuti arah yang terbang dibawah oleh angin lalu, dibawah langit yang satu dan berpijak ditanah yang berbeda membuat gugusan gunung dan lautan menjadi sekat-sekat pemisah yang membalut rindu seolah menjadi tak bisa bertemu.
"oh my god, please help me. I'm so tired" suara kecil keluar dari bibir yang tergetar, azam memejamkan mata berujar menghadap cermin lusuh disudut ruang. "ya Rabb, semoga engkau balas semua rindu ini dengan temu" beranjak berdiri dan keluar.
Hari ini azam mulai menyiapkan diri untuk mendaftarkan diri kesebuah lembaga pelatihan kerja, azam sudah bertekad untuk mencoba dan berharap nanti bisa berangkat kerja ke jepang, dorongan rindu berbalut tanggung jawab membuat niat dan semangat menjadi padu padan yang membangkitkan azam untuk benar-benar menjalankan niatnya ini. Meskipun harapan akan keberangkatan bergantung pada takdir Allah azam percaya selagi usaha dilakukan Allah akan mempermudah jalan-jalan bagi yang mau berusaha. "Bismillah, mudahkanlah jalanku serta rezekiku ya Rabb, mudahkanlah bagiku yang sulit menurutku, aamiin" menutup tas ransel kemudian menuju keluar berpamitan pada ibunya.
Lima belas menit kemudian azam telah sampai di tempat lembaga pelatihan kerja yang dimaksud. Tak susah mencarinya dikarenakan azam mencari melalui aplikasi google map yang memudahkannya melakukan pencarian. Memarkirkan motor dihalaman parkir, turun perlahan lalu merapikan pakaian dengan mengucapkan bismillah azam melangkah menuju kantor administrasi lembaga pelatihan kerja tersebut. "Assalamu'alaikum mbak" sapa azam kepada petugas disana, "wa'alaikumsalam, ada yang bisa saya bantu dik" dengan senyum ramah menanyakan maksut kedatangan azam, "ya begini mbak, saya berminat ikut kursus di lembaga ini, ya barangkali masi menerima siswa baru" azam mulai membiasakan diri untuk tidak terlalu tegang. "Hm..adik ini mau kursus bahasa jepang saja apa mau ikut program pemagangan kerja di jepang?" tanya petugas itu yang bernama mia, ya karena terlihat di dadanya ada namanya. Mia wati. "Saya ingin mengikuti program pemagangan ke jepang itu mbak. Ya mungkin mbak bisa memberikan saya infonya mengenai hal itu" jawab azam sambil menyodorkan map berisi nerkas-berkas datanya, "oke dik, saya cek berkas-berkasnya dulu ya" mengambil berkas azam dan mulai memeriksa satu per satu isi berkas tersebut.
"Muhammad K. Azam, pendidikan terakhir S1 Tekhnik Sipil, kenapa berminat masuk kesini dik azam?" bertanya dengan tetap melihat kearah berkas dalam map, "ya mbak, saya berminat awalnya penasaran. Setelah itu saya mulai tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang jepang, ya singkatnya saya ingin mencoba belajar bahasanya, bekerja disana ya barangkali ini bisa menjadi awal dari terbukanya pintu kesuksesan kedepannya mbak" azam menjelaskan dengan agak malu karena tidak biasa diwawancarai. "Ya bagus itu dik, semua orang punya kesempatan yang sama disini, ini syarat-syarat yang harus diketahui dan peraturan-peraturan yang ada di lembaga inu dik. Silakan dibaca jika setuju hari senin depan dik azam sudah bisa mulai untuk mengikuti kegiatan disini" menyodorkan brosur yang berisi tentang lembaga tersebut lengkap. "Baik mbak, saya izin membaca dulu ya mbak" mengambil brosur yang disodorkan kepadanya. "Ya silakan, saya permisi sebentar untuk ke toilet" berdiri dan menuju keluar kantor.
Azam membaca point per point dari setiap isi brosur tersebut. Tidak ada yang terlalu berat mengenai persyaratan dan azam merasa sudah melengkapi semua persyaratannya. Sedangkan untuk peraturan tidak juga terlalu banyak hanya menekankan untuk disiplin lebih terutama soal ketepatan waktu, mengingat hal ini sangat berguna saat sudah berada di jepang karena orang sana sangat disiplin soal waktu dimana terlambat adalah hal yang sangat memalukan bagi mereka. Selesai membaca, azam menaruh kembali diatas meja kantor lalu menunggu si petugas yang masuk beberapa menit setelah itu.
"Maaf ya menunggu, bagaimana zam?" duduk kembali di kursinya sambil merapikan jilbannya, "tidak apa-apa kok mbak, semuanya sudah saya baca mbak, insyaAllah saya sanggup dengan persyaratan dan peraturannya" jawab azam dengan meyakinkan mbak mia, "Kurabu e yōkoso. Kōun o azam" menyodorkan tangan untuk bersalaman, "wah apa artinya itu mbak" menjabat tangan mbak mia dengan bingung kareba tidak tahu arti dari ucapan mbak mia tersebut, "hihihi...artinya selamat bergabung, semoga sukses azam" sambil tertawa kecil member tahu arti dari kata-kata dalam bahasa jepang yang ia ucapkan. "Aamiin, terimakasih mbak. Mohon bimbingannya ya mbak, saya ingin bisa bahasa jepang seperti mbak" tersenyum mendengar penjelasan mbak mia, "iya pasti bisa, oke mulai hari senin depan kamu sudah mulai masuk ya jam 09.00 pagi sampai jam 15.00 sore berpakaian rapi" mbak mia menjelaskan perihal waktu mulai belajarnya azam disana, "siap mbak, terimakasih atas penjelasannya. Saya permisi dulu mbak" berdiri pamit lalu keluar untuk pulang kerumah.
Pulang lalu mempersiapkan semua keperluan untuk kegiatan disana, setelah selesai semua dengan segala persiapan, larut malam membuat azam kecapaian dan mengantuk kemudian tertidur pulas mendengkur mengalahkan suara pasukan nyamuk yang siap menghisap darah seperti drakula yang menyerbu dari segala arah.
__ADS_1
Senin awal dari azam mulai belajar semua hal tentang jepang, baik bahasa maupun budayanya. Dengan perlahan dan pasti sedikit demi sedikit kata-kata dalam bahasa jepang mulai azam hapal. Mesikpun kadang melelahkan namun cita-cita azam untuk bisa kesana (jepang) membuatnya tetap bersemangat kembali meski kadang beberapa pelajaran sering membuatnya pusing. Banyak hal yang azam pelajari di lembaga pelatihan kerja tersebut. Mengingat zahra yang ada disana membuat azam semakin serius untuk belajar dan bisa pergi juga, bertemu dengan zahra bukanlah satu-satunya tujuan azam. Azam juga menginginkan perubahan pada dirinya, ingin memberi manfaat bagi orang-orang yang nantinya ia tinggalkan disini dan membawah manfaat juga bagi orang-orang disana kelak.
Kerja keras kadang tak membuahkan hasil sesuai keinginan, inilah yang membuat azam kadang merasa tidak pede untuk melanjutkan studinya ini, namun semangat dan dukungan dari orangtua dan teman-teman sekitar menbuat pikiran-pikiran negatif itu dapat ia singkirkan jauh-jauh dari otaknya. Hampir setahun azam mengikuti kursus, dan azam sendiri sudah 80% menguasai bahasa dan budaya jepang yang mereka pelajari dikelas.
Setelah dirasa menguasai betul, pada bulan beikutnya azam mengikuti tes seleksi untuk bisa berangkat pemagangan ke jepang. Banyak sekali teman-teman yang berasal dari lembaga lain yang mengikuti tes tersebut, membuat azam sedikit ciut nyalinya. Dari beberapa kabupaten disatukan dalam seleksi di kota provinsi, mulai dari administrasi dokumen, tes kesehatan, bahasa hingga akademik (ter tertulis) seharian dilakukan oleh mereka. "Bismillah, ya Rabb mudahkanlah aku dalam hal ini, semoga engkau mengabulkan impianku ini. Ya Rabb semoga aku bisa lolos dalam seleksi ini, aamiin" azam berdo'a sebelum memasuki ruangan untuk melakukan tes bersama dengan rekan-rekan lainnya. Setelah melewati semua tes yang sangat melelahkan, panitia kegiatan mengumumkan hasil tes akan diserahkan kepada pihak lembaga pelatihan kerja dua hari setelah kegiatan ini selesai. Seluruh peserta termasuk azam bersyukur telah selesai melakukan tes meskipun masih harap cemas menunggu hasik tes seleksi dua hari lagi.
Selesai kegiatan, seluruh peserta pulang. Azam bersama rekan yang lainnya pulang ke kota masing-masing. Di rumah azam diliputi kegelisahan menunggu hasil seleksi, azam khawatir tidak lolos meskipun ia sudah menyerahkan semuanya kepada Allah.
Hari yang ditunggupun datang, azam datang lebih awal ke kantor untuk menenangkan dirinya sebelum mengetahui hasil dari seleksi waktu itu. Pukul 10.00 azam bersama teman-temannya memasuki ruang kelas, mbak mia lalu masuk membawah sebuah map yang masih tersegel. "Min'na ohayō (selamat pagi semuanya), hari ini saya akan menyampaikan beberapa nama yang lolos seleksi tes tersebut, semoga yang belum lolos akan segera lolos diseleksi berikutnya ya, jangan putus asa dan tetap semangat. Siap semuanya?" mbak mia membuka map lalu mengeluarkan kertas yang berisikan nama-nama yang lolos seleksi. "Ya siap mbak" jawab seluruh serentak.
Cita-cita dan cinta, saat semuanya dijadikan semangat untuk mengejar impian oleh azam membuatnya berhasil mewujudkannya dalam bentuk kenyataan. Tak henti azam bersyukur karena do'a nya yang dikabulkan oleh Allah. Kabar gembira inipun segera azam beritahukan kepada keluarganya sepulang dari lembaga pelatihan kerja tersebut. Seluruh keluarga dan teman-teman azam merasa senang dan bersyukur atas kabar baik ini. Seminggu setelah pengumuman tersebut azam sibuk menyiapkan segala keperluan mulai dari pakaian serta beberapa barang yang akam ia bawah kesana. Mengurus surat-surat serta dokumen-dokumen paspor dan visa. Pada hari H keberangkatan azam berpamitan kepada keluarga yang ditinggalkan dan azam diantar kebandara oleh orangtuanya beserta teman-teman azam yaitu akbar dan beberapa yang lainnya. Setelah berpamitan, azam mengajak berpoto bersama sebelum berangkat. Mengingat azam di jepang akan tinggal selama tiga tahun dan tidak boleh pulang sampai kontrak tersebut.
"Nak, jaga dirimu baik-baik disana ya. Jaga nama baik keluarga, nama baikmu dan negara kita" nasehat bapak azam singkat sebelum melepas kepergian azam, "iya pak do'akan azam selalu ya" memeluk bapaknya lalu kemudian memeluk ibunya, "semoga kamu baik-baik dan betah disana ya zam, ibu akan mendo'akan kamu selalu" sambil meneteskan air mata, "iya bu terimakasih, semoga azam baik-baik disana" jawab azam, "mohon do'anya ya guise, dan kalian harus tetap semangat disini" azam menyalami dan memeluk satu persatu sahabatnya tersebut.
Sambil melambaikan tangan, azam mendorong koper memasuki pintu pemeriksaan bandara untuk segera memasuki ruang tunggu dan memasukkan barang kebagasi.
__ADS_1
"Bismillah, mudahkanlah segala urusanku ya Rabb, jaga orantuaku dan mudahkanlah mereka disini" duduk di ruang tunggu menunggu waktu boardingpass keberangkatan pesawar menunju tokyo jepang selama delapan jam perjalanan.
***
Berikut poto azam bersama teman-teman yang berangkat ke jepang. Ya semoga tidak penasaran ya.
Maaf ya author baru upadate saat ini dikarenakan author ada kesibukan dan urusan lainnya. Di part berikutnya nanti insyaAllah akan author masukkan kembali poto-poto yang terlibat dalam cerita.
Pictures : Saat baru tiba ti bandara Tokyo International Airport terlihat tinggi padahal aslinya cuma 160 cm (diambil dari kamera teman, mengenakan jas hujan karena turun dilandasan saat hujan).
Pictures : Menunggu penjemputan oleh pihak lembaga pelatihan kerja yang diutus dari jepang langsung (ayo tebak azam ada dimana).
__ADS_1