Hembusan Rindu

Hembusan Rindu
Hujan Awal Juni


__ADS_3

Bulan mei berlalu melambaikan tangan pertanda telah berakhirnya hari dibulan mei, senyuman juni mulai terlihat dari ufuk timur disambut oleh rintik hujan diawal hari itu. Pagi yang dingin menusuk hingga membuat malas jiwa-jiwa yang tertidur untuk bangkit dari ranjang-ranjang perebahan mereka, ayam seolah enggan berkokok dan ******-****** jalanan malas untuk mencari makan dipagi itu. Matahari seolah malu untuk memunculkan cahayanya dari balik awan-awan yang menggumpal hitam seolah ingin terjun bebas menghempas bukit-bukit hijau yang dihiasi tanaman entah apa saja namanya, burung-burung sepi dari kicauannya yang lebih memilih berteduh dibalik dedaunan pohon yang menjulang, perlahan azam kembali menarik selimut mata tak bersahabat untuk terbuka, kulit seakan tak rela berpisah dari selimut tebal yang berusaha menghangati setiap jengkal kulit yang meringkuk kedinginan seperti disiram air dari mata air pegunungan. Sudah menunjukkan jam sembilan pagi namun suhu masih terasa seperti dijam lima pagi, awal bulan yang begitu dingin. Azam memaksakan diri untuk keluar kamar lalu mencuci muka kemudian membuatkan segelas minuman teh hangat dengan setengah sendok gula pasir sehingga tak terasa hambur namun tak begitu manis.


Azam duduk diteras samping rumah menghadap taman kecil berukuran panjang tiga meter dan lebar empat meter dan terdapat kolam kecil dengan barisan pot-pot tanaman bonsai yang disusun rapi ditaman kecil itu, sebuah kursi lengkap dengan meja kecil yang disediakan azam ditempat kesukaannya dirumah itu. "Zam, nanti bantuin ibu ya" ibu azam memecahkan lamunan azam, "bantuin apa bu, inshaallah azam bantuin" jawab azam masih dengan lembut, "nanti ibu mau membeli bahan-bahan masakan dipasar, bapak kamu tidak bisa mengantarkan" ibu azam mendatangi azam diteras rumah sambil membawah pisang goreng, "siap bu, nanti azam antar kepasar tapi azam mau minta dibelilan donat gula merah ya sama sate tetelan" azam menggoda ibunya "ah kamu zam selalu begitu terus, ni makan saja dulu pisang donat nya nanti saja" jawab ibunya sambil menyodorkan pisang goreng dalam piring berwarna biru terbuat dari kaca, "wah makasih bu, pas banget lagi minum teh ada pisang hangatnya mumpung cuaca dingin gini" azam mencomot pisang goreng buatan ibunya "ya sudah makan aja dulu ibu mau masak nasi dan air dulu ya" ibunya menjawab sambil beranjak dari teras menuju dapur, "iya bu" jawab azam singkat.

__ADS_1


Sepulang dari pasar mengantar ibunya belanja, azam membawahkan barang bawaan dari motor masuk rumah setelah makan makanan yang dibeli dipasar oleh ibunya, azam kembali menyibukkan diri dengan hobinya, azam mengeluarkan burung kesayangannya untuk dimandikan diteras samping rumahnya, setelah memasukkan burung kedalam keramba tempat mandi azam melanjutkan merawat tanaman bonsai hiasnya yang tersusun diteras, mempruning bonsai untuk mengecilkan daun serta mengawati (memberi kawat) ranting-rantingnya untuk membentuk sesuai keinginan yang diinginkan. Setelah semua beres, azam memasukkan kembali burungnya ke kandang dan menggantungkan di teras depan untuk mendengar nyanyian burung berwana hijau bertopeng hitam seukuran sepuluh cm itu.


Azam masuk kamar mengambil handphone memeriksa chat WA, duduk disisi kamar di atas kasur azam membuka instagram melihat-lihat kiriman-kirman informasi dan macam-macam kiriman dari temannya. Hal yang membuat azam tertarik adalah saat tidak sengaja melihat kiriman zahra di instagram mengenai kirimannya yang membagikan informasi ilmu agama yang membuat azam berpikir bahwa zahra sudah jauh berubah dari yang dulu, berubah kearah yang jauh lebih baik dan lebih agamis dibanding sebelumnya. Tak terasa ada getaran dihati yang entah apa sulit dijelaskan, azam berbaring dan membuka WA lalu menghubungi zahra dengan tangan masih bergetar dan hati yang tak menentu darah seakan mengalir deras jantung berdetak semakin cepat. "Assalamu'alaikum dek apa kabar?" tulis azam lalu dikirim langsung, "wa'alaikumsalam kak Alhamdulillah sehat kakak gimana kabarnya?" balasan dari zahra beberapa menit kemudian, "Alhamdulillah sehat dek gimana pekerjaannya lancar aja?" azam membalas lagi percakapan via chatingan itu, "iya kak lancar aja seperti biasa berangkat jam tujuh pagi pulang jam lima sore jadi sampai rumah malam" balas zahra dan langsung dibalas oleh azam "syukurlah dek kalau begitu inshaAllah nanti malam kakak videocall kan ya" isi pesan azam, "iya kak boleh nanti kabari saja" jawab singkat zahra membalas pesan azam. Balasan hanya dibaca oleh azam selanjutnya azam mencharger handphone ditinggal di rumah dan azam tidur siang karena merasa sedikit kelelahan.

__ADS_1


"Allahuakbar" suara imam menganggkat kedua tangannya seraya bertakbir tanda mulainya sholat, azam bergegas ikut berbaris kedalam barisan shaf sholat dan mulai bertakbir dan mengikuti imam. Terdengar rintik air menerpah atap masjid menandakan telah turun hujan, kesejukannya seolah menembus atap menusuk sampai mengenai seluruh kulit azam. Begitu tenang saat sholat ruku' dan sujud tak terasa sampai pada sujud akhir, azam sujud lebih lama seraya melangitkan do'a-do'anya entah telah berapa kali ia melakukan do'a yang sama disetiap sujud akhir sholatnya. Air mata menetes dari pipi azam meresap di sajadah berwarna hijau dengan sedikit motif berwarna hitam, do'a-do'apun seleai diucapkan dan azam kembali duduk tasyahud akhir lalu kemudian menyelesaikan sholatnya.


Hujan awal juni ini begitu memberi kesejukan dihati azam yang entah bagaimana menceritakannya. kringgg...kringgg... suara handphone azam kembali terdengar dan azam membaca nama zahra dilayar tertulis. "Assalamu'alaikum dek" azam mengangkat panggilan video dari zahra, "waalaikumsalam kak aku ganggu waktunya kak?" zahra memulai obrolan "oh tidak dek kakak justru senang tadi mau kakak kabari mau menelepon eh ternyata sudah adek duluan" jawab azam, "iya kak tadinya nungguin tapi mikirnya nanti aku mau pergi ke rumah teman kan jadi inisiatif aja duluan" jelas zahra pada azam singkat "oh gitu emang mau ketemu siapa dek?" tanya azam penasaran "mau bertemu dengan teman-teman yang dari satu daerah disini kak" zahra menjawab sambil membenahi jarum pentul pada jilbabnya. "Eh dek kakak mau nanya boleh?" azam bertanya dengan raut wajah harap "ya kak mau nanya apa? bukan main-main kan?" zahra nanya balik ke azam sambik tertawa kecil sehingga terlihatlah lesung pipinya, "adek kapan target nikahnya?" tanya azam serius "wah pertanyaannya sunggu berat ini" jawab zahra sambik terkekeh mendengar pertanyaan itu azam pun ikut tertawa "aku sih tidak ada target nikah kak mau kapan aja jika jodoh sudah ada ya langsung menikah tidak punya targer khusus umur kak" jawab zahra "oh begitu ya dek dqn adek sekarang sudah punya calonnya?" tanya azam lagi penasaran "hmm...sampai saat ini belum ada sih kak soalnya masih fokus kerja disini dan tidak ada juga yang dekat palingan disini cuma teman-teman biasa saja" zahra menjelaskan pada azam dan azam menjadi pendengar yang setia sepertinya, mendengar jawabam ini dalam hati azam ada rasa senang mengetahui bahwa zahra belum ada calon untuk dijadikan suami suatu hari nanti, azam pun tidak memberi alasan kenapa ia menanyai itu. "Emangnya kenapa kakak nanyain itu?" tanya zahra yang membuat azam salah tingkah "e...e...tidak apa dek mau tau saja makanya kakak nanyain itu" azam menjawab agak gagap "eh ini kak maaf teman-teman aku sudah siap mau pergi sudah dulu ya nanti kita sambung lagi dilain waktu" zahra beranjak dari tempat duduknya di kamar keluar menuji ruang tengah rumah menemui teman-temannya "hm ya sudah dek matikan aja handphone nya hati-hati di jalan ya assalamu'alaikum" , "iya kak waalaikumsalam" jawab zahra dan panggilan video berdurasi beberapa menit itu diakhiri. Setelah itu azam keluar dan minum dan mendapati hati yang begitu senang telah bertatap muka dengan zahra meski tak begitu lama, selain jam yang berbeda zahra juga ada acara tapi sudah cukup bagi azam untuk membuat hatinya berdebar sore itu ditengah hujan yang tak begitu deras dengqn sedikit angin menghembuskan hordeng-hordeng jendela rumah, membawah hawa sejuk mendinginkan hati membuat nyaman perasaan azam sore itu.

__ADS_1


***


__ADS_2