Hembusan Rindu

Hembusan Rindu
Langit Bengkulu


__ADS_3

Kokok ayam menyongsong pagi menyambut matahari yang perlahan mengangkat embun kembali dari penjelajahannya. Tetesan embun berjatuhan dari atap teras memberi isyarat pada bumi bahwa kesejukan telah diberikan meski setetes yang menyambangi. "Hari ini kamis tanggal dua puluh februari adalah hari kepulangan zahra dari jepang" keluar dari selimut menyalakan HP dan mematikan pemberitahuan kalender yang sengaja azam aktifkan untuk dijadikan pengingat. Hari yang masih berselimut kabut dingin membuat azam masih enggan keluar kamar ditambah lagi kondisi azam yang mulai meriang tanda demam, "ya Allah hari ini zahra pulang tapi aku sendiri demam tak bisa kebandara" azam mulai mengucek-ngucek mata yang masih berat untuk dibuka.


Setengah jam kemudian azam memaksa beranjak dari tempat tidur lalu kekamar mandi mencuci muka, "buk, azam demam nih ada paracetamol tidak dirumah" keluh azam saat bertemu ibunya di dapur yang bersebelahan dengan kamar mandi, "tidak ada zam, kamu sudah ibu bilang untuk tidak bergadang tapi masih saja, inilah hasilnya" dengan nada tinggi ibu mengomeli azam "kamu ganti pakaian dulu biar ibu antarkan kamu ke puskesmas ya" menyuru azam untuk bergegas, "wah jangan buk, ini demam biasa azam minta tolong dibeliin obat biasa saja" tidak mau diajak memeriksakan kondisi kesehatan karena azam sendiri takut disuntik "nanti juga sembuh kok buk" timpal azam menambahi lalu masuk kembali kekamar mengambil HP nya dan duduk diteras rumah sambil mendengarkan lagu kesukaannya yang pernah ia kirimkan kepada zahra beberapa bulan yang lalu.


Pukul sepuluh lewat sepuluh menit (10.11) azam mengambil HP lalu menghubungi zahra "Bismillah, jam bording pesawat dan berangkat dek?" pesan singkat azam kirimkan kepada zahra "jam enam kak" jawaban singkat dari zahra tiga puluh tiga menit setelah pesan azam masuk, "jam enam indonesia apa jepang?" azam segera membalas pesan setelah menerima balasan dari zahra "jam enam jepang kak" jawab zahra "ya sudah kalau begitu jangan lupa wuduh nanti ketikaau berangkat biar bisa solat magrib dan isyanya dipesawat" pukul sebelas lewat empat menit (11.04) azam membalas pesan dari zahra. "Kalau berangkat pukul enam jepang berarti pukul empat waktu indonesia,hm..berarti sampai indonesia pukul dua belas malam dong" azam melihat jam di HP nya sembari menghitung perjalanan zahra dari tokyo ke jakarta dimana waktu jepang dan indonesia terpaut dua jam.


Sehabis sholat zuhur azam minum obat lalu istirahat dan tertidur hingga terbangun saat adzan sholat ashar berkumandang dari masjid. Zahra telah berangkat dari bandara internasional tokyo menuju indonesia memakan waktu selama delapan jam waktu normal, azam menunggu dengan harap cemas mendo'akan agar keselamatan bersama zahra sampai disini. "Ya Rab, berikan kesalamatan untuk zahra selama diperjalana sampai ke indonesia" dalam sujud akhir sholat ashar sore itu.

__ADS_1


Rindu kadang membuat kecemasan berlebihan didiri seseorang, rindu memang tak terlihat layaknya dampak yang ditimbulkan. Azam uring-uringan dikamar tidur selain badan kurang sehat ditambah juga menunggu kabar dari zahra, hingga larut malam azam tak kunjung mampu menutup mata untuk sekedar istirahat tertidur. Baru terasa mengantuk ketika sudah menjelang tengah malam, azam menghubungi zahra memastikan "sudah sampai dek indonesia? Bermalam ditempat transit dulu?" pukul sebelas lewat empat puluh satu (23.41) malam azam mengirim pesan singkat karena azam tau pesawat akan landing di indonesia pukul dua belas malam maka sudah pasti transit dulu di jakarta sebelum terbang ke bengkulu. Setelah mengirim pesan azam mematikan lampu dan tertidur pulas ditengah rintik hujan yang mulai berbunyi menerpa atap rumah menjadi sangat keras terdengar saat hujan semakin lebat turun menghujam.


Pagi hari saat semua aktivitas mulai berjalan, azam keluar rumah mengeluarkan burung kesayangannya, pada saat mengeluarkan burung terdengar gemuruh dilangit, gemuruh suara pesawat lewat memecah suasana pagi yang tenang. Menengadahkan kepala melihat kearah suara pesawat yang sedang melintas, terdiam sejenak mata mengikuti pesawat yang menjauh semakin kecil hingga hilang dipelupuk mata ada sedikit perasaan yang menyentuh hati azam, perasaan bahagia dan ia yakin bahwa itu adalah pesawat yang digunakan oleh zahra. "Alhamdulillah, kamu sudah sampi dek. Kakak bahagia meskipun cuma melihat dan mendengar suara pesawat yang melintas dibalik awan-awan yang belum beranjak dari pagi" mata berkaca, dalam benak azam, membangkitkan hati nya menjadi semangat yang luar biasa. Setelah masuk kedalam rumah azam membuka handphone dan membuka pesan pukul enam lewat sembilan menitlah baru azam membuka pesan balasan dari zahra yang dibalas pukul dua belas lewat lima puluh menit (00.50) dini hari. "Alhamdulillah kalau sudah di indonesia. mudah-mudahan segera sampai rumah dek. Kemrin mau ke kota bengkulu jemput di bandara cuma lagi tidak enak badan sampai hri ini. Jadi cuma bisa do'akan saja dek" menjelaskan melalui pesan singkat, perasaan sedih bercampur gembira dihati azam, sedih tak bisa menemui zahra dibandara dan gembira karena zahra telah sampai di indonesia dan sebentar lagi mendarat di bengkulu.


Langit bengkulu yang biru memantulkan bayangan kebiruan diluasnya lautan sepanjang pantai bengkulu. Angin bertiup perlahan mengiring dedaunan yang berguguran bercampur deru pesawat yang mulai turun menuju bandara Fatmawati bengkulu, zahra telah menginjakkan kakinya di kota bengkulu. Jauh dari balik barisan perbukitan yang menghijau azam mengucap syukur atas kepulangan zahra meskipun ingin sekali rasanya ia hadir digerbang bandara menyambut rindu yang telah pulang dari perjalanan waktunya.


"Alhamdulillah kak, zara sudah pulang ke indonesia" pesan yang diterima azam, dengan segala syukur azam dirundung rasa malu-malu untuk menemui zahra nanti. Hati deg-degan tak menentu membuat bulir keringat mengucur diwajah azam. "Semoga kamu yang selalu ku do'akan Allah kabulkan, semoga kamu yang aku rindukan segera Allah pertemukan, Aku tak mampu merangkai kata hingga ku bisu dihadapanmu. Tapi ketahuilah bahwa namamu selalu kulangitkan dalam setiap do'aku. Ya Allah jika boleh meminta, aku akan memintanya untuk engkau jadikan milikku" sebuah catatan kecil azam tulis di buku catatan hariannya di akhir kalimat ia tulis nama zahra, zahra wanita kelahiran 8 oktober 1997 yang menjadi topik rindu azam di setiap hembusan rindu yang ia rasakan.

__ADS_1


***


catatan kecil:


"Tenanglah, cinta sejati akan datang pada waktunya. Jodoh tidak akan salah orang, pertemuan tak akan salah ruang, dan ketetapan Allah tak akan pernah salah sasaran"


-gudangkata- (ig || @edosandopa)

__ADS_1


__ADS_2