
Kringggg....kringgg...kringgg
Suara handphone yang berada diatas meja berikut getarannya juga terdengar, setelah selesai minum didapur azam bergegas masuk kamar dan mengangkat panggilan video, zahra demikian tertulis dikontak nama panggilan dilayar handphone azam. "Bismillahirrahmannirrahim" azam mengangkat panggilan itu dengan hati berdetak dengan rasa bercampur senang. Rindu akan sosok yang ditunggu kadang memang tidak mengenakkan setiap hati yang terjangkit, azam sudah lama tak berkomunikasi dengan zahra semenjak beberapa bulan yang lalu melakukan panggilan video. Azam dan zahra memang jarang berkomunikasi karena permintaan zahra sendiri agar tidak terlalu sering menghubunginya, azam tidak tahu apakah zahra merasa terganggu atau bagaimana jika ia menghubunginya. Zahra pernah menyampaikan agar jangan terlalu sering menghubunginya karena ia takut niatnya untuk berubah lebih baik menjadi tidak bisa ia laksanakan sepenuhnya, karena zahra sendiri saat ini sedang proses belajar mengenal agama dengan baik serta ia belajar untuk berhati-hati terhadap lawan jenis agar tidak terjadi komunikasi yang bisa mengundang dosa didalamnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum zahra" azam mengucap salam ketika mulai bertatap muka dengan zahra melalui handphone saat melakukan panggilan video, "wa'alaikumsalam kak" zahra sembari merapikan jilbab abu-abu lalu mengenakan topi berlambangkan karakter dalam sebuah game super mario berwarna merah terlihat muka sedikit kusam mungkin saja zahra belum mandi dengan jerawat memerah dikiri dan kanan pipi zahra yang tidal tirus itu.
"Tadi kakak videocall kan tidak diangkat dek" ujar azam sembari memasang earphone ke telinga dan menyambungkan ke handphone nya, "iya kak tadi aku lagi masak di dapur hp nya dicharger dikamar kak" jawab zahra menjelaskan tentang kenapa tadi ia tak mengangkat panggilan video azam beberapa jam yang lalu, "sekarang gimana dek udah tidak sibuk lagi?" tanya azam "ya semua sudah beres sih kak cuma mandi aja yang belum" jawab singkat zahra sambil tertawa kecil dilayar handohone, "ya kelihatan banget sih dari muka kusamnya itu" azam pun meninpali juga dengan tertawa kecil "nanti mandi ya jangan malas mandi meskipun disana sedang bersalju dan cuaca dingin dek" tambah azam, "hehe iya deh kak inshaAllah nanti mandi kalau ingat" jawab zahra yang membuat azam cemberut dan zahra pun tertawa meledek sembari menjulurkan lidah "Eh iya dek kamu kapan pulang ke indonesia?" tanya azam penasaran, "pulangnya bulan maret sih kak tahun depan tapi rasanya masih mau lanjutkan kontrak kerja disini" zahra menjawab sambil ngemil makanan ringan produk jepang dan azam pun menyimak saja "disisi lain rindu ingin pulang ketemu keluarga tapi disisi lain masih ingin melanjutkan" tambah zahra, "hmm...kakak sih menyarankan lebih baik pulang kan udah beberapa tahun tidak ketemu keluarga ibu bapak dan adik disini kan ya nanti kalau ada rezeki kan bisa kembali lagi bekerja disana" azam merespon cerita zahra dengan berharap dalam hati bahwa zahra bisa segera pulang.
__ADS_1
"Kakak do'akan adek bisa segera pulang kesini, kakak juga sudah lama tidak bertemu terakhir bertemukan jaman masih sekolah dulu" azam menambahkan, "inshaAllah ya kak do'akan saja mudah-mudahan bisa segera pulang" jawab singkat zahra "eh kalau pulang nanti kabarin kakak ya, siapa tahu nanti kakak bisa ikut menjemput dibandara sini" dengan tetap memandang kelayar handphone azam bicara dengan lembut kepada zahra "dan jika nanti kamu belum bisa pulang dek do'akan kakak agar punya rezeki biar bisa menyusul kesana setidaknya bisa bertemu disana" tambah azam seraya berjalan kearah dapur untuk mengambil air minum, "aamiin iya kak semoga ya tapi andai nanti kesini agar kakak kabari jauh-jauh hari supaya aku bisa ambil cuti libur kepada pihak kantor disini kak" zahra menjelaskan kepada azam "biar nanti bisa diambil waktunya kak soalnya jika dadakan tiba-tiba kakak kesini tentu nanti aku tidak bisa diberi jatah cuti kak" tambah zahra, "siap buk negara" ledek azam "pasti nanti jika kesana dihubungi dulu biar ada persiapan juga tapi jika kesana kakak mau adek yang nemanin perjalanannya" tambah azam.
Tak banyak yang tau azam sering memikirkan dan merindukan zahra karena teman-teman azam sendiri seperti kiki, khairul, akbar tidak tahu karena azam sendiri tidak mau menceritakan, azam hanya meminta mereka mendo'akan saja untuk yang terbaik setiapkali jika mereka menanyakan tentang ini kepada azam. Kerinduan akan sosok yang berhasil membuat azam jatuh cinta ini membuat azam begitu semangat untuk bercerita tentangnya, membahas tentangnya dan selalu bahagia setiap mendapat kabar dari zahra.
__ADS_1
Hembusan angin yang lembut dimusim semi jepang pertanda akan dimulainya indah bunga bermekaran seakan menjadi perumpamaan tentang kerinduan azam pada zahra, hembusan rindu datang seperti tak ingin pergi dari hati menjelma menjadi getaran-getaran hati yang hanya terpaut pada sosok yang dirindu. Astaga, penyakit rindu ini memang penyakit yang hanya bisa disembuhkan bila bertemu dengan objek rindu itu sendiri, azam begitu mampu menyimpannya seolah tak memiliki rasa rindu dan seolah tak butuh namun jauh dalam sudut relung hati begitu besar keingin tahuannya kepada zahra, hembusan-hembusan rindu ini mampu membuat azam merasa sepi ditengah kerumunan jutaan orang dan disisi lain mendapati bahwa mengingat dan mencintainya dalam barisan-barisan do'anya selama ini mampu menemani dan mengobati tetesan rindu yang tak sempat diungkapkan bayangan pada diri dikala melangkah dalam gelap. Meski tak begitu mampu mengobati setiap rindu setidaknya dengan do'a yang ia langitkan bisa membentengi dirinya dari pikiran-pikiran yang tidak baik, bukan perkara mudah memang untuk posisi ini. Berpura-pura lupa kadang azam lakukan untuk menghibur hatinya yang sedang tak sejalan dengan pikirannya sendiri seolah hati dan otak sedang berperang sengit menjadi bermusuhan lantaran ada sekat rindu yang tak bisa diucapkan oleh lisan. Azam mencoba untuk tidak terlalu mengingatnya namun hati kadang berkata lain sehingga bayang-bayang zahra kadang hadir bagai ilusi yang membuat azam memaksakan sugesti pada dirinya bahwa nanti pasti bertemu tugasnya sekarang melawan halusinasi tentang rindu ini dan mendekat kepada-Nya untuk memohon agar segera dipertemukan dengan izin serta restu dari-Nya.
****
__ADS_1