
Setelah pertemuan tak terduga yang mampu mengobati rindu yang mampu dibendung kata tak mampu diucapkan oleh hati. Azam begitu bersemangat demikian juga Zahra yang nampak bahagia dengan pertemuan itu meski keduanya sama-sama merahasiakan perihal itu.
Tetesan embun pagi disudut-sudut provinsi Hokkaido yang menetes melalui ujung-ujung salju yang membeku dipinggiran cucuran atap rumah menerpah tumpulan salju dibawahnya yang membentang putih lebar menutupi semua yang ada dibawahnya. Putaran sendok mengenai sisi gelas berisi air kopi membentuk alunan nada abstrak yang menyanyi dipagi hari minggu menjelang akhir dari musim salju. Suara VCD yang dinyalakan memutar sebuah lagu sendu musik Jepang menemani Azam yang duduk didepan Jendela yang terbuka membawah dingin ikut masuk lalu duduk bersama. Gelas kopi Azam letakkan diatas kusen jendela, menghirup nafas dalam dan menghembuskannya keudara yang langsung membentuk seperti gumpalan awan dikarenakan suhu yang begitu dingin.
Lalu lalang warga disana tak begitu sibuk dam ramai, tak ada telinga mendengar bunyian klakson maupun suara-suara yang bising. Irfan masih enggan keluar dari selimutnya dab Aldo terdengar sedang mandi menmbuat Azam pagi ini belum mengeluarkan suara untuk sekedar bicara. "hey boy, are you okay?" Aldo yang sudah selesai berpakaian datang mengangetkan Azam yang sedang melamun "ngelamunin Zahra ya" mencolek perut Azam sambil mengeringkan rambut dengan sebuah handuk putih, "ah kamu Do, aku bukannya melamun cuma lagi menikmati suasana pagi saja" Azam berkilah lalu mengambil gelas kopi dan meniup kemudian meminim dua kali meneguk pelan. "Bohong kamu tu, kelihatan kok kalau kamu lagi memikir kan dia" mengerutkan kening isyarat tidak mempercayai yang dibicarakan Azam, "sudah sudah, mending kamu bangunin tu Irfan suru dia mandi terus kalian beres-beres aku mau habiskan kopi ini dulu baru masak" terlihat malas menanggapi bahasan dari Aldo, "cepat amat mas bro, santai saja dulu" beranjak ke kamar meninggal Azam..
Merogo saku celana mengambil HP kemudian menekan kontak dan...
__ADS_1
"Hallo, Assalamu'alaikum kak" jawaban dari suara lembut dibalik telepon itu, "Alaikumsalam dek, kakak ganggu ya?" Azam menjawab pelan, "ouh tidak kok kak, ini juga sudah menyelesaikan semua pekerjaan dirumah tinggal santai saja" jawab Zahra menjelaskan, "syukurlah kalau begitu dek, takutnya menganggu" Azam sudah mulai tersenyum karena tidak menganggu waktu Zahra, "iya kak, oh iya ada apa kak nelpon pagi-pagi begini" Zahra bertanya penasaran, "gini dek, hari ini ada rencana atau acara tidak?" dengan hati-hati Azam menanyai hal ini, "hmmm...untuk hari ini si tidak ada kak, sepertinya dirumah saja, ada apa ya kak?" semakin penasaran dan Azam pun seperti gugup untuk menjawab"em..um...eh...", "lah kok gitu kak, bilang saja tidak apa-apa kok" Zahra meyakinkan Azam, "em...gini dek, kalau kakak ajak jalan adek mau?" memberanikan diri mengutaran niatnya pada Zahra, "jalan kemana memangnya kak?" Zahra tak langsung menjawab malah bertanya balik, "hmm...selama disini kakak belum pernah ke Shibuya, bagaimana kalau kita kesana saja?" Azam memang belum pernah kesana sebelumnya, "boleh deh kak, jam berapa? menyetujui ajakan Azam untuk pergi keluar, "gimana kalau jam 10 saja, jadi kita bertemu di stasiun kereta disana saja bagaimana?" sambil melihat jam tangan, "ya boleh deh, tapi aku siap-siap dulu ya kak" Zahra menyetujui juga melihat ke arag jam tangan, "sampai bertemu nanti ya, Assalamu'alaikum" Azam mengakhiri perbincangan, "see you, Wa'alaikumsalam" zahra menutup telepon.
Setelah menutup telepon Azam dan Zahra bersamaan bersiap-siap untuk bepergian mulai dari menyetrika pakaian dan menyiapkan segala sesuatu yang ingin dibawah nantinya.
Azam segera membuka aplikasi travel disana untuk memesan tiket kereta secara online agar nanti tak repot lagi. Setelah itu Azam sibuk memilih pakaian apq yang nanti ia kenakan, bongkar lemari memilih dan mengenakan beberapa pakaian hingga sampai ke pilihan kemeja abu-abu dengan bawahan jeans. "Hm...ini cocok sepertinya" berkaca pada cermin melihat kiri kanan dan belakang setelah mengenakan setelan itu. Azam keluar mengenakan jaket berwana hitam serta sepatu sniker hitam. Melilitkan syal karena suhu cukup dingin. "Fan, aku ke Shibuya dulu ya ada janji" Azam pamit pada Irfan yang sedang duduk diteras depan. "Oke, hati-hati dijalan Zam" tak begitu menghiraukan karena masih fokus pada buku yang sedang ia baca.
Duduk disebuah bangku pinggir patung Azam menunggu kedatangan Zahra sambil meminum sebotol minuman soda cocacola, tak lama berselang Azam melihat sosok Zahra dari kejauhan tersenyum melambaikan tangannya. Dengan pakaian jaket jeans berwarna biru, topi super mario bawahan menegenakan jeans serta sepatu sniker, dandanan sederhana khas Zahra yang Azam sukai. "Assalamu'alaikum, sudah lama kak" sapa Zahra menghampiri Azam, "wa'alaikumsalam, baru juga dek" berdiri dari tempat duduk menyambut kedatangan Zahra, "mari duduk dulu" mempersilakan Zahra duduk disebelahnya. "Kita mau kemana saja rencana?" Zahra bertanya mengenai Schedule perjalanan hari ini pada Azam yang menyodorkan minuman padanya, "hm...kita keliling kota ini terus nanti nonton ke bioskop aja gimana?" Azam menawarkan pada Zahra, "boleh deh, nanti kita ke pusat oleh-oleh juga ya, aku mau beli jaket baru kak" membuka tutup botol minuman, "oke dek, oia kita poto dulu yuk di patung Hachiko ini" mengeluarkan kamera dan menyalakannya, "hihihi...cepat sekali poto-potonya" Zahra tersenyum manis sambil menutup kembali botol minumannya. Azam dan Zahra bergantian saling memotret menggunakan kamera dan HP, dan akhirnya berpoto berdua dengan meminta tolong seseorang yang sedang memotret juga disana.
__ADS_1
"Tahu dek cerita patung ini kan" sambil menunjuk kepada patung yang dimaksud, "iya kak tahu, kenapa memangnya?" tanya Zahra sambil melihat-lihat hasil poto pada kamera, "tidak ada apa-apa dek, hanya saja mungkin ini waktu dan tempat yang bagus untuk kakak sampaikan"duduk kembali dibangku, "oh ya? menyampaikan apa kak?" Zahra menghentikan kegiatannya dan memulai memperhatikan Azam yang sedang bicara sambil ikutan duduk juga. "Ini patung mengisahkan tentang kesetiaanya menunggu tuannya, yang dapat kita ambil pelajaran sabar dalam menunggu tentunya suatu hari akan menjadi sesuatu yang sangat berarti jika mampu menjalaninya" Azam mulai menjelaskan, Zahra hanya diam memperhatikan sambil menganggul mengisyaratkan untuk Azam meneruskan cerita itu, "kakak ingin menjadi sesuatu yang berarti juga entah itu untuk sendiri maupun untuk kamu dek, kakak bekerja keras untuk bisa kesinu tujuan salah satunya ialah bertemu denganmu, kakak hanya ingin menyampaikan bahwa kakak masih memiliki perasaan yang sama pada hari ini seperti pertama kali kakak bertemu dan kenal, kakak berharap terus dalam do'a agar nanti kita bisa bersama" berhenti sejenak dan Zahra masih terdiam kemudia memberanikan bersuara "aku tidak tahu tentang apa yang aku rasakan kak, hanya saja selama ini memang aku tidak memiliki hubungan dengan orang lain. Aku juga tidak mencari, selama ini aku cuma berdo'a dan memutuskan memang tidak pacaran lagi, jika sudah waktunya ingin menikah saja" menunduk, "iya dek, kakak juga sama. Inginnya nanti menikah saja, semoga ini waktu dan kesempatan menjadikan kita lebih baik lagi dek" menyodorkan sebuah gelang yang dikeluarkan dari saku tas miliknya, "apa ini kak" menerima gelang itu, "ini gelang buat adek, silakqn dipakai. Kakak masih mencintaimu dek, semoga disini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kesetiaan memang harus dijaga, jika kita berjodoh ingatlah dek bahwa ini bukan kebetulan saja melainkan rencana Allah mempertemukan kita dengan hal yang tak terduga, namun jika nanti kita tidak berjodoh ketahui saja bahwa kita pernah kesini menjadikan hari ini sebagai kisah yang terinspirasi dari negeri yang bukan tempat kita. Semoga do'a kakak selama ini Allah kabulkan untuk nanti bisa menikah dengamu, dan semoga do'a dan harapan adek selama ini salah satunya adalah kakak" menoleh memandang kearah Zahra yang juga memandang kearahnya. Zahra hanya terdiam dengan mata berkaca dan hanya mengeluarkan kata "aamiin".
***
Picture : Suasana di Landmark patung Hachiko yang sangat ramai di akhir pekan.
__ADS_1