
Azam dan zahra semakin dekat saja meskipun hubungan tidak seromantis pasangan lain, karena azam sendiri bukanlah tipe laki-laki yang romantis. Azam tumbuh menjadi seorang laki-laki yang tidak banyak basa-basi dikarenakan ia malas untuk banyak berpikir karena ia bukanlah tipe laki-laki yang suka banyak berpikir yang bisa membuat diri bingung sendiri.
Ada satu hal yang membingungkan azam pada saat ini, entah berapa kali ia bolak-balik berjalan disudut ruang kamarnya. Azam bingung karena ia memiliki sebuah permasalahan dimana ia mencintai zahra namun disisi lain zahra tidak mengetahui bahwasannya azam memiliki wanita lain yang sudah azam kenali sebelum berhubungan dengan zahra. Hal inilah yang mengguncang azam karena azam mencintai zahra dan tak ingin melukai dan kehilangan sosok zahra yang selama ini bersamanya dan zahra sendiri tak pernah meyakitinya. Namun disisi lain azam merasa bersalah, dia tidak memikirkan dari sebelumnya dan tak pernah bercerita kepada zahra tentang yang sebenarnya selama ini.
Dita, ya dita adalah nama sosok wanita itu. Wanita yang postur tubuhnya lebih kecil dari zahra berkulit putih dan bermata belok. Azam telah berpacaran dengan dita namun karena dita pernah berselingkuh membuat azam tak mencintainya lagi dan tak banyak menghubunginya lagi karena bagi azam ia tak mau lagi melanjutkan hubungan dengan dita dan lebih memilih zahra yang kini ia cintai hingga saat ini.
__ADS_1
Rasa bersalah semakin merasuki diri azam dan dia belum berani menceritakan yang sesungguhnya kepada zahra karena belum sanggup rasanya ia kehilangan zahra. Meskipun usia masih remaja namun azam tak mau menjadi orang yang berpikiran seperti anak-anak yang tak memikirkan resiko itu. Rasa bersalah ini tak mungkin ia biarkan saja dan ia tahu suatu hari masalah ini akan terbuka cepat atau lambat. Semakin hari rasa bersalah dan rasa tak mau kehilangan semakin menakuti azam yang masih belum berani mengatakan yang sebenarnya kepada zahra.
Sepandai-pandai tupai melompat pasti suatu saat akan terjatuh, begitulah pepatah yang tepat untuk masalah ini. Hinga suatu hari zahra mengetahui hal itu dari dita langsung entah dari mana dita tahu dan tentu saja zahra sakit mendengar ini, begitu juga dengan azam yang semula ingin menceritakan ini namun hal diluar rencana menyebabkan ini tidak seperti yang dipikirkan. Azam harus siap kehilangan zahra yang ia cintai, dan dengan berat hati dan dipenuhi rasa bersalah azam merelakan zahra.
Azam yang masih merasa bersalah sebenarnya masih ingin terus bersama dengan zahra namun hal ini tak mungkin lagi dikarenakan ia tak mau membuat zahra terluka dan tak mau melihat zahra sakit hati kembali. Meskipun azam dan zahra tetap berkomunikasi baik disekolah maupun diluar sekolah namun azam tetap menjaga dirinya agar terlihat biasa saja meskipun didalam hatinya berselimut rindu yang tak mau diketahui oleh zahra. Azam juga sampai saat ini tak tahu apakah zahra masih mencintainya atau tidak, yang harus azam lakukan ialah menebus rasa bersalah itu dengan tidak mendekati zahra kembali karena tak ingin melukai zahra sekaligus azam tak mampu untuk menahan hatinya yang mencintai zahra hingga saat ini.
__ADS_1
Setelah setahun lamanya, tepat di tahun 2014 azam berkenalan dengan seorang wanita yang ia kenal cukup baik. Wanita berkerudung berwajah putih bermata bulat itu bernama nia. Nia sosok wanita yang azam kenal dan setelah proses perkenalan azam dan nia memutuskan untuk berpacaran meskipun azam sendiri belum bisa melupakan sosok zahra. Untuk menebus semua rasa bersalah kepada zahra, azam berjanji pada diri sendiri akan menjaga nia sebaik mungkin dan tidak menyakiti nia. Bertahun-tahun menjalani hubungan dengan nia hingga lulus sekolah azam berusaha untuk tidak membuat kesalahan yang bisa menyakiti nia meskipun ada suatu hari azam mengantarkan zahra pulang sekolah kerumah tinggalnya tanpa sepengetahuan nia, dan pada saat itu azam begitu senang meskipun tak ia ekpresikan dan tak diketahui oleh zahra. Oh rasa cinta itu belum hilang dari bilik hati azam sehingga timbullah rasa bersalah kepada nia.
Azam lulus sekolah dan melanjutkan kuliah dan bekerja paruh waktu disebuah pabrik pembuatan roti yang tidak jauh dari kampusnya. Pada saat kuliah azam dan nia masih menjalani hubungan dengan baik meskipun sikap egois dan tertutup dari nia yang tak azam sukai ia tetap berupaya menjalani dengan sebaik-baiknya. Nia berbeda dengan zahra, nia sendiri wanita yang egois mau menang sendiri dan sering tak mau terbuka sehingga masalah-masalah dalam hubungan mereka. Seringkali diperbaiki sendiri oleh azam sedangkan nia sendiri tak mau mengalah bahkan hal-hal kecil sepeleh yang kadang dijadikannya besar hingga berhari-hari tak mau berkomunikasi dengan baik.
Meskipun penuh dengan liku yang ia hadapi, azam berusaha menjadi pasangan yang baik karena ingin menebus kesalahannya kepada zahra. Walaupun kadang nia cemburu kepada sosok zahra yang seringkali masih dipikirkan oleh azam. Nia mencemburui zahra lantaran azam juga sering memikirkan dan menceritakan zahra serta kadang tanpa sengaja azam membandingan zahra dengan nia. Semakin hari hubungan bersama dengan nia semakin sulit untuk dipertahankan lantaran nia yang egois terkesan tak memperdulikan perasaan azam.
__ADS_1
Rasa bersalah kepada zahra lah yang membuat azam bertahan terhadap nia, azam tak mau menjadi laki-laki yang pengecut dan azam bertekat untuk menjadi laki-laki yang baik, terlebih azam bukanlah laki-laki remaja lagi dan azam harus merubah setiap detail kehidupannya demi menata masa depan yang jauh lebih baik. Azam berjanji untuk seutuhnya mencintai nia dan berusaha melupakan wanita yang pernah ia cintai dan ia sakiti, zahra.
***