Hembusan Rindu

Hembusan Rindu
Pinkan


__ADS_3

Tuuut....tuuut...


"Hallo. Assalamualaikum" Azam mengangkat telepon saat baru saja bangun, "kak, hari ini tidak bisa datang karena kami akan pergi ke gunung fuji untuk bertemu dengan teman-teman" Zahra memberitahu tentang pembatalan rencananya dengan Azam. "Oh gitu. Ya sudah dek tidak apa-apa, kamu hati-hati saja dijalan" jawab Azam dengan suara lemas, "oke deh, maaf ya kak udah batalin janji" dengan suara pelan Zahra meminta maaf, "iya tidak apa kok dek" Azam keluar dari selimutnya, "makasih kak, aku berangkat dulu ya, bye. Assalamualaikum" Zahra menutup telepon.


Dengan sedikit kecewa karena tak bisa bertemu, Azam melangkah berat ke kamar mandi mengisi bathup dengan air hangat. Lalu keluar menuju dapur untuk meminum segelas jus jeruk kemudian kembali ke kamar mandi untuk berendam dalam bathup selama kurang lebi tiga puluh menit lalu membilas badan kemudian menyikat gigi. Setelah selesai Azam berpakaian sweater dan bawahan celana training mengenakan sepatu sniker. Menuju samping rumah mengambil sepeda, dengan masih merasa kecewa janji telah dibatalkan Azam berangkat menuju minimarket setempat yang berada diperempatan dua kilo meter dari rumah kediamannya untuk membeli beberapa pakaian dalam dan bahan-bahan makanan seperti ikan laut, cabai dan beberapa bumbu masakan. Minimarket ini juga menjual berbagai macam produk makanan dari asia termasuk indonesia, makanya Azam sering berbelanja di minimarket ini. Tak lupa Azam membeli beberapa bungkus mie instan dari indonesia serta makanan ringan lainnya.

__ADS_1


Selesai membayar Azam bergegas menuju keluar untuk pulang, menutup pintu kembali dan ketika Azam berbalik arah ingin melangkah, brukk..."Aww" suara wanita berambut sebahu diikat gaya horsestyle berkaca mata berjaket membawah tas selempang terjatuh tertubruk oleh Azam yang ingin keluar dan wanita itu mau masuk, Azam pun terjatuh dan belanjaannya berserakan. "Sumimasen, imi ga arimasendeshita (Maaf saya tidak sengaja, saya tidak melihat)" dengan sangat menyesal, Azam bangkit dan menolong wanita yang ia tubruk itu, "Hai, jikai wa saisho ni mite, sore ga futatabi hassei shinai yo ni shimasu (iya, lain kali lihat-lihat dulu agar tidak terjadi lagi)" jawab wanita itu dengan suara kesal dan membersihkan jaketnya yang kotor karena tadi dia sedang memegang ice cream lalu terjatuh mengenai jaketnya, "Hando taoru ga arimasu (ini saya punya lap tangan)" menyodorkan selembar sapu tangan berwana biru dongker, "Nai, Arigatougozaimashita (tidak, terimakasih)" jawab wanita itu singkat, "Kireidesu. Mada tsukatte imasen (ini bersih kok. Belum saya gunakan)" meyakinkan wanita itu. "Hai.OK (oke baiklah)" wanita itu mengambil sapu tangan Azam lalu mengelap jaketnya, sementara Azam mengumpulkan barangnya yang tercecer berserakan.


"Hontoni gomen'nasai, owabi shimasu (Saya benar menyesal dan saya minta maaf kepada anda)" mengulurkan tangan mengajak bersalaman, "watashi Azam Indoneshia kara (saya Azam dari Indonesia") lanjut Azam mengenalkan dirinya pada wanita yang ia taksir umurnya tak jauh berbeda dengan dirinya. "Indonesia?" wanita itu tercengang, "Hai, watashi wa Indoneshia shusshindesu (ya, saya berasal dari Indonesia)" jawab Azam meyakinkan, "aku juga dari Indonesia, nama ku Pinkan kuliah di sini" mengenalkan dirinya yang bernama Pinkan dengan bahasa indonesia, "wah kebetulan sekali ini ya, aku kira kamu orang Jepang" dengan wajah kaget dan senang karena bertemu dengan orang Indonesia lainnya disana, "hahaha...aku aslinya dari Bandung kemudian kuliah disini Zam" menceritakan sedikit asal usul dirinya, "senang bisa bertemu dan berkenalan dengan kamun Pinkan" Azam melepaskan jabatan tangannya yang sedari tadi belum dilepas tanpa disadari, "senang bertemu dan berkenalan juga" kata Pinkan dengan senyuman kecilnya, "oh iya, saya temani belanja dan nanti saya antarkan ke tempat tinggalmu ya" Azam mengikuti Pinkan yang masuk dalam minimarket, "ah nanti merepotkan loh" membuka pintu dan trolly belanjaan, "tidak kok, anggap saja sebagai permintaan maaf aku" mengedip-ngedipkan mata dan tersenyum memastikan bahwa tidak merasa direpotkan, "oke deh, aku terima tawarannya" Pinkan mempersilakan.


Setelah selesai berbalanja, Pinkan pulang diantarkan oleh Azam, berboncengan dengan sepeda. Hanya beberapa menit dari minimarket sampai rumah kediaman dari Pinkan, "stop Zam, disini rumahku" menepuk pundak Azam memberi isyarat agar berhenti, "oke Kan, kamu sendiri disini?" Tanya Azam berdiri disamping sepeda, "tidak kok, aku bersama dengan temanku yang juga mahasiswi disini" jawab Pinkan sembari mengangkat bawaanya, "terimakasih ya sudah mengantar pulang" Pinkan melangkah menuju pintu gerbang pagar rumahnya, "iya sama-sama Kan" jawab Azam, baru mau membuka pintu pagar "eh Kan, aku boleh minta nomormu?", "ha..ya boleh Zam sini HP mu biar aku catatatkan" mengampiri Azam, "nih Kan" menyodorkan HP pada Pinkan, "nah sudah dimasukkan" menyodorkan kembali HP ke tangan Azam, "makasih ya, nanti aku hubungi. Bye" Azam mengayuh kembali sepeda menuju arah jalan pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Sebuah pesan dikirim melalui chat Whatsap. Setelah mengirim pesan Azam kemudian meninggalkan HP yang di charger diruang makan, kemudian melangkah ke dapur untuk memasak untuk hari itu, didapur sudah ada Aldo yang mencuci piring kotor sementara Irfan sedang menjemur pakaian dibelakang rumah. "Hei Zam masak apa hari ini" Aldo meyapa Azam yang datang ke dapur dan meletakkan barang belanja, "untuk sarapan, aku masak mie instan saja kalo makan siangnya nanti ku masakin ikan saja ya" Azam mengeluarkan beberapa bungkus mie instan dan mengambil telur serta beberapa lembar bawang daun dari dalam kulkas. "Asalkan enak apa saja kami makan ko Zam" ujar Aldo sambil tersenyum lebar, "oke siap, aku siapin dulu mie nya ya" menghidupkan kompor lalu menaruh wajan berisi air "eh Irfan mana?" lanjut Azam, "dibelakang Zam, jemur cucia tadi" jawab Aldo


"Pagi Zam, baru pulang?" Irfan masuk kedalam rumah membawah ember kosong dari arah pintu belakang, "eh Fan pagi juga, iya nih baru pulang. Tunggu diruang makan nanti aku bawain makananya" Azam sambil tersenyum terlihat bahagia. Setelah meletakkan ember Irfan menuju ruang makak dan duduk "eh ada apa Do sama si Azam?", "ada apanya Fan, ada yang aneh?" jawab Aldo masih belum paham akan pertanyaan dari Irfan, "ya senyam senyum sumringan terus dia itu" jawab Irfan, "oh itu, iya sih dari tadi begitu apa kesambet setan Jepang kali ya" Aldo dan Irfab tertawa terbahak-bahak dengan suara pelan tak mau Azam curiga kalau mereka sedang membicarakannya, "hahaha...kaya nya ada yang sakit nih" Irfan menambahkan ejekan untui Azam, "eh itu HP Azam bergetar, coba kamu liat!" menyenggol bahu Aldo menyurunya untuk mengambil HP diatas meja samping tempat mereka duduk, "Pinkan" bisik Aldo pada Irfan, "Pinkan? Sini kita lihat" penasaran dengan nama yang disebutkan Aldo, "kita buka saja pesannya" pinta Irfan, "ah kamu saja" Aldo menyodorkan HP pada irfan, "oke aku simpan nomornya, terimakasih atas waktunya tadi ya" Irfan membaca pesan dari Pinkan, "wah siapa tu, coba kita lihat potonya" Aldo mendekat penasaran, "ini potonya" Irfan mengklik poto profil kontak whatsap Pinkan, "ulala siapa nih" Aldo penasaran dengan sosok wanita beraut wajah manis khas wanita sunda, "iya nih, dari mana Azam bisa kenal nih orang ya" Irfan juga pesaran dan terkaget ketika Azam datang, "hei orang-orang kepo, ngapain kalian bukan HP tanpa izin dulu" Azam datang meletakkan mie yang sudah disajikan dalam tiga buah piring kaca berwarna putih kemudian merebut HPnya, "ya elah Zam, kan kita penasaran doang" jawab Aldo ketus, "iya nih Zam, siapa tu Pinkan?" Irfan langsung menanyakan sambil menyodorkan HP pada Azam, "dia Mahasiswi, tadi ketemu di minimarket dekat perempatan itu" sambil mengaduk-ngaduk mie, "kenalan terus aku minta nomornya" lanjut Azam, "tinggal didaerah sini juga Zam?" Aldo penasaran, "sudah sudah, makan dulu lah nanti ku ceritakan semuanya" Azam belum mau menjawab dan memilih melahap mie nya dahulu, "iya deh, nanti abis makan nih kita ngobrol di gazebo depan sambil ngopi" Aldo mengiyakan Azam dan mengaduk mie nya juga diikuti oleh Irfan.


***

__ADS_1


Picture : Sosok Pinkan ketika mau keluar minimarket sempat Azam ambil potonya dari luar.



__ADS_2