
Inilah saat-saat kritis Nadya.
Olimpiade se-kota Batu akan dilaksanakan dalam tiga hari kedepan. Nadya tidak bisa bermalas-malasan. Cewek itu kian rajin berlatih soal-soal. Biasanya sebelum ujian Nadya malah terlihat jarang belajar, tapi untuk olimpiade yang satu ini dia sepertinya bener-bener pengen berhasil. Nggak kayak olimpiadenya yang kemaren-kemaren.
Untunglah Nadya punya mama yang selalu mensuportnya. Seperti hari itu, Nadya terlihat belajar seharian di kamar. Mama jadi terharu ngeliat anaknya berusaha begitu keras. Mama pun membawakan roti bakar dan segelas susu hangat ke kamar Nadya. Seperti yang lalu-lalu, mama Nadya akan memberi kata-kata semangat untuk Nadya sebelum meninggalkan kamar Nadya. Nadya cuma tersenyum bahagia.
Sedang serius belajar gitu Nadya dapet telpon dari Rani, Rani ngajak temennya ini main ke Songgoriti. Renang gitu ceritanya. Kontan Nadya menolak, orang bentar lagi dia ada pertandingan yang menyangkut hidup dan mati kok! Rani pun kecewa dengan ketidaksediaan Nadya hangout hari itu. Begitulah sampai hari terakhir sebelum hari olimpiade, Nadya terus belajar di kamarnya.
Pas hari-H Nadya sudah sangat siap mengikuti olimpiade. Pagi-pagi sekali Nadya sudah meluncur ke Bimasakti, tempat olimpiadenya dilaksanakan. Bimasakti tak jauh dari Songgoriti tempat Nadya dan kawan-kawannya biasa renang. Cuaca pagi itu sangat dingin, rintik-rintik hujan menerpa wajah Nadya. Cewek itu lalu duduk di dalam sebuah ruangan bersama peserta dari sekolah lain. Mereka juga sama kedinginannya seperti Nadya.
__ADS_1
Nadya mengenali beberapa wajah peserta olimpiade itu. Ia melihat Ni’mah, Novi, Ratri, dan Akbar yang pernah satu es em pe dengannya di Nesaba. Mereka tentu saja sekolah di Smaba, tapi Nadya nggak malu sekolah di Audams seperti dulu kalau ketemu temen-temennya. Soalnya kan dia udah bertekad memperbaiki citra sekolahnya. Lagipula Nadya sekarang lebih fokus dengan kompetisinya hari ini.
Nadya melihat Mario dan Kak Radit duduk agak jauh darinya. Rupanya kedua cowok perwakilan es em a nya sudah datang. Sebelum memulai pertandingan, semua peserta diharuskan mengisi daftar absensi di depan ruangan masing-masing. Nadya, Mario, dan Kak Radit berada dalam suatu ruangan yang sama, hanya saja tempat duduknya nggak berdekatan.
Sebelum membuka soal di hadapannya, Nadya mencoba menenangkan hatinya. Cewek itu juga berdoa dengan khusyu’. Setelah selesai berdoa ia mengambil bolpoin di tempat pensilnya dan membuka soalnya. Soal awal-awal biasanya mudah untuk diselesaikan. Semakin ke belakang kesulitannya bertambah. Soal olimpiade Nadya ada dua macam, yang pertama lima puluh soal pilihan ganda dan yang kedua lima puluh soal esai.
***
Jam sepuluh kurang fashion show sudah berakhir. Sebentar lagi lomba dance akan segera dimulai. Peserta perwakilan dari kelas satu sudah siap dengan kostum mereka yang keren abis! Nggak mau kalah sama juniornya, peserta dari kelas dua dan kelas tiga juga tampil dengan kostum yang keren\-keren. MC membacakan peserta yang akan tampil duluan, yaitu kelas satu.
__ADS_1
Meiviana dan kawan\-kawannya membentuk formasi di depan panggung. Alunan musik hiphop mulai terdengar, lomba dance pun dimulai. Anak\-anak menari dengan baiknya sehingga penonton tak berkedip. terutama cowok\-cowok yang nonton di dekat panggung. gerakan demi gerakan menjadi sebuah tarian yang dinamis. Belum lagi usai, terdengarlah musik tradisional dangdut tapi campuran hiphop, jadi keren banget apalagi dipadu gerakan yang nggak kalah keren.
Setelah selesai, terdengarlah tepuk tangan penonton yang membahana. Nggak kalah keras sama suara sound systemnya. Sekarang giliran grup dance kakak kelas. Mereka juga menari dengan keren sampai akhirnya saat pengumuman menampilkan grup dance dari kelas tiga sebagai juara pertama. Juara pertama akan dikirim ke Surabaya untuk mengikuti lomba dance se\-propinsi Jawa Timur.
Pengumuman yang nggak kalah seru juga adalah pengumuman lomba futsal, cerdas cermat, fashion show, paduan suara, dan bazaar. Udah ketahuan kalau futsal kelas 1\-3 dapet juara kedua, begitu juga cerdas cermat. Kalau fashion show kelas 1\-3 nggak dapet juara, kelas 1\-2 yang nampilin Dini sebagai ratu kidul lah yang juara satu. Juara kedua kelas 1\-5 yang memakai seragam militer.
Juara paduan suara adalah kelas 1\-3 yang waktu itu dengan apik menyanyikan Bagimu Negeri dan Hari Merdeka. Satu lagi yang mengejutkan, nggak disangka\-sangka ternyata bazaar kelas 1\-3 yang rugi itu menang juara satu. Nggak tahu deh penilaiannya dari mana, tapi yang jelas jelang pengumuman berakhir stan bazaar kelas 1\-3 diserbu pembeli. Semua dagangan ludes terjual!
Acara hari itu dilanjutkan dengan menampilkan band local dari luar sekolah. Acara pun semakin semarak ketika salah satu band membagi\-bagikan stiker dan album mereka. Acara diakhiri dengan apel siang untuk menutup rangkaian acaran bulan bahasa tahun itu. Setelah itu bersih\-bersih stan bazaar dan pulang ke rumah. Huhh… Nadya capek banget, hari ini sungguh melelahkan. Cewek itu melepas kacamatanya dan tidur di kasurnya dengan nyenyak. Sampai esok harinya…
__ADS_1