High School Incident

High School Incident
Final


__ADS_3

Dari pagi hingga sore bergantian teman-teman Nadya melayat ke rumahnya. Rani sudah sejak pagi tadi ada di sana. Ia menemani mama Nadya yang terlihat sedih. Bersama Odis, Oppy, dan Elfin, mereka membantu mama Nadya menemui para pelayat. Terlihat semua teman seangkatan Nadya juga ikut melayat, termasuk Ineke, Syahrul, Desi, de el el. Bela, cewek yang kenal Nadya waktu Olimpiade dulu juga terlihat datang. Beberapa kakak kelas Nadya juga melayat, seperti Iqbal, Kak Radit, dan beberapa siswa yang mengenal Nadya.


“Nadya itu saya tahu. Kata teman-teman dia adalah ‘Lintang’nya es em a dua. Waktu lomba cerdas cermat dulu Nadya terlihat tidak pernah menghitung soal matematika, tapi langsung bisa menjawab dengan tepat. Kami semua kagum dengan sosok dia.” ujar Iqbal pada mama Nadya.


Mama Nadya hanya bisa tersenyum saja tanpa berkata apa-apa, lalu masuk ke dalam meneteskan air mata teringat anak semata wayangnya yang telah pergi. Rani juga tidak bisa berkata apa-apa, cewek itu hanya melamun mengingat Nadya. Ia ingat Nadya pernah bilang kalau cita-citanya adalah ikut paskibra, tapi karena tinggi badannya tidak mencukupi ia merubah cita-citanya ingin menjadi seorang penata rambut yang terkenal.


Oppy dan Elfin pun mengingat hal-hal tentang Nadya di pikiran mereka. Cewek yang selalu bersahabat dengan buku itu telah pergi. Ia bahkan belum sempat jadi Pramuka Penegak seperti impiannya. Rani juga ingat Nadya yang pernah menangis bersamanya saat orangtuanya bercerai, saat ia tidak bisa masuk ke Smaba, ataupun saat mereka berbaikan setelah bertengkar.


Suasana rumah Nadya beberapa hari kemudian terlihat lengang. Mama Nadya sedang sibuk di dapur membuat roti bakar. Odis berada di kamar Nadya memandangi dinding kamar Nadya yang penuh tempelan-tempelan kertas. Beberapa kertas yang ditempel di sana berisi materi sekolah yang dihapalkan Nadya. Rumus trigonometri, pertidaksamaan, biologi, ada juga yang bertuliskan keinginan Nadya.


Odis membaca beberapa tulisan Nadya di sana.

__ADS_1


Odis tersenyum melihat begitu banyak kata-kata semangat Nadya. Odis pun mulai membangkitkan diri. Ia berjanji pada dirinya sendiri demi Nadya dia akan rajin belajar seperti Nadya, nggak ngerokok lagi, nggak nakal-nakal lagi di sekolah. Pokoknya Odis janji jadi anak yang baik. Mama Nadya masuk ke kamar Nadya sambil membawa sepiring roti bakar.


“Ini roti kesukaan Nadya. Karena dia nggak ada lagi, kamu bisa memakannya.” kata mama Nadya. Ia lalu keluar dari kamar itu. Odis memandang roti-roti itu dan terbayang wajah Nadya. Cowok itu kemudian memakan semua roti bakar buatan mama Nadya dengan lahap.


***


Kembali ke sekolah. Hari\-hari belajar Rani, Oppy, dan Odis terasa sepi. Siswa kelas 1\-3 tetap belajar meski anggota kelas mereka berkurang satu. Oppy kini belajar sendirian tanpa Nadya duduk di sampingnya. Terkadang ia belajar bersama Rani dan teman\-teman yang lain. Oppy dan Rani terkadang terserang kangen pada Nadya. Mereka sering berkunjung ke rumah Nadya kalau sedang libur.


Odis berjalan sangat pede hari itu di lorong sekolah. Para siswa memandangnya dengan aneh. Mereka melihat ke arah sepatu dan tas yang Odis kenakan. Itu adalah sepatu dan tas milik Nadya. Odis memang sengaja memakai barang\-barang itu, kata mama Nadya tidak apa\-apa, lagipula tidak ada yang memakai sekarang.


Elfin temen sekelas Odis menegur Odis saat Odis melamun di kelas.

__ADS_1


“Apa?” tanya Odis.


“Ini. Foto terakhir Nadya. Foto ini kita ambil sebelum ada kejadian itu.” kata Elfin menyodorkan hapenya pada Odis. Odis melihat foto Nadya di sana. Cewek itu tersenyum ceria seakan menyemangati Odis. Odis jadi merinding melihat senyum Nadya.


“Kalo kamu mau nggak apa\-apa.” kata Elfin.


“Nggak usah.” Odis menyerahkan kembali hape Elfin.


“Tapi tolong dicetak, ya. Besok aku minta.” kata Odis. Elfin tersenyum.


Odis berjalan menuju ruang guru hari itu. Dia dipanggil Bu Wiwik guru matematika. Sesampainya di ruang guru, Odis hanya diberikan sebuah amplop oleh guru matematikanya. Odis lalu membuka amplop itu yang ternyata berisi sepucuk surat.

__ADS_1


Surat itu berisi pengumuman bahwa Nadya berhasil menjadi juara dalam olimpiade matematika se\-Kota Batu. Ia juga termasuk wakil Kota Batu dalam olimpiade matematika se\-Jawa Timur. Odis tersenyum melihat surat itu.


“Nad, kamu berhasil Nad! Selamat ya…” kata Odis dalam hati.


__ADS_2