High School Love Story

High School Love Story
S2#34


__ADS_3

Gio dan Devan mencoba melepaskan ikatan Gia dan Zea. Saat sudah terlepas Gia memeluk abangnya dan bergantian memeluk Devan.


Devan merasa sangat prihatin melihat kondisi gadisnya saat ini.Tapi tiba-tiba Gia mengubah posisinya memeluk Devan dan.


Dorr


Dorr


Dua tembakan tepat mengenai Gia dan Zea.


Baik Devan maupun Gio terbelalak kaget melihat kejadian itu. Seketika Zea pingsan dalam pelukan Gio,beda dengan Gia yang masih setengah sadar di pelukan Devan sementara punggungnya mengeluarkan darah yang sangat banyak.


"Jangan sedih ya ganteng." Seru Gia lirih sambil tersenyum setelah itu kesadaran Gia pun hilang membuat Devan seperti orang Gila yang teriak-teriak nama Gia.


Setelah itu Devan melihat dua wanita bertopeng dibalik pilar rumah itu.


"Cepat tangkap mereka berdua,aku tidak perduli dalam keadaan hidup atau mati." Teriak Devan marah.


"Dev mendingan sekarang kita bawa mereka ke rumah sakit." Ujar Gio dan diangguki oleh Devan.


Devan masih berusaaha berpikiran jernih,dia sangat takut kehilangan Gia.Melihat kondisi Gia yang mengenaskan itu.


Setelah itu Devan dan Gio menggendong kekasihnya masing-masing untuk keluar dari rumah itu.


Di luar gedung,dua wanita bertopeng itu berusaha melarikan diri.Sampai akhirnya mereka berdua tertangkap oleh anak buah Gavin. Sementara dua wanita bertopeng sudah berada di tangan anak buah Gavin.


Saat Gavin akan menyusul ke dalam tiba-tiba dia berhenti karena melihat Gio dan Devan yang menggendong Gia dan Zea dengan banyak darah yang mengalir.


"Gianaaa." Seru Gavin lirih melihat kondisi putri kesayangannya saat itu. Gavin merasa sangat emosi melihat keadaan putrinya dengan mata tertutup dan wajah yang penuh luka.


"Bawa mereka berdua ke markas gue.Gue sendiri yang akan menyiksa mereka." Ujar Devan dengan nada membunuh.


"Biarkan saya yang akan menahan mereka berdua terlebih dulu,karena mereka sudah berani mengusik keluarga Raymond." Seru Gavin datar.


"Baik om,tapi jangan sampai mereka berdua mati,karena saya sendiri yang akan mencabut nyawa mereka ." Ujar Devan menatap mereka berdua bergantian.

__ADS_1


Sementara dua gadis bertopeng itu menelan ludahnya kasar,mereka saat ini sedang berhadapan dengan orang yang lebih berbahaya dari mereka berdua sendiri.


Setelah itu Gavin menyuruh Gio dan Devan masuk ke dalam mobilnya untuk membawa Gia dan Zea ke rumah sakit. Devan tidak henti-hentinya mencoba menghentikan pendarahan Gia begitu juga dengan Gio.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit terdekat yang ada di sana.Devan dan Gio langsung berteriak kepada perawat untuk menolong Gia dan Zea.


Setelah itu mereka berdua sama-sama dibawa ke ruang IGD.Sementara Devan,Gio,dan Gavin yang ada di depan ruangan IGD itu merasa sangat cemas.


Selamatkanlah Gianaku tuhan.Batin Devan,tidak terasa sudut mata Devan yang basah.


"Saya pergi dulu,saya mau urus dua wanita iblis itu,kalian tetap di sini dan kalau ada apa-apa langsung hubungi saya.Gio jaga adik kamu sampai Mom mu tiba di sini." Seru Gavin dan diangguki oleh mereka berdua .


Setelah itu Gavin pergi dengan mobilnya menuju ke tempat di mana dua wanita itu ditahan anak buah Gavin.Sesampainya di sana dengan pandangan mata membunuh Gavin masuk ke salah satu ruangan dimana di sana sudah ada dua wanita iblis yang tengah terikat di atas lantai.


Gavin menghampiri mereka dan menyiram mereka dengan air panas barulah mereka sadar dari pingsannya.


Gavin melepas paksa topeng yang bertengger di masing-masing wajah mereka.


Gavin mengernyit heran,kedua gadis itu usianya seperti Gia.Tapi kenapa mereka berdua bisa-bisanya sampai melakukan tindakan keji itu.Gavin mencengkram kedua dagu mereka dengan keras sampai mereka berdua ketakutan karena sulit bernafas.


Brakkk...


Saya tanya terakhir kalinya,ada masalah apa kalian dengan putri saya.Bentak Gavin membuat kedua gadis itu merinding ketakutan.


"Saya benci dengan Giana." Ujar salah satu gadis itu.


"Dan saya juga ingin membunuh Giana dan juga Gio dengan tangan kami berdua." Sambung gadis yang satunya lagi.


Cetarrr


Gavin mencambuk mereka berdua dengan kejam mengingat kembali kondisi anak perempuannya yang parah tadi.


"Ini karena kalian telah membuat ibu dari anak-anak saya menangis dan menderita mengetahui kejadian ini." Seru Gavin mengingat Dea yang menangis histeris saat tau anaknya di culik.


Plakkk

__ADS_1


Plakkk


Dua tamparan keras yang diterima dua gadis itu dari Gavin.


"Dan ini masih tidak sebanding dengan apa yang kalian lakukan berdua dengan anak saya." Seru Gavin datar.


Sementara kedua gadis itu sangat ketakutan dan kesakitan karena cambukan dan tamparan dari Gavin.


"Tapi kalian berdua beruntung karena bukan saya yang akan melenyapkan kalian,tapi calon menantu saya yang akan melakukan itu." Seru Gavin dan beranjak pergi meninggalkan mereka berdua,tapi belum sampai di depan pintu Gavin dihentikan oleh ucapan salah satu gadis itu.


"Kenapa anda dulu meninggalkan Mami saya."


Gavin berbalik dan menatapnya dengan tajam.


"Apa maksud kamu."


"Saya Sharen Pratista Saputra anak dari Brianna,kekasih anda dulu." Ujar Sharen dengan lantangnya.


"Dan saya Kanaya Ferlita Gibran putri dari Zanna Kirania kenapa anda juga meninggalkan Mami saya dulu." Sambung Kana membuat Gavin terheran mendengar ucapan mereka.


"Anda juga lebih memilih wanita yang murahan." Sambung Kana membuat Gavin sangat emosi mendengar wanita yang dicintainya di rendahkan.


Iya benar yang menculik dan menyiksa Gia dan Zea adalah Kana dan Sharen.Mereka tidak ingin membuang waktu lagi untuk melenyapkan Gia dan Gio tapi sekarang yang ada hanyalah nyawa mereka yang terancam.


Sementara Gavin berusaha mencerna semua ucapan kedua gadis yang di depannya saat ini sampai akhirnya dia menyadari sesuatu.


"Kalian salah,orang tua kalian yang sudah membodohi kalian.Saya tidak pernah mempunyai hubungan dengan orang tua kalian dan perlu kalian tau orang yang kalian sebut murahan tadi itu adalah wanita yang tidak pernah melakukan hal serendah seperti yang orang tua kalian lakukan dulu kepada istri saya.Dan istri saya tidak pernah merebut siapapun.Kalian sudah berani mengusik ketenangan keluarga Raymond dan Krismantara,saya yang akan menghancurkan keluarga kalian sendiri dan tunggulah penyiksaan kalian selanjutnya dari calon suami anak saya." Seru Gavin,dan benar saja Kana maupun Sharen merasa sangat cemas dan takut.Kali ini mereka salah dalam mengambil tindakan dan mereka terjebak di dalam permainan mereka sendiri.


"Saya minta kalian jaga mereka berdua jangan sampai lepas,karena setelah ini akan ada yang menjemput mereka dan kembali menyiksa mereka. Saya masih harus mengurus keluarga mereka." Jelas Gavin dan berlalu pergi.


Sedangkan Kana dan Sharen berusaha teriak dan minta ampun kepada Gavin tapi Gavin tidak peduli,yang ada dipikirannya saat ini adalah Gia dan Dea kedua wanita tercintanya yang menderita karena masalalunya sendiri.


"Zanna,Brianna kalian sudah berani melukai putriku. Aku tidak akan tinggal diam karena kalian juga menyakiti hati istriku." Seru Gavin lirih.Kemudian Gavin menyuruh beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Zanna dan Brianna,dan juga menyuruh orang kepercayaan kantor untuk menghancurkan perusahaan suami mereka.


Setelah itu Gavin kembali ke rumah sakit karena mendapat pesan dari Gio bahwa Gia dan Zea akan di kirim ke rumah sakit milik keluarga Krismantara.

__ADS_1


.


__ADS_2