High School Love Story

High School Love Story
S2#50


__ADS_3

Setelah dari kantor Gio langsung menuju ke alamat hotel yang sudah dikirimkan oleh Gia kebetulan tidak jauh dari kantornya.Gio sedikit terkejut karena mengetahui Gia berada di kamar utama hotel itu dan begitu juga Rheina.


Karena penasaran,Gio langsung saja pergi ke kamar Gia. Sesampainya di sana Gio mengetuk pintu kamar Gia setelah diizinkan masuk Gio maupun Rheina terkagum melihat semua interior didalamnya.


"Hey bang,udah selesai di kantor?." Tanya Gia sambil mengeringkan rambutnya karena dia baru saja selesai mandi.


"Iya udah,oh iya kenapa kamu bisa berada di kamar ini,bukannya ini kamar pemilik hotel?." Tanya Gio penasaran.


"Iya Gi,interiornya juga sangat bagus dan elegan." Sambung Rheina.


"Gimana gak mau berada di sini,ini salah satu hotel milik keluarga Reegan." Ujar Gia membuat Gio dan Rheina terbelalak kaget.


"Serously Gi." Ucap Rheina tidak percaya.


"Hm,dan ini nantinya akan diberikan kepada anak aku dan Devan." Ujar Gia tersenyum.


"Wah bang Gio semakin yakin kalau Devan bisa menjaga kamu dengan baik." Seru Gio sementara Gia hanya tersenyum.


Setelah itu Gio dan Rheina pamit untuk pergi ke kamar masing-masing,awalnya Gia menawarkan Rheina untuk sekamar dengannya tetapi Rheina menolak karena dia ingin kamar yang bersebelahan dengan Gio.


Sementara di kantor...


Sore harinya Zea sampai dari luar kota,dia langsung menemui Direktur.


"Permisi pak,proyek pembangunan di kota XX sembilan puluh persen sudah selesai,tinggal kita mengurus data-datanya." Ujar Zea.


"Baguslah saya selalu percaya hasil kerja kamu,dan iya besok kamu jangan terlambat karena CEO kita ingin sekali bertemu denganmu."


"Baik pak saya undur diri dulu." Pamit Zea dan langsung pulang ke kontrakannya.


Sesampainya di depan kontrakan,ada suatu bingkisan di meja depan rumah Zea,Zea melihat sekitar untuk mencari tahu ada orang apa tidak tetapi hasilnya nihil. Kemudian Zea mencoba membuka bingkisan itu ternyata isinya tiga buah buku novel yang baru cetak. Dan juga Zea menemukan surat kecil yang terselip di sana.


Aku kasih kamu ini karena kamu suka membaca,maaf saat ini tidak bisa menemani kamu Ze. Tetapi aku pastikan besok kita akan jalan-jalan. Kevin.


"Hm ada aja tingkah anak itu." Gumam Zea tersenyum. Kalau sudah menyangkut buku Zea akan merasa senang,awalnya dia selalu menolak atas pemberian Kevin tetapi Kevin selalu memaksa akhirnya Zea menghargai pemberian Kevin.


Setelah itu Zea beristirahat karena besok akan bertemu CEO yang katanya sangat sukses di jakarta.

__ADS_1


Keesokan harinya.


Gia sedang bersiap-siap ingin ikut ke kantor Gio,dia berpenampilan sederhana namun sangat elegan tidak lupa dia selalu memakai kacamata yang selalu ia bawa kemana-mana dan itu pemberian Devan saat ulang tahunnya tahun lalu.


Setelah selesai,Gia turun dan menghampiri Gio juga Rheina di loby hotel.


"Gak mau sarapan dulu Gi.?" Tanya Gio.


"Nanti aja lah pas di kantor kita pesen aja bang."


"Oh yaudah ayo kita berangkat,taksinya udah nunggu di depan." Ajak Gio mereka pun mengiyakan.


Beberapa menit kemudian,mereka bertiga sampai di kantor. Banyak pasang mata yang melihat Gia mereka mengira Gia adalah orang bule yang berada di indonesia,dan itu membuat Gia sedikit risih.


"Kalian duluan aja,Gia masih mau ke toilet sebentar kalau harus naik ke atas dulu sepertinya tidak akan memungkinkan." Seru Gia. Gio dan Rheina mengiyakan dan berlalu pergi.


Sementara Gia sangat tidak nyaman selalu menjadi pusat perhatian,Gia berusaha tetap berifat dingin dan datar,tetapi tiba-tiba dia menabrak salah satu karyawan laki-laki.


"Maaf saya tidak sengaja." Ujar Gia ramah. Membuat semua yang ada di sana terpana dengan Gia karena dibalik difat dingin dan datarnya ternyata dia seseorang yang sangat lembut.


Karyawan perempuan yang awalnya tidak suka melihat Gia karena berpikir kalau Gia sombong sekarang malah kagum kepada Gia.


"Ehm ada apa ini ribut-ribut." Ujar salah satu resepsionist perempuan yang seksi menghampiri Gia dengan pandangan yang tidak suka.


"Maaf saya membuat keributan,ini semua salah saya dan mohon maaf bisa anda tunjukkan dimana toiletnya." Ujar Gia berusaha sopan,Gia bisa mengetahui kalau resepsionist ini tidak suka dengannya.


"Di sebelah sana,oh iya kamu karyawan baru di sini atau OB baru.?" Tanya resepsionist itu dengan nada mengejek. Sementara Gia hanya tersenyum .


"Maaf saya permisi." Seru Gia.


"Cihh sombong sekali." Ucap resepsionist itu.


Setelah kepergian Gia,resepsionist itu membubarkan karyawan yang berkumpul karena keributan tadi.


Sementara Gia yang sudah selesai du toilet merasa sedikit kesal atas perlakuan resepsionist yang tadi.


"Kenapa bisa orang seperti itu bekerja di perusahaan Daddy." Gumam Gia lirih,dan Gia berlalu pergi ke lantai atas dimana ruangan Gio berada.

__ADS_1


Saat ingin menaiki lift,tidak sengaja Gia dan Zea berpapasan Gia yang akan masuk ke dalam lift dan Zea yang baru saja keluar dari lift,tetapi Gia maupun Zea sama sekali tidak menyadari satu sama lain. Karena Gia yang terlalu fokus dengan ponselnya dan Zea dengan semua berkas ditangannya.


Setelah sampai di ruangan Gio,Gia mengetuk pintu setelah diizinkan masuk Gia langsung masuk dan di sana sudah ada Rheina dan Direktur utama perusahaan cabang di sana.


"Oh iya pak perkenalkan ini adik kandung saya Giana Zafra,dan Gia perkenalkan ini pak Arifin Direktur utama di sini." Ujar Gio.


"Selamat pagi nona senang bertemu dengan anda." Seru pak Arifin.


"Selamat pagi pak,senang juga bisa bertemu dengan anda." Jawab Gia sopan. Setelah itu pak Arifin pamit akan kembali ke ruangannya.


"Oh iya jangan lupa sekretaris anda suruh menemui saya."


"Baik pak."


Setelah kepergian pak Arifin,Gio dan Rheina sedikit berbincang masalah perusahaan di surabaya sementara Gia hanya menjadi penonton karena dia sangat payah dalam urusan bisnis.


"Ah iya pasti Gia sama bang Gio belum makan kan. Rhein turun dulu mau beli makan di depan kantor ini,kata karyawan di sini makanan di sana enak-enak." Seru Rheina dan Gia juga Gio mengiyakan.


Beberapa saat setelah kepergian Rheina,tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan Gio dan Gio menyuruhnya masuk.


"Permisi pak,ada apa anda memanggil saya." Tanya Zea.


Saat Gio mengalihkan pandangannya dari berkas.


Deggg....


Mata Gio dan Zea bertemu,keduanya juga sama-sama bungkam dan masih berada di pikiran masing-masing.


Sementara Gia yang sedang fokus membaca buku,tiba-tiba berhenti karena keheningan di ruangan tersebut,saat mengangkat kepalanya Gia terkejut karena di depannya saat ini ada Zea sahabat masalalunya. Kemudian Gia mengalihkan pandangannya kepada Gio yang sedang memandang Zea di kursinya.


Zea berusaha sekuat tenaga menahan air matanya,setelah mengalihkan pandangannya dari Gio,Zea melihat Gia yang sedang duduk di sofa dengan buku yang ada digenggamannya.


"Gianaa." Gumam Zea yang masih bisa didengar oleh Gia dan Gio.


.


.

__ADS_1


.


😇


__ADS_2