High School Love Story

High School Love Story
S2#53


__ADS_3

"Kenapa lo harus hadir lagi dalam kehidupan bang Gio Zea,gue benci banget sama lo. Apa ini sudah waktunya gue nyerah." Gumam Rheina sambil menangis.


Tadi sewaktu Gio sedang memperkenalkan Gia,Rheina sudah kembali membeli makanan. Awalnya dia tersenyum saat Gio memperkenalkan Gia dengan penuh kewibawaan,tetapi saat melihat gadis di samping Gio,Rheina kaget berusaha mempercayai apa yang dia lihat sampai akhirnya Gio mengumumkan Zea sebagai calon istrinya.


Rheina yang mendengar itu merasakan sakit hati yang teramat dalam,dia juga menatap Zea dengan penuh kebencian. Setelah itu Rheina pergi dari kantor dan mencari taman yang ada di dekat sana.


Rheina meluapkan semua emosinya,sekeras apapun dia berusaha memisahkan keduanya mereka akhirnya bersatu kembali. Rheina sudah putus asa,tetapi dia masih merasakan kebencian di dalam dirinya.


Sampai akhirnya dia mengirimkan sebuah pesan kepada Gio.


Di kantor.


Gio yang sedang melihat beberapa berkas yang ada di tangannya,tiba-tiba ada sebuah pesan masuk di ponselnya.


💌RheinaCalandra - Bang,Rhein harus balik sekarang ke Jakarta. Maaf Rhein tidak bisa menemanimu lebih lama lagi di sini,ada suatu hal penting yang harus segera Rheina selesaikan. See you next time🙂


Itu pesan yang dikirim oleh Rheina,Gio sedikit heran tetapi kemudian dia berpikir jika Rheina memang betul-betul ada urusan yang mendesak. Gio tidak curiga kalau Rheina mengetahui dirinya dan Zea akan segera menikah.


Back Rheina.


Rheina saat ini sudah kembali ke hotel untuk mengemasi barang-barangnya,ada perasaan tidak rela di hati Rheina meninggalkan Gio tetapi dia juga sudah tidak bisa lagi memaksakan perasaannya.


Rheina kemudian menghubungi seseorang.


"Halo Kenz apa lo bisa jemput gue sekarang.?" Tanya Rheina.


" ... "


"Surabaya,kalau lo keberatan gue gak maksa."


" ... "


"Thank's Kenz." Seru Rheina dan langsung memutuskan panggilannya terhadap Kenzo. Ya dia Kenzo Andra Handoyo putra tunggal pasangan Sasya dan Rendy.


Di Jakarta.


Kenzo mengernyit heran tiba-tiba mendapatkan panggilan dari Rheina,Kenzo langsung mengangkatnya.


" ... "


"Kemana Rhein,dan beberapa hari ini lo kemana aja gue sulit hubungin lo." Seru Kenzo khawatir.


" ... "


"Oke gue siap-siap sekarang."


Setelah Rheina memutuskan panggilannya, Kenzo berpikir sejenak mengapa tiba-tiba Rheina meminta jemput pulang padahal setau Kenzo,Rheina ikut ke Surabaya bersama Gio supaya bisa selalu bersama-sama dengan Gio.

__ADS_1


Kenzo juga tau perjuangan Rheina selama ini mengejar-ngejar seorang Giofandi meskipun terus diacuhkan tapi itu tidak membuat Rheina mundur. Kenzo akan segera menanyakannya nanti kepada Rheina.


Back Surabaya


Setelah menghubungi Kenzo,Rheina pergi dari hotel itu menuju hotel lain yang berada di dekat bandara Juanda. Dia tidak mau lagi melihat Gio ataupun Zea,karena merasakan sakit hati.


Setelah sampai di hotel Rheina langsung memesan kamar dan segera pergi menuju kamarnya. Karena melamun Rheina tidak sadar jika ada orang di depannya sehingga mereka berdua bertubrukan.


"Aduhhh.." Ringis Rheina karena merasa sakit di bahunya.


"Ya ampun,maaf saya tidak sengaja." Ujar pria itu.


"Ah ya tidak apa-apa saya yang salah." Seru Rheina.


"Apa masih sakit.?" Tanya pria itu dengan rasa bersalah.


"Nope." Jawab Rheina singkat.


"Kevin Andreas."


"Rheina ."


"Wah perempuan bule,dari namanya saja sudah beda." Ujar Kevin.


"Maaf saya buru-buru." Seru Rheina.


"Eh tunggu,apa boleh saya meminta ID Line.?"


Kevin berada di sana,karena hotel itu adalah milik keluarga Kevin. Saat melamun,tiba-tiba Kevin menemukan kartu nama yang tidak sengaja dia injak.


"Rheina Calandra Richardo." Gumam Kevin sambil memegang kartu nama itu.


"Jadi ini punya gadis yang tadi, nama yang bagus dan cantik sama seperti orangnya tapi sayang dia judes." Seru Kevin. Kevin merasa bahagia karena di sana ada alamat apartemen Rheina dan juga nomor ponsel Rheina.


"Kita akan bertemu lagi gadis cantik." Ujar Kevin tersenyum simpul. Dua bulan lagi Kevin akan pindah ke Jakarta ikut dengan kedua orang tuanya,karena perusahaan pusat keluarga Kevin akan dipindahkan ke Jakarta.


Di Kantor Gio.


Sore harinya,Devan dan Gia sudah kembali ke kantor Gio di sana sudah ada Zea. Gia melihat ke semua sudut ruangan Gio mencari keberadaan seseorang.


"Kamu mencari apa sayang." Tanya Devan yang saat ini duduk di sofa sambil menggenggam tangan Gia. Gia tidak menjawab dia menatap abangnya.


"Bang,Rheina dimana? Bukan kah seharusnya dia sudah kembali." Tanya Gia,membuat Zea kaget mendengar pertanyaan Gia,dia tidak tau mengenai keberadaan Rheina yang ada di sana.


"Rheina tadi siang kirim pesan,dia ada urusan penting dan harus balik ke Jakarta hari ini juga." Jawab Gio santai.


"Kenapa secepat ini." Gumam Gia.

__ADS_1


"Memangnya Rheina ikut kalian ke sini.?" Tanya Zea memastikan.


"Iya Ze,dia ikut sebagai sekretaris bang Gio aja." Sahut Gia supaya tidak terjadi kesalah pahaman.


"Oh gitu." Jawab Zea singkat,dia kembali mengingat ancaman Rheina kepada Zea beberapa tahun yang lalu. Melihat gadisnya melamun membuat Gio bertanya-tanya.


"Apa yang sedang mengganggu pikiranmu Ze." Tanya Gio, Zea tersentak kaget mendengar pertanyaan Gio.


"Ah tidak,aku hanya mengingat pertemuan terakhir dulu bersama Rheina. Sudah lama juga tidak bertemu dengannya." Ujar Zea tersenyum.


"Apa pertemuan terakhir itu juga yang membuat kamu mengambil keputusan yang konyol ini dulu.?" Sekarang Gia yang bertanya.


Zea ragu untuk menjawab pertanyaan Gia,dia tidak tau harus menjawab apa. Untuk jujur,Zea takut nanti dia dipikir perempuan pengadu.


"Aku harap kamu menjawab jujur sayang." Seru Gio sambil menatap Zea. Merasa suasana yang mulai menegang akhirnya Zea menceritakan yang sebenarnya tentang semua ancaman Rheina kepada keluarga dan dirinya sendiri.


"Bahkan dia mengancam ingin mencelakai kalian semua yang ada di sini." Jelas Zea.


"Dan lo percaya dengan itu semua?. Kalau aja lo dari awal jujur sama gue ataupun bang Gio,kita bisa ngelindungin lo Ze. Rheina hanya ingin menakuti kamu." Jelas Gia yang merasa kesal saat ini.


" Jadi dia sumber permasalahan atas kepergian lo selama ini, aku harus memberi peringatan terhadap Rheina." Seru Gio.


"Sudah cukup Gio,masalah ini sudah selesai. Rheina gak salah dia hanya terobsesi sama kamu,buktinya sekarang kita bersatu lagi." Ujar Zea.


"Baiklah ibu negara." Jawab Gio mengalah.


"Terus selama bang Gio di sini siapa yang akan bantuin pekerjaan di sini." Tanya Gia.


"Tenang saja abang di sini punya sekretaris kesayangan." Jawab Gio dengan bangganya.


Gia mencibir Gio,sedangkan Devan hanya menggelengkan kepala atas tingkah tunangan dan abang iparnya itu.


"Sepertinya di sini kita mengganggu sayang,lebih baik kita kembali ke hotel karena aku tau kamu lelah." Ujar Devan,Gia mengiyakan dan segera menggandeng tangan Devan untuk pergi.


"Awas jangan lo apa-apain adik gue." Teriak Gio sebelum Devan dan Gia sampai di pintu,Devan berbalik karena Gio meneriakinya.


"Ngapa-ngapain tunangan sendiri gak ada salahnya loh bang." Ucap Devan sengaja menggoda Gio.


"Dasar bocah labil." Sahut Gio, tetapi tidak dihiraukan oleh Devan.


Setelah kepergian Devan dan Gia,saat ini Gio merasa kesal dengan Zea yang kembali sibuk dengan berkas di tangannya.


"Sayang kamu gak ada niat buat kangen-kangenan sama aku." Seru Gio menatap Zea kesal,sementara Zea hanya menoleh sebentar dan kembali fokus dengan berkasnya.


"Ah sudahlah ." Ujar Gio menjadi frustasi sendiri. Sementara Zea hanya tersenyum kecil melihat tingkah Gio yang manja.


.

__ADS_1


.


☺️☺️


__ADS_2