High School Love Story

High School Love Story
S2#52


__ADS_3

"Terus sekarang gimana Gi,lo mau kalau abang menikah dengan Zea.?" Tanya Gio.


"Tidak ada alasan buat Gia tidak menyetujuinya bang. Zea orang yang baik meskipun terkadang dia menyebalkan,tapi ada syaratnya juga." Seru Gia yang membuat Gio dan Zea menatapnya dengan intens.


Sedangkan Gia hanya tertawa melihat ekspresi mereka berdua yang menurutnya sangat lucu.


"Kenapa jadi pucat gitu sih mukanya,santai aja syaratnya gak macem-macem." Ujar Gia menatap mereka berdua bergantian.


"Apa." Tanya Gio yang mulai kesal dengan adiknya itu.


"Pernikahan kalian harus bareng dengan pernikahan aku dan Devan." Jawab Gia tegas.


Gio dan Zea lega mendengar persyaratan dari Gia,yang ada di pikiran Zea adalah Gia memintanya membuat buku novel 1000halaman karena Gia yang sangat suka dengan buku novel. Sementara yang ada di pikiran Gio,Gio harus membeli buku banyak lagi yang baru di cetak 😁.


"Tapi kapan pernikahan lo sama Devan Gi.?" Tanya Zea.


"Setelah kita pulang dari sini." Jawab Gia santai.


"Hahh...." Zea kaget dengan jawaban Gia,pantas saja Gia meminta persyaratan seperti itu karena dari dulu Gia selalu ingin menikah di hari yg sama dengan Zea.


"Kenapa Ze,kenapa muka lo pucet gitu." Tanya Gia.


"Apa tidak terlalu cepat." Ujar Zea.


"No,itu lebih baik sayang." Sambung Gio.


"Baiklah,tapi aku harus selesaikan pekerjaan di sini dulu." Seru Zea.


"Tidak usah sayang." Jawab Gio.


"Tapi-.." Belum sempat Zea berbicara sudah dijeda oleh Gio.

__ADS_1


"I'm Boss here." Ujar Gio dengan nada sombong, sedangkan Zea memutar bola matanya malas dan Gia mencibir Gio.


"Yaudah sekarang kita turun di sini udah mulai panas. Kita ke lobby ada yang hal yang perlu di sampaikan kepada semua karyawan di sini." Ajak Gio,mereka berdua mengiyakan dan meninggalkan Gio di belakang. Gia menggandeng tangan Zea dan sifat manjanya sudah kambuh lagi dengan Zea,sementara Gio hanya menggelengkan kepala melihat tingkah mereka berdua.


Mereka bertiga menaiki lift untuk menuju ke lobby utama, saat keluar dari lift Gia dikagetkan dengan kehadiran Devan di depan matanya dan Gia langsung berlari memeluk Devan karena merasa sangat rindu.


"Aaa sayang,kenapa kamu bisa ada di sini. Bukan harusnya besok kamu ke sini.?" Tanya Gia. Devan langsung saja mencium pipi Gia dan mencubitnya karena gemas dengan kebawelan tunangannya itu.


"Sengaja aku selesaikan semua pekerjaan aku di sana biar bisa nyusul kamu di sini." Ujar Devan,mata Devan beralih menatap Zea.


"Ah iya sayang,kamu masih ingat kan? Ini Zea, teryata Zea bekerja di sini sebagai sekretaris. Dan bang Gio akhirnya menemukan belahan jiwanya kembali,dan kamu tau mereka akan menikah di hari yang sama dengan kita." Jelas Gia panjang lebar,Devan yang paham akhirnya mengangguk.


"Halo Dev,udah lama tidak bertemu." Seru Zea.


"Hai Ze." Jawab Devan singkat berusaha menghargai Zea.


"Kapan kamu tiba di sini Dev." Kali ini Gio yang bertanya.


"Oh baiklah,sekarang lebih baik kita ke sana mereka sudah menunggu semua." Ajak Gio sambil menunjuk kerumunan para karyawan yang tidak jauh dari mereka.


Setelah sampai.


"Selamat siang semua." Ujar Gio,dan mereka semua menjawab di dalam benak mereka,semuanya bertanya-tanya ada apa CEO memanggil mereka semua untuk berkumpul.


"Sebelumnya terima kasih untuk pak Arifin yang sudah bersedia membantu saya untuk mengumpulkan kalian semua di sini,dan juga terima kasih untuk kalian yang sudah mau sedikit meluangkan waktu berada di sini. Kali ini saya ingin memperkenalkan perempuan yang ada di samping saya,dia Giana Zafra adik kandung saya dan disebelahnya Devan Septian tunangan adik saya.Saya harap bila mereka berkunjung ke sini kalian bisa memperlakukan mereka dengan baik."


Resepsionist yang tadinya menghina Gia sekarang wajahnya menjadi pucat karena ternyata yang dihina adalah adik dari pemilik perusahaan tempat dia bekerja saat ini. Sementara Gia hanya tersenyum kepada resepsionist itu,dan Gia merasa itu adalah tamparan keras buat dirinya.


"Dan wanita yang berada di samping saya kalian sudah pasti mengenalnya,dia sekretaris yang sangat baik di sini. Tetapi selain itu dia adalah calon istri saya,kami menjalin hubungan beberapa tahun sebelum kami berjauhan seperti sekarang. Pernikahan kami akan dilangsungkan setelah kami kembali ke Jakarta,dan setelah pernikahan kami dia akan saya pindahkan ke kantor pusat di Jakarta. Maka dari itu saya akan memilih di salah satu di antara kalian yang terbaik untuk menjadi pengganti Sisilia Zeha.Selama kami di sini mohon dengan sangat bantuannya terima kasih." Jelas Gio panjang lebar,semuanya bertepuk tangan dan tidak menyangka tentang Zea yang diam-diam adalah kekasih CEO mereka sendiri.


Banyak karyawan perempuan yang patah hati karena CEO mereka sudah mempunyai kekasih,tetapi mereka juga bahagia karena mereka berpikir Gio dan Zea pasangan yang cocok tidak seperti kekasih CEO-CEO lain yang mereka dengar. Zea gadis yang baik tidak neko-neko dan Gio juga pria yang baik,tegas dan berwibawa.

__ADS_1


Setelah itu Gio mengajak Devan dan Gia pergi ke ruangannya sementara Zea harus kembali kepada pekerjaannya karena dia sangat tidak suka menunda-nunda pekerjaan dan itu membuat Gio kagum dengan Zea. Pantas saja banyak yang bilang Zea gila kerja bahkan dia seprofesional itu dalam hal pekerjaan.


Sesampainya di ruangan Gio.


"Bang gue izin mau bawa Gia pergi dulu." Ujar Devan.


"Memangnya kalian mau pergi kemana." Tanya Gio. Sementara Gia hanya mengedikkan bahunya.


"Gue mau bawa Gia jalan-jalan kasihan dia harus terkurung di dalam ruangan lo ini yang ada nanti dia bosen terus ngancurin barang-barang yang ada di sini." Ujar Devan berusaha membuat Gia kesal,karena dia sangat merindukan Gia kalau sudah marah.


Benar saja Gia langsung melotot ke Devan siap mengomelinya, sementara Gio hanya tertawa melihat tingkah kedua pasangan di depannya.


"Coba diulang lagi sayang,kurang denger akunya barusan. Dan iya kenapa kita harus ikut ke sini tadi kalau kamu masih mau ngajak aku jalan capek tau harus bolak-balik jalan." Sungut Gia kesal.


"Mendingan sekarang lo bawa Gia sebelum dia benar-benar mengamuk dan menghancurkan semuanya." Kali ini Gio yang bersuara,Gia langsung menatapnya dengan tajam .


"Yaudah gak usah ngambek gitu, jadi gimana sayang mau gak jalan-jalan aku gendong deh ke bawah." Tawar Devan.


"Maulah masa engga." Seru Gia meskipun dia masih kesal tapi dia senang karena Devan mengajaknya jalan-jalan.


Setelah berpamitan kepada Gio,Devan benar-benar menggendong Gia ke bawah karena tidak mau Gia sampai kecapek an. Gia tidak ada rasa malu sedikitpun saat semua karyawan Gio memandangnya aneh,menurut Gia selama Devan tidak masalah itu bukan masalah juga buat Gia.


Sementara Rheina saat ini tengah marah di taman,dia mendengar semua perkataan Gio saat mengenalkan Zea tadi.


"Kenapa lo harus hadir lagi dalam kehidupan bang Gio Zea,gue benci banget sama lo. Apa ini sudah waktunya gue nyerah."


.


.


__ADS_1


__ADS_2