
Kenzo&Rheina
Malam harinya Kenzo tiba di Surabaya di jemput Rheina menggunakan taksi.
"Halo Rhein." Sapa Kenzo.
"Hai,apa lo merasa lelah?." Tanya Rheina.
"No, cuma perjalanan sebentar."
"Ikut gue ke suatu tempat." Seru Rheina dan memberitahukan tujuannya kepada sopir. Sementara Kenzo yang merasa aneh dengan sikap Rheina hanya bertanya-tanya di dalam pikirannya,tidak biasanya Rheina diam seperti ini dan terlihat acuh.
"Lo gak papa kan Rhein.?" Tanya Kenzo.
"Nope." Jawab Rheina singkat.
Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara mereka,Kenzo sesekali melihat ke arah Rheina yang melamun tidak menutup kemungkinan Kenzo sangat merindukan Rheina gadis yang beberapa tahun ini menjadi sahabat dan sekaligus orang yang penting bagi Kenzo.
Gue tidak mau perasaan ini menghancurkan hubungan kita Rhein.Batin Kenzo.
Beberapa saat kemudian,mereka berdua sampai di sebuah taman yang lumayan ramai di sana. Mereka berdua turun dan menuju ke sebuah kursi yang ada di sana.
Setelah mereka berdua duduk,Rheina mulai menangis memikirkan kejadian tadi di kantor Gio. Kenzo yang menyadarinya merasa kaget.
"Hei Rhein,lo kenapa hm." Tanya Kenzo,tetapi Rheina tidak menjawab dia menatap Kenzo dan langsung saja memeluk Kenzo.
"Apa sekarang waktunya gue harus lupain perasaan gue sama bang Gio Kenz." Ujar Rheina di dalam pelukan Kenzo.
"Lo tenang dulu,kalau lo mau nangis silahkan tapi setelah itu lo harus ceritain semua sama gue." Seru Kenzo mengusap pelan kepala Rheina.
Rheina tidak menjawab,dia hanya menangis di dalam pelukan Kenzo.
Beberapa saat kemudian,Rheina sudah sedikit tenang. Kenzo membelikan minuman untuk Rheina.
"Sekarang udah malem banget,kita ke hotel atau masih mau kemana lagi.?" Tanya Kenzo. Sejujurnya juga Kenzo sudah merasa risih di sana karena banyak yang memperhatikann dirinya dengan Rheina bahkan ada yang terang-terangan memuji Kenzo tampan di depan Kenzo sendiri.
"Lo gak papa kalau kita harus balik ke Jakarta sekarang?." Tanya Rheina.
"Asal lo udah tenang sekarang juga kita balik ke Jakarta."
__ADS_1
"Makasih banyak Kenz gue berhutang banyak sama lo."
"Sebagai sahabat itu tidak penting Rhein."
Rheina tersenyum dan menarik tangan Kenzo untuk mencari taksi menuju ke hotel. Setelah sampai di hotel Rheina mengemasi kopernya dan pergi menuju bandara.
###
Beberapa jam kemudian,mereka berdua sampai di bandara SH, Kenzo membantu Rheina membawakan kopernya. Kenzo juga sudah menghubungi anak buahnya untuk membawakan mobil ke bandara.
"Sekarang gue anter lo kemana Rhein.?" Tanya Kenzo setelah berada di dalam mobil.
"Gue mau ke suatu tempat dulu Kenz,lo bisa kan anterin gue."
"Oke tidak masalah."
Setelah mengikuti arah petunjuk dari Rheina mereka berdua sampai di sebuah club terkenal di sana. Kenzo tidak menanyakan mengapa Rheina pergi ke sini yang ada di pikiran Kenzo pasti Rheina ingin menenangkan dirinya dan itu sudah menjadi hal yang biasa saat Rheina berada di luar negeri dulu.
Setelah masuk ke dalam mereka berdua memesan minuman, Kenzo tidak banyak minum karena dia mengkhawatirkan Rheina. Rheina sudah banyak minum,jika dia juga seperti itu tidak akan ada yang menjaga Rheina.
Rheina dengan kalapnya meminum-minuman keras itu sambil berteriak memanggil Gio. Kenzo sangat prihatin dengan kondisi Rheina saat ini.
"Lo jahat Gio,lo juga jahat Zea. Gue benci kalian berdua, kalian berdua tidak pantas bersama dan yah harusnya gue yang dinikahi Gio. Lo munafik Zea lo munafik,hahahaa ." Teriak Rheina menggila sampai akhirnya Kenzo yang tidak tega melihat keadaan Rheina menyeretnya untuk pulang. Setelah itu Kenzo membawa Rheina masuk ke dalam mobil.
Kenzo menyetir mobil sambil memegang tangan Rheina wajah Rheina sudah pucat karena kebanyakan minum. Tiba-tiba Kenzo bingung harus membawa Rheina kemana,tidak mungkin dia harus mengantar Rheina dalam kondisi seperti ini ke rumah Gio. Apalagi harus ke apart Rheina,itu lebih tidak mungkin karena pasti akan ada mata-mata papinya Rheina di sana.Jalan satu-satunya Kenzo membawa Rheina ke apart nya sendiri.
Setelah sampai,Kenzo menggendong Rheina menuju ke kamarnya sampai di sana Rheina mencari toilet dan memuntahkan semua yang ada di perutnya dan setelah itu Rheina pingsan di pelukan Kenzo.
Kenzo bingung harus bagaimana sekarang,badan Rheina panas dan bajunya juga basah. Dia harus mengganti baju Rheina supaya keadaan Rheina tidak bertambah parah.
Akhirnya Kenzo berinisiatif untuk menghubungi Iffy.
"Halo Fy,maaf malem-malem gue ganggu waktu lo. Lo bisa dateng ke apart gue sekarang dan jangan lupa bawain baju ganti perempuan nanti gue kirim alamat nya." Ujar Kenzo dan langsung menutup telfonnya.
Sementara di tempat lain,Iffy bingung mengapa Kenzo menguhubunginya tengah malam seperti ini dan juga memintanya membawakan baju perempuan. Ada banyak pertanyaan di dalam pikiran Iffy,tapi dia juga harus membantu Kenzo karena sepertinya Kenzo sedang dalam masalah.
Iffy membawa satu setel pakaiannya yang masih baru, tidak lupa dia pamit dengan Ansel terlebih dahulu sampai di ruang keluarga,Iffy masih melihat papa nya sedang menonton bola.
"Mau kemana kamu malam-malam gini nak." Tanya Fano.
__ADS_1
"Ini pa,temen Iffy butuh bantuan dia sekarang lagi sakit dan tidak ada yang menjaganya." Jawab Iffy berbohong.
"Apa perlu papa antar.?" Tanya Fano.
"Ah tidak usah pa,Iffy bawa mobil sendiri lagian juga Iffy pasti menginap."
"Yasudah hati-hati di jalan,kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi papa." Setelah mengiyakan Iffy langsung pergi ke Garasi mengambil mobilnya dan segera pergi ke alamat yang sudah Kenzo kirim.
"Awas aja kalau sampai Kenzo melakukan hal yang aneh-aneh akan gue laporin ke aunty Sasya dan uncle Rendy." Gumam Iffy.
Back Kenzo
Kenzo khawatir melihat keadaan Rheina saat ini,dia selalu menggenggam tangan Rheina dan juga sambil mengompres kening Rheina.
Beberapa saat kemudian,Kenzo mendengar bel di luar kamarnya dia segera membuka pintu dan menyuruh Iffy masuk. Tanpa banyak bicara Kenzo langsung menarik tangan Iffy ke kamarnya awalnya Iffy ingin protes tapi setelah melihat Rheina dia menjadi diam karena kaget.
"Astaga Rheinaaa." Seru Iffy melihat keadaan Rheina yang sangat pucat dan ada kain kompres di keningnya.
Iffy langsung memandang Kenzo tajam.
"Lo apain spupu gue."Tanya Iffy.
"Mendingan lo sekarang gantiin baju Rheina dulu nanti gue pasti jelasin sejelas-jelasnya sama lo." Ujar Kenzo.
"Tapi-." Belum sempat Iffy meneruskan ucapannya,sudah di potong oleh Kenzo.
"Udah lo jangan bawel,cepet gantiin baju dia kasihan pasti dia sangat kedinginan." Ucap Kenzo.
Iffy mengiyakan dan menyuruh Kenzo untuk keluar kamar terlebih dahulu.
"Awas saja dia sampai macam-macam sama Rheina."
.
.
.
🥳
__ADS_1