High School Love Story

High School Love Story
S2#38


__ADS_3

Hari ini seperti biasa Gia dan Rheina di antar Gavin ke sekolah.Meskipun Gia dan Devan dekat mereka berdua tidak seperti pasangan yang lainnya,yang setiap pergi dan pulang sekolah harus di jemput dan di antar.Bagi Devan cukup dia menjemput Gia saat akan pergi jalan bersamanya begitu juga Gia.


Setelah sampai di depan sekolah.


"Baik-baik ya sayang,jangan terlalu lelah." Seru Gavin.


"Siap Dad,ada Devan dan juga Kenzo yang bakalan jagain Gia." Jawab Gia tersenyum.


"Uncle kita pamit dulu ya." Sambung Rheina,dibalas anggukan oleh Gavin.Setelah bersalaman mereka berdua turun dari mobil.


Tapi Rheina berhenti seketika karena melihat orang yang tidak asing di matanya.Iya dia melihat mobil Gio yang berada tidak jauh dari posisi mobil Gavin tadi. Tidak lama kemudian terlihat Zea turun dari mobil Gio membuat Rheina kesal dan emosi .


Gia mengikuti arah pandang Rheina,Gia pun akhirnya juga kaget.


Astaga,bang Gio ceroboh banget sih!. Batin Gia.


"Gue duluan." Pamit Rheina dengan wajah yang menahan emosi.


"Eh Rhein bentar." Teriak Gia,tapi tidak diperdulikan oleh Rheina.


Gia yang awalnya ingin mengejar Rheina tanganya tiba-tiba di tarik oleh Devan.


"Ih Dev,bentar gue mau ngejar Rheina dulu." Seru Gia kesal.


"Mendingan lo gak usah ikut campur urusan mereka, biarin bang Gio yang bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri." Ujar Devan.


"Tapi Dev,Rheina saudara spupu aku dan Zea sahabat aku."


"Iya gue paham,tapi lebih baik lo gak usah ikut campur."


"Ah sudahlah." Ujar Gia kesal.


"Nih gue bawain lo youghurt rasa strawberry kesukaan lo." Seru Devan sambil memberikan beberapa pack youghurt. Mata Gia langsung berbinar melihat itu.


"Kok lo bisa tau kesukaan gue."


"Dikasih tau tante Dea kemaren."


"Oh ." Ingin rasanya Devan mengacak muka Gia yang kelewat polos itu,tapi dia tidak tega karena wajah Gia yang menggemaskan itu.


Setelah itu Devan menarik tangan Gia masuk ke dalam kelas.Sesampainya di kelas ternyata sudah ada Iffy dan Ansel yang lagi pacaran,Gia mengedarkan pandangannya mencari sosok Zea.


"Lo ngapain celingak-celinguk gak jelas gitu Gi." Tanya Ansel.


"Kakak ipar gue mana." Ujar Gia.

__ADS_1


"Tadi sih kalo gak salah pergi sama Rheina,gak tau kemana katanya ada hal penting yang harus dibicarain gitu." Jelaa Iffy,membuat Gia merasa panik takutnya mereka berdua ribut karena kejadian tadi.


Ingin rasanya Gia mencari Zea dan Rheina tapi dia takut karena Devan menatapnya dengan tajam sedari tadi.


Semoga saja gak ada adegan jambak-jambakan. Batin Gia dengan pikirannya yang gak jelas.


Sementara di lain tempat#


Saat ini Rheina dan Zea berada di taman belakang sekolah yang lumayan sepi. Rheina mencoba menahan emosinya karena masih melihat Zea sebagai sahabatnya dan juga orang yang paling dekat dengan Gio.


"Ada apa Rhein."Tanya Zea tanpa curiga sedikitpun terhadap Rheina.


"Ada hubungan apa lo sama bang Gio." Tanya Rheina to the point.


Deggg.


Zea bingung mau menjawabnya seperti apa,mau berbohong takutnya nanti Gio akan kecewa dengannya mau jujur pun Zea takut menyakiti perasaan Rheina.


Melihat Zea bungkam,itu membuat Rheina semakin kesal dan marah terhadap Zea.


"Gue minta lo jauhin bang Gio,gak peduli lo mau punya hubungan apa sama bang Gio.Maaf gue egois tapi lo pasti tau kalau gue mencintai bang Gio, munafik kalau lo gak tau soal ini,karena gue sudah bilang sama Gia." Jelas Rheina.


"Maaf tapi gue gak bisa,gue gak mau ngecewain Gio." Seru Zea berusaha setenang mungkin menghadapi Rheina. Rheina yang mendengar hal itu menatap Zea dengan tajam,entahlah kali ini cinta Rheina terhadap Gio membutakan mata hatinya.


"Lo bukan seperti Rheina yang gue kenal." Seru Zea kecewa terhadap sikap Rheina yang kali ini benar-benar sangat egois.


"Gue gak peduli apapun yang mau lo katakan ,yang jelas gue mencintai bang Gio. Gue gak mau kalau bang Gio harus memilih orang lain. Cukup selama ini gue nahan perasaan gue,gue selalu memilih memendam perasaan gue sendirian. Gue mohon sama lo Ze,kasih gue kesempatan buat menangin hati bang Gio. Gue tau lo orang baik." Seru Rheina sambil menangis membuat hati Zea sakit mendengar permintaan Rheina.


"Maaf Rhein gue gak bisa. Lebih baik lo ungkapin perasaan lo langsung kepada Gio." Seru Zea berusaha tetap tenang.


"Apa lo gak takut kalau nantinya bang Gio akan lebih milih gue daripada lo."


"Cinta tau kemana dia harus pulang Rhein." Seru Zea dan berlalu pergi meninggalkan Rheina yang mematung sendirian.


"Maaf Ze,kali ini gue egois gue gak mau cinta gue hilang lagi gue akan perjuangin bang Gio walaupun harus mengorbankan persahabatan kita." Ujar Rheina lirih.


Setelah itu Rheina mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Rheina maunya cuma sama bang Gio." Seru Rheina berbicara dengan seseorang yang berada di seberang telfon.


"..."


"Pokoknya Rheina gak mau tau,kalian harus bisa bujuk Uncle Al sama Aunty Dea buat *ngerestuin Rheina sama bang Gio."


"...."

__ADS_1


"Kalau kalian gak mau,Rheina gak akan pernah mau lagi ketemu sama kalian*."


Tut...


Sambungan telfon diputuskan secara sepihak oleh Rheina.


"Maaf bang Gio,Rheina gak tau harus bagaimana lagi selain membuat orang tua bang Gio sendiri yang menyatukan kita." Seru Rheina lirih dan berlalu pergi kembali ke kelas.


###


Canada.


"Astaga putriku ini kenapa dia begitu bodoh bisa mencintai saudara spupunya sendiri." Ujar Rico pusing.


"Bagaimana caranya berbicara dengan Ray. Dia tidak mungkin mau anaknya di jodohkan,Arghhh Rheina kamu selalu membuat papi pusing." Seru Rico frustasi.


Setelah itu Rico berusaha mencoba menghubungi Gavin,setelah menunggu cukup lama akhirnya Gavin menjawab panggilan telfon dari Rico saudara iparnya.


Setelah itu mereka berdua terlibat pembicaraan yang serius di telfon,hampir satu jam mereka membahas sesuatu yang penting sampai akhirnya Gavin memutuskan sambungan telfonnya.


Kemudian Bella datang menghampiri Rico dan bertanya kenapa wajahnya terlihat seperti orang yang banyak beban pikiran.


"Kenapa sayang." Tanya Bella.


"Entahlah, anakmu itu permintaannya selalu saja aneh-aneh, dan dia selalu mengancam papinya ini apabila permintaannya tidak di turuti." Ujar Rico menatap Bella.


"Kenapa memangnya dengan Rheina."


"Nanti kau pasti akan tau sendiri."


"Aku harap kau bisa memenuhi permintaan putriku itu." Seru Bella tanpa tau apa yang diminta putrinya.


"Ah kau sama saja dengannya."


"Iya sama lah sayang,dia kan putriku dan juga putrimu dia buah cinta kita berdua." Jelas Bella.


Sementara Rico tidak menjawab dia lebih memilih mengerjakan pekerjaannya yang tertunda tadi.


Di Indonesia.


"Hmm sebuah perjodohan."


.


.

__ADS_1


__ADS_2