High School Love Story

High School Love Story
S2#47


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian.


Devan dan Gia sudah menyelesaikan kuliahnya di Amerika,begitu juga Ansel dan Iffy. Sementara Zea memilih tetap di Surabaya,dan juga Rheina tetap berada di jakarta karena terus mengejar Gio.


Tiga bulan lagi adalah hari pernikahan Devan dan Gio sesuai dengan apa yang direncanakan kedua keluarga dulu saat pertunangan mereka. Tetapi Gia juga ragu karena sampai saat ini Gio masih belum mau mencari pengganti Zea,dia tetap yakin akan selalu menunggu Zea.


"Sayang kamu jadi jemput aku gak?." Tanya Gia yang saat ini berada di toko buku.


"Iya ini masih di lobi kantor sepuluh menit lagi aku sampai." Jawab Devan di seberang telfon.


"Yasudah kamu hati-hati." Setelah itu Gia menutup Telfonnya.


Sudah hampir satu tahun Devan mengelola perusahaan papa nya di jakarta,karena nanti setelah Devan menikah perusahaan itu akan diserahkan kepada dirinya.


Sepuluh menit kemudian Devan sampai di toko buku untuk menjemput tunangannya. Di dalam mobil.


"Sayang kapan kamu chek up lagi?." Tanya Devan.


"Besok siang Sayang."


"Tapi besok kamu gak papa kan bareng sama bang Gio.?"


"Iya sayang gak papa lagian udah berkali-kali kamu tanya itu terus."


"Aku kepikiran aja kalau gak bisa nemenin kamu."


"Cuma sekarang kan kamu gak bisa nganterin aku. Lagian kan kata kamu besok kamu ada meeting sama klien bukannya emang sengaja gak mau nganter aku."


"Good girl." Ujar Devan mengacak gemas rambut Gia membuat Gia menggerutu kesal.


Setelah itu Devan mengantar Gia pulang dan dia langsung pamit kembali ke kantornya. Sesibuk apapun Devan kalau sudah menyangkut Gia dia pasti akan meluangkan waktunya kecuali ada masalah perusahaan yang lumayan serius Devan akan menyerahkan Gia kepada Gio ataupun mertuanya.


Devan juga selalu mengontrol perkembangan kesembuhan penyakit Gia,tidak jarang Devan memiliki janji dengan dokter-dokter ternama di beberapa negara hanya untuk kesembuhan Gia.


Di kantor Gio.


Gio setiap hari merasa frustasi dan kesal,bagaimana tidak Dad nya menempatkan Rheina di kantornya di bagian pemasaran. Itu menjadi peluang untuk Rheina bertemu dengan Gio terus-terusan.

__ADS_1


Seperti sekarang,Rheina memaksa mengajak Gio untuk makan siang bersama.


"Ayo lah bang temenin Rheina makan sebentar di depan kantor ada cafe yang lumayan bagus." Rengek Rheina, Gio menjadi heran sendiri karena dulu saat baru pindah ke jakarta Rheina tidak semanja ini dan sifatnya jauh dibandingkan dengan Zea.


"Mendingan ajak temen-temen lo aja,gue lagi sibuk." Jawab Gio kasar berusaha menjauh dari Rheina,tetapi itu bukannya membuat Rheina menjauh malah sebaliknya.


"No,mereka semua udah ninggalin Rheina. Rheina mau ditemenin bang Gio. Kalau bang Gio tidak mau nanti Rhein laporin sama uncel Al kalau bang Gio tidak memperlakukan Rhein dengan baik."


"Stop seperti anak kecil Rhein,jangan egois hanya karena keinginan kamu tidak terpenuhi."


"Tapi bang,Rhein cuma pengen ditemenin makan sama bang Gio gak mau sama yang lain."


"Dan gue sibuk."


"Atau gini aja,Rhein yang pesen makanannya terus kita makan di sini. Yaudah Rhein pesenin dulu ya bang."


Gio langsung merampas ponsel Rheina.


"Ayo gue temenin,inget hanya nemenin bukan mau makan bersama." Ujar Gio,dia lebih memilih menemani Rheina daripada harus makan di dalam ruangannya itu akan membuat Gio repot,karena Rheina akan berlama-lama berada di sana.


Sementara di Surabaya..


Kesibukan Zea saat ini adalah bekerja di salah satu perusahaan di Surabaya yang merupakan cabang dari perusahaan Gio dan itu tanpa disadari oleh Zea. Apalagi Gia,dia tidak mengetahui keberadaan Zea saat ini karena semenjak hari pertunangannya dengan Devan dulu Gia memutuskan tidak ingin lagi mengetahui tentang Zea.


Gia saat itu sangat kecewa dan marah kepada Zea karena tidak menghargai undangannya, dan Gia berpikir mungkin gara-gara Kevin Zea seperti itu.


Back Zea.


Saat ini Zea tengah disibukkan oleh pekerjaannya sebagai sekretaris Direktur. Karena kecerdasan dan keuletannya mampu membuat Zea dikagumi beberapa staff di sana ,tetapi Zea seperti orang yang gila kerja dia tidak akan bermain-main atau bermalasan pada saat bekerja dan dia juga tidak pernah mengecewakan atasannya.


Tetapi dibalik itu semua ada sebuah dukungan penuh dari sahabatnya Kevin,meskipun sampai saat ini Zea masih belum membuka hatinya untuk Kevin itu tidak membuat Kevin menyerah.


Di kantor.


"Zea minggu depan CEO kantor pusat dari jakarta akan berkunjung ke sini,saya harap kita bisa menyambutnya dengan sangat baik dan jangan lupa untuk menjamunya dengan mewah." Ujar pak Direktur.


"Baik pak,saya akan berusaha semaksimal mungkin." Jawab Zea penuh percaya diri.Selain sangat disiplin,dia juga bisa diandalkan dalam segala urusan pekerjaan.

__ADS_1


Zea mengikuti Direktur sampai ke lantai bawah dimana semua karyawan tengah berkumpul.


"Baiklah,perhatian buat semuanya minggu depan CEO kantor pusat akan berkunjung ke sini kalian semua harus bisa menyambutnya dengan sangat baik dan tidak boleh sampai ada kesalahan. " Ujar Direktur,semuanya mengiyakan setelah kepergian Direktur terdengar gosipan para karyawan.


*Yang gue dengar CEO kita sangat tampan


Iya,dia memiliki pesona yang pas


Dan jangan lupa tatapan yang tajam


Dan juga sikap yang dingin


Tetapi kalau dingin itu sepertinya tidak,karena CEO kita sudah memiliki seorang kekasih


Ah sudahlah kita lihat saja seberapa tampannya dia*


"Jika kalian masih ingin berada di sini besok,silahkan lanjutkan pekerjaan kalian." Seru Zea dingin.


Semuanya menunduk dan langsung pergi ke posisi masing-masing,tidak ada yang membantah apalagi berani menggosipkan Zea karena di sana Zea sangat di segani dan dihormati. Dibalik sikap dingin dan tegasnya seorang Zea terdapat sisi lembut dan kebaikan hatinya.


Di kantor Zea akan menjadi seseorang yang tegas dan kasar kepada siapapun yang tidak fokus dengan pekerjaannya,tetapi di luar kantor dia akan menjadi Zea yang lemah lembut dan selalu menolong siapapun.


Mendengar gosip tadi yang dibicarakannya rekan kerjanya Zea bergumam sendiri.


"Hmm,seorang CEO ya." Gumam Zea lirih dan memikirkan kembali seseorang yang beberapa tahun ini dia rindukan. Zea kembali teringat kata-kata dari seseorang.


"Nanti kalau aku sudah menjadi CEO dan mempunyai kantor cabang dimana-mana,aku akan mengajakmu saat berkunjung dan mengenalkan kepada mereka semua tentang perempuan yang sangat cantik dan spesial seperti dirimu. Dan aku juga akan mengatakan betapa beruntungnya aku memiliki dirimu dan dimiliki malaikat sepertimu."


Zea kembali mengingatnya,tetapi sesegera mungkin dia sadar dan menghapus pikirannya. Dia tidak mau kalau itu sampai mengganggu pekerjaannya karena Zea sangat profesional dalam bekerja.


.


.


.


Up nya ga tentu ya,karena masih punya kesibukan :)

__ADS_1


__ADS_2