High School Love Story

High School Love Story
S2#46


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertunangan Devan dan Gia 💐. Kedua keluarga tampaknya sangat bahagia tetapi tidak dengan Gia,dia sedari tadi merasa cemas karena menunggu kedatangan seseorang.


"Sayang kenapa kamu cemas seperti ini hm,apa kamu tidak bahagia.?" Tanya Dea menghampiri Gia di dalam kamarnya bersama Gavin.


"No Mom,Gia bahagia sangat bahagia tetapi Gia takut dia tidak datang di acara ini Mom." Seru Gia.


"Siapa yang kau maksud nak." Kali ini Gavin yang bertanya.


"Zea Dad,Gia takut dia tidak datang karena Gia begitu sangat merindukannya." Ujar Gia. Dea juga paham perasaan Gia, Gia memang sangat dekat dengan Zea tidak seperti dirinya dengan Iffy.


"Kalau Zea bisa dia pasti akan datang sayang,dan kalau dia tidak datang mungkin dia mempunyai keperluan yang lebih penting." Ucap Dea mengelus kepala Gia.


"Sudah ya kasihan bang Gio kalau tau kamu seperti ini, apalagi Devan takutnya nanti dia mikir kamu gak bahagia dengan pertunangan ini." Seru Gavin.


"Ehmm yes Dad,Mom thanks."


"Semua untuk putri kecil Dad."


"Dan putri kesayangan Mom."


"Aaa kalian membuat Gia terhuraa." Seru Gia sambil berhambur ke pelukan kedua orang tuanya.


Setelah kepergian kedua orang tuanya Gia terdiam di depan kursi riasnya.


"Kalau lo gak datang fiks lo jahat banget Ze,gue kangen lo. Gue juga udah langsung kirim undangan ke tempat lo,dan lo harusnya dateng!." Seru Gia lirih.


Memang Gia mengirimkan undangan pertunangannya ke alamat Zea langsung,bagaimana Gia bisa tau tempat tinggal Zea?. Gia tidak sebodoh itu membiarkan sahabatnya di sana sendirian,Gia meminta seorang mata-mata dari Dad nya untuk memberitahu setiap kegiatan Zea di surabaya.


Tentang kedekatan Zea dan Kevin pun Gia mengetahuinya,tetapi Gia tetap percaya kalau Zea masih mencintai abangnya.


Di kamar Gio.


Gio termenung di balkon kamarnya memikirkan kembali gadisnya yang belum ada kabar. Gio mengingat kembali perkataan Zea waktu itu.


"Pokoknya kita harus bertunangan di hari yang sama dengan Gia dan Devan. Pasti seru banget Gioo."


"Hari ini Gia bertunangan sayang,kamu gak mau dateng. Aku merindukanmu Zea." Ucap Gio lirih.


Setelah itu Gio beranjak dari kamarnya menuju kamar adik perempuan tersayangnya. Setelah sampai di depan kamar Gia,Gio meminta izin untuk masuk setelah diizinkan Gio langsung masuk dan melihat Gia yang sedang merapikan riasannya di depan cermin.


"Adik abang sudah besar."


"Udah dari dulu."


"Hahaha bercanda doang Gi."


"Oh iya bang,gak papa Gia ngelangkahin bang Gio?."


"Ya gak papa lah cantik,asal kalau nikah tetep harus bang Gio dulu."


"Itu sih bisa di atur bang tergantung Devannya."

__ADS_1


" Dasar nakal."


"Bercanda bang ."


"Yaudah sekarang kita turun semuanya udah berkumpul,keluarga Devan juga sepertinya sudah datang." Seru Gio,Gia pun mengiyakan dan berjalan keluar kamar sambil menggandeng lengan abangnya itu.


Sesampainya di bawah,Gia menjadi pusat perhatian semua orang. Pesona seorang Giana Zafra yang mewarisi gen Daddy dan Mommynya membuat semua orang mematung melihat Gia tidak terkecuali Devan.


Gia sedikit malu di tatap seperti itu oleh semua orang,tetapi dia pandai menyembunyikan ekspresinya. Setelah itu acara dimulai dengan khitmat,setelah memasang cincin di jari keduanya acara selanjutnya yaitu menikmati hidangan untuk para tamu.


Gia mengajak Devan ke taman belakang untuk menjauh dari tamu-tamu,karena Gia sekarang akan cepat pusing kalau berada di tengah-tengah keramaian.


"Kamu capek sayang." Tanya Devan dan dibalas gelengan kepala oleh Gia.


"Kok kayak aneh ya kita aku- kamu an, apalagi panggilan sayang." Seru Gia menggoda Devan dan sukses membuat Devan kesal.


"Pokoknya mulai sekarang harus terbiasa gak ada penolakan."


"Iyaya sayang nya Giana." Seru Gia,membuat Devan gemas dan mengapit kedua pipi Gia.


"Sayang sakit."


"Sok manis banget."


"Emang aku manis kan.?"


"Perasaan kamu aja."


"Astaga sayang kenapa mulai cerewet lagi sih."


"Masabodo."


"Ututu sayangnya mas Devan ngambek."


"Sumpah muka kamu lucu banget kalau gini Dev."


"Ah sudahlah." Pasrah Devan membuat Gia tertawa dan mencium pipi Devan sekilas.


"Gercep guys." Goda Devan membuat Gia kembali tertawa.


Inilah yang Devan mau,membuat Gia selalu tertawa dan merasa bahagia. Devan tidak mau membebani pikiran Gia yang mengakibatkan nantinya akan berpengaruh dengan kondisi kesehatan Gia.


Sementara di luar rumah.


Sejak tadi Rheina memaksa Gio untuk menemaninya minum di depan rumah,mau tidak mau Gio mengiyakan karena tidak enak dengan para tamu di dalam. Di depan rumah Rheina mengajak Gio duduk di taman depan sambil memegang tangan Gio,Gio pasrah diperlakukan seperti itu alasannya karena di dalam ada orangtua Rheina.


Tanpa mereka berdua sadari,ada seseorang yang kecewa melihat kedekatan keduanya.Zea melihat kedekatan mereka berdua sambil menahan air matanya.


Ya Zea datang ke pertunangan Gia dan Devan,bahkan dia berangkat kemarin dari surabaya. Raut wajah bahagia terpancar di Zea karena dia sangat merindukan sahabat dan juga mantan kekasihnya. Zea juga tidak hentinya mengukir senyum di bibirnya,memikirkan pertemuannya nanti bersama Gia dan Iffy. Bahkan di perjalanan kemarin,Zea selalu menceritakan tentang Gia dan Iffy . Tetapi saat sampai di depan rumah Gia, yang ada hanyalah rasa kecewa yang Zea dapatkan.


Jadi ini yang aku dapet Gio.Batin Zea kecewa.

__ADS_1


Kevin yang melihat raut wajah Zea berubah mencoba bertanya kepada Zea.


"Ada apa Ze.?" Tanya Kevin. Tidak ada jawaban dari Zea, akhirnya Kevin mengikuti pandangan Zea.


"Itu siapa Ze.?" Kevin kembali bertanya tapi tidak ada jawaban lagi dari Zea,membuat Kevin sedikit mengguncang bahu Zea dan itu membuat Zea kaget.


"Eh Vin sory,kamu bilang apa barusan?."


"Itu siapa,kenapa setelah kamu melihat mereka kamu menjadi sedih.?"


"Ehm bukan siapa-siapa Vin."


"Terus kita jadi masuk apa engga ini."


"Kayaknya kita udah telat deh Vin liat aja udah banyak yang pulang."


"Terus kita jauh-jauh dari surabaya gak mau mampir dulu Ze,kan kamu sendiri yang bilang kamu merindukan Gia sahabatmu setidaknya masuk lah dulu sebentar."


"Tidak perlu Vin,biar nanti aku sendiri yang bilang sama Gia kenapa aku tidak datang."


"Apa karena mereka kamu begini Ze,padahal sebelum ini wajah kamu sangat bahagia tetapi setelah melihat mereka seakan-akan kamu terluka." Seru Kevin sambil menunjuk ke arah Gio dan Rheina.


"Bukan kok Vin,emang acaranya aja udah selesai dan pastinya nanti aku gak akan ketemu sama semua sahabatku mungkin di hari pernikahannya aku akan datang."


Aneh,dari semalam dia selalu menanti pertemuan ini di acara pertunangan sahabatnya tetapi sekarang dia tidak mau menemuinya.Batin Kevin.


"Yaudah sekarang kita kemana."


"Kita kembali aja ke surabaya. Sebelumnya maaf ya Vin kalau aku ngerepotin kamu terus."


"Santai aja Ze."


Sekalipun kamu ngajak aku keliling dunia akan aku penuhi asal itu bersama kamu Zea. Batin Kevin sambil melirik ke arah Zea.


Zea menjadi diam setelah melihat Gio dan Rheina,dia tidak memperdulikan Kevin yang ada di sebelahnya.


Stop berharap dia masih mencintaimu Ze,sekarang dia punya kebahagiaannya sendiri. Doa ku yang terbaik buat kalian berdua.Batin Zea sambil berusaha keras menahan air matanya agar tidak jatuh di depan Kevin.


Sementara Gia saat ini berada di dalam kamarnya merasa sangat kesal dan kecewa kepada Zea yang tidak datang di acara pertunangannya.


"Jadi lo gak dateng ke acara pertunangan Gue karena lo lagi jalan sama selingkuhan lo Ze. Lo jahat udah ngeduain abang gue,udah kecewain gue." Ujar Gia sinis sambil melihat isi ponselnya.


Di sana tertulis pesan dari anak buahnya yang mengatakan Zea sedang jalan bersama Kevin dan sudah semalam tidak pulang,tetapi anak buahnya tidak mengetahui kalau Kevin dan Zea menuju jakarta.


"Cih murahan,kemana aja semalaman gak pulang sama Kevin." Sambung Gia merasa jijik.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2