
"Awas saja dia sampai macam-macam sama Rheina." Gumam Iffy sambil mencoba mengganti baju Rheina.
Sementara Kenzo berada di ruang tamu merasa gelisah terhadap keadaan Rheina saat ini. Kekhawatiran terpancar jelas di wajah Kenzo.
Beberapa menit kemudian Iffy sudah selesai menggantikan baju untuk Rheina,dan menghampiri Kenzo di ruang tamu.
Melihat kedatangan Iffy,Kenzo menghela nafas sebentar sebelum menjelaskan apa yang terjadi kepada Rheina.
"Jadi sekarang gue bisa mendengar penjelasan lo Kenz?." Tanya Iffy.
Kenzo menghela nafas dan menjelaskan semuanya kepada Iffy, mulai dari dirinya menjemput Rheina ke Surabaya dan berakhir di club malam dan itu semua gara-gara spupu mereka sendiri.
"Kasihan Rheina." Gumam Iffy menjadi sedih.
"Gue sakit ngeliat dia seperti ini Fy." Ujar Kenzo, Iffy mengerti perasaan Kenzo saat ini.
"Gue juga sedih ngeliat dia begini Kenz, cinta Rheina terlalu besar terhadap bang Gio dan Rheina sudah dibutakan oleh perasaannya sendiri. Padahal dari awal Rheina sudah tau perjuangannya akan sia-sia." Ucap Iffy.
"Entahlah gue gak ngerti dengan pikiran Rheina." Gumam Kenzo. "Yaudah gue mau kompres Rheina dulu,lo harus nginep tapi lo tidur di kamar tamu biar gue yang jagain Rheina." Sambung Kenzo dan berlalu pergi meninggalkan Iffy.
"Kasihan Kenzo,gue harus bilang semuanya ke Rheina." Gumam Iffy lirih setelah kepergian Kenzo,kemudian Iffy menuju kamar tamu untuk beristirahat.
Di dalam kamar Kenzo.
Kenzo mengompres kening Rheina sambil menggenggam tangan Rheina. Tatapan Kenzo berubah menjadi sendu saat mengingat perasaannya yang belum bisa tersampaikan terhadap Rheina.
"Cepat sembuh dan bangkit Rhein,gue sakit ngeliat lo seperti ini. Setelah semuanya kembali membaik,gue harap lo bisa mencari cinta lo yang lain." Seru Kenzo,tidak terasa air matanya menetes di depan seorang Rheina meskipun saat ini Rheina dalam keadaan tidak sadar.
Baru pertama kalinya Kenzo menangis hanya karena seorang Rheina,perempuan sekaligus sahabat yang sangat berarti di dalam hidup Kenzo.
Tanpa Kenzo sadari,Iffy melihat semua perlakuan Kenzo terhadap Rheina. awalnya Iffy ingin menanyakan suatu hal kepada Kenzo tetapi Iffy berhenti di depan pintu karena mendengar tangisan Kenzo dan juga ucapan Kenzo yang lumayan menyedihkan.
Karena tidak mau mengganggu Kenzo,akhirnya Iffy kembali ke kamarnya.
Keesokan harinya.
Iffy sudah berada di dalam kamar Kenzo untuk menjaga Rheina sesuai permintaan Kenzo sementara Kenzo sedang membuat sarapan untuk mereka bertiga.
Saat sibuk dengan ponselnya,tiba-tiba Rheina bangun dan memegang kepalanya yang masih pusing. Rheina menyentuh kain kompres yang jatuh dari keningnya setelah itu Rheina melihat Iffy yang sedang duduk di sofa.
"Fy." Panggil Rheina lemah. Mendengar namanya dipanggil,Iffy menoleh dan menatap Rheina yang sudah sadar Iffy tersenyum dan menghampiri Rheina.
Saat sampai di samping Rheina,tiba-tiba Rheina menangis membuat Iffy terkejut.
"Kenapa Rhein." Tanya Iffy.
Rheina menatap Iffy dengan tatapan sendunya.
__ADS_1
"Bang Gio mau menikahi Zea Fy,terus sekarang gue harus gimana?. Cinta gue gimana Fy." Seru Rheina menangis membuat Iffy sedikit kesal atas keras kepala Rheina.
"Cukup Rhein,lo gak harus terpuruk seperti ini. Ini semua gak akan terjadi kalau lo dengerin omongan gue sama Gia, lo dari awal udah tau kalau perjuangan lo akan sia-sia tapi lo terus berjuang tanpa mau tau resiko yang akan lo dapet Rhein." Ujar Iffy mulai kesal kepada Rheina.
"Gue pikir dengan gue terus berada di samping bang Gio,bang Gio bisa membuka hatinya buat gue Fy tapi gue salah yang ada dihatinya bang Gio selama ini hanyalah Zea dan Zea."
"Iya gue ngerti gimana perasaan lo Rhein,tapi lo gak harus menyedihkan seperti ini. Lo masih bisa mencintai orang yang juga mencintai lo Rhein." Seru Iffy.
"Humm,cinta gue udah berakhir sampai di sini Fy dan begitu juga dengan perjuangan gue. Gue mau balik ke negara asal gue,gue mau nyembuhin hati gue di sana." Ujar Rheina berusaha tersenyum miris.
"Lo egois Rhein,dengan lo berniat pergi mungkin lo akan kehilangan orang yang mencintai lo dengan tulus yang mencintai lo lebih dari dirinya sendiri. Gue saranin lebih baik lo sadar siapa yang selama ini selalu berusaha membuat lo bahagia meskipun lo gak pernah nganggap dia ada." Jelas Iffy membuat Rheina menatapap Iffy dengan penuh tanda tanya.
"Maksud lo apa.?" Tanya Rheina.
"Apa omongan gue barusan masih kurang jelas Rheina."
"Jangan bilang kalau orang itu Kenzo,karena selama ini gue hanya dekat dengan Kenzo."
Karena melihat kebingungan Rheina,Iffy menjadi tidak tega dan menjelaskan semuanya kepada Rheina.
Flashback...
Saat ini Kenzo dan Iffy berada di rumah Ansel. Awalnya hanya Iffy yang berada di sana,tapi karena Kenzo mengatakan ingin berbicara hal penting dengan Iffy akhirnya Iffy menyuruh Kenzo pergi ke rumah Ansel.
Kemudian Ansel meninggalkan mereka berdua di taman belakang rumahnya supaya bisa mengobrol lebih nyaman,Ansel lebih memilih meninggalkan mereka karena Ansel tau itu adalah privasi Kenzo.
"Gue gak tau harus gimana lagi Fy." Ujar Kenzo dengan nada yang sedih.
"Maksud lo?." Tanya Iffy.
"Gue mencintai Rheina,semenjak dia satu kelas dengan gue Fy. Gue takut ngungkapin perasaan ini,gue gak mau Rheina membenci gue karena perasaan gue dan gue juga gak mau hubungan persahabatan gue dengan Rheina hancur begitu saja." Jelas Kenzo.
"Lo gak lagi bercanda kan Kenz."
"Demi apapun gue serius Fy,gue menyayangi Rheina dan gue akan lindungin dia semampu gue. Gue ingin selalu ada buat Rheina kapanpun dia membutuhkan gue Fy,dan gue mau dia bahagia karena gue."
"Tapi lo tau sendiri,Rheina sedang memperjuangkan cintanya terhadap bang Gio Kenz. Gue gak mau lo nantinya sakit hati karena Rheina yang tidak akan sadar dengan perasaan lo."
"Lo tenang aja Fy,gue udah siap mental dengan semua kemungkinan yang terjadi. Gue harap lo bisa jaga rahasia ini terutama kepada Gia. Terimakasih Fy gue balik."
Flash Off...
Rheina mematung setelah mendengar semuanya dari Iffy, dia baru menyadari seseorang yang selama ini tulus mencintai dirinya adalah Kenzo sahabat nya sendiri.
"Gue bodoh Fy gak bisa ngerasain perasaan Kenzo."
"Dan biar lo gak lebih bodoh lagi,lo ngomong baik-baik sama Kenzo sebelum semuanya terlambat." Ujar Iffy tersenyum. Setelah mengetahui keberadaan Kenzo dimana, Rheina bergegas menghampiri Kenzo membuat Iffy tersenyum.
__ADS_1
"Cinta lo akan sempurna sekarang Kenz." Gumam Iffy lirih.
Sementara Rheina yang mencari Kenzo di dapur, akhirnya tersenyum memandang punggung Kenzo yang tengah memasak. Tanpa berlama-lama Rheina segera menghampiri Kenzo dan langsung memeluk Kenzo dari belakang,membuat Kenzo memekik kaget.
Tapi setelah itu Kenzo mendengar suara tangisan Rheina, Kenzo mematikan kompornya dan berbalik menatap wajah Rheina yang masih pucat.
"Gue minta maaf Kenz,gue bodoh gue gak pernah ngerasain perasaan lo selama ini terhadap gue." Seru Rheina menangis.
"Maksud lo apa Rhein." Tanya Kenzo yang masih tidak mengerti.
"Iffy udah cerita semuanya sama gue. Apa benar lo mencintai gue Kenz?." Tanya Rheina, Kenzo menangkup pipi Rheina dengan kedua tangannya.
"Semua yang dikatakan Iffy memanglah benar,tapi gue gak seberani orang lain mengungkapkan perasaannya secara langsung,gue pengecut Rhein." Jelas Kenzo sambil menatap mata Rheina.
"Lo gak pengecut Kenz,lo yang terbaik di dalam hidup gue." Seru Rheina,Kenzo menarik Rheina kedalam pelukannya.
"Gue janji Kenz,mulai sekarang gue akan berusaha mencintai lo dengan sepenuh hati gue. Dan gue minta waktu buat sepenuhnya ngilangin perasaan gue terhadap bang Gio." Ujar Rheina di dalam pelukan Kenzo.
Sementara Kenzo yang mendengarnya tersenyum dan meneteskan air matanya kembali.
"Gue bahagia Rhein lo udah jadi milik gue." Seru Kenzo setelah Rheina melepaskan pelukannya.
"Dan aku juga bahagia karena akhirnya aku menemukan kamu sebagai cinta sejati aku." Ucap Rheina mengubah panggilannya menjadi aku kamu kepada Kenzo. Kenzo tersenyum dan langsung mencium kening Rheina tanpa meminta persetujuan Rheina dan itu membuat Rheina tersenyum malu di depan Kenzo.
"Udah kan yah. Gue laper nih kalau masih harus nungguin Kenzo masak lagi akan lama." Seru Iffy dengan nada yang seakan dibuat kesal. Kenzo dan Rheina tertawa mendengar suara Iffy.
"Ayo makan di luar Rhein,Kenz. Di bawah sudah ada Ansel." Seru Iffy.
Rheina mengangguk
"Tapi kamu udah gak papa kan Rhein." Tanya Kenzo cemas.
"Nope,aku udah sehat karena yang rawat aku kamu. Jadi sembuhnya cepat." Seru Rheina tersenyum. Kenzo mengelus kepala Rheina dengan sayang.
"Gue gak yakin kalau kalian lebih lama lagi, Ansel pasti akan ke sini dan mengacak semua isi apartemen ini." Seru Iffy menggoda mereka berdua. Kenzo dan Rheina tertawa mendengar Iffy yang mulai kesal.
"Yasudah kamu siap-siap dulu sebelum Ansel benar-benar menyusul kita." Perintah Kenzo dan langsung diiyakan oleh Rheina.
Setelah sampai di kamar Kenzo,Rheina tersenyum dan merasa lega karena sudah mendapatkan kebahagiaan yang selama ini dia cari.
"Aku janji Kenz,kamu akan menjadi yang terakhir di dalam hidup aku. Rheina Calandra hanya akan bersama dengan Kenzo Andra selamanya." Gumam Rheina tersenyum.
.
.
.
__ADS_1
🌼