
🌼🌼🌼
Hari ini adalah hari pernikahan Gio dan Gia. Satu hari sebelum hari H semua keluarga Krismantara dan keluarga Raymond sudah berkumpul di mansion Dea. Mereka mengadakan acara akad di kediaman Gia itu atas kemauan Gia dan Gio,mereka juga ingin resepsi pernikahannya digelar di rumah mereka sendiri.
Di dalam kamar Gia,sudah ada Gia dan Zea yang sedang di rias secantik mungkin,di sana sudah ada Iffy dan Rheina.
"Sumpah Zea cantik banget,gue sampai pangling ngeliatnya." Seru Iffy menatap Zea.
"Gia juga cantik Fy,dan benar-benar sangat cantik." Ujar Rheina.
"Ya ya ya Gia emang cantik tapi masih lebih cantik Zea dikit." Ucap Iffy yang tidak terima.
"Mbak nanti kalau mau make up orang itu untuk acara respsi,make up nya gak usah yang terlalu bagus mbak." Sahut Gia merasa tidak terima karena di banding-banding kan dengan Zea.
"Wah gak bisa gitu dong Gi,nanti gue acak-acak pernikahan lo kalai itu sampai terjadi." Jawab Iffy kesal.
"Silahkan saja,nanti pas pernikahan lo sama Ansel gue bakar tuh acara." Seru Gia menatap Iffy.
"Nanti gue gak akan ngundang lo."
"Diundang atau enggak gue pasti bakalan dateng."
"Gue gak akan biarin lo masuk."
"Lo lupa gue keponakan kesayangannya tante Dena sama om Fano,jadi gue pasti dengan mudahnya masuk ke rumah lo."
"Gak,gak akan gue biarin."
"Dasar nenek lampir."
"Dasar orang gila."
"Steppyy."
"Gigii hidup."
Gia tidak terima dan langsung menatap Iffy dengan tajam,sementara Zea dan Rheina hanya menatap mereka berdua jengah bisa-bisanya mereka ribut karena hal kecil.
"Apa ha? Gak terima sini gelud." Ujar Iffy membalas tatapan tajam dari Gia.
Sebelum menjawab,Gia dikagetkan dengan suara Mommy nya.
"Ya ampun sayang sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri,kenapa masih bertingkah seperti anak kecil begini." Seru Dea.
"Usia tidak menjamin kedewasaan." Cibir Zea menatap Gia dan Iffy bergantian.
Sementara Gia dan Iffy menunduk karena takut kepada Dea dan juga tatapan dari Zea. Sementara Dea menggelengkan kepala melihat tingkah mereka berdua.
"Gue minta maaf Gi." Seru Iffy.
"Gue juga Fy." Sahut Gia dan mereka berdua berpelukan dan tertawa bersama.
"Ayo sayang para suami kalian sudah menunggu kalian di depan,Gia sayang rapikan sedikit gaun mu ." Perintah Dea yang langsung diangguki oleh Gia. Setelah itu Dena datang menghampiri Dea untuk mengantar Zea ke depan karena keluarga Zea tidak ada yang datang dari Surabaya dan ibu pantinya hanya menunggu di luar.
Setelah itu Dena dan Iffy mendampingi Zea dan diikuti Dea dan Rheina yang mendampingi Gia di belakangnya untuk menuju ke tempat akad mereka yang berada di taman samping mansion.
Setelah sampai di sana mereka menjadi pusat perhatian para tamu, semuanya terpanah dengan kecantikan mereka berdua terutama Gio dan Devan. Setelah membantu Zea duduk di samping Gio,Dena pergi ke suaminya Fano sementara Iffy pergi menuju Ansel.
Sama seperti Dea,setelah membantu Gia duduk di samping Devan dia langsung menuju Gavin begitu juga Rheina yang langsung menghampiri Kenzo mengenai hubungan Rheina dan Kenzo hanya Ansel dan Iffy yang mengetahuinya.
Setelah itu acara akad di mulai dengan khidmat, di awali dengan Gio dan Zea terlebih dahulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya Sisilia Zeha binti alm Panji Suroso dengan maskawin tersebut tunai." Ucap Gio dengan lantang.
"Sah." Jawab semua orang yang ada di sana Gio dan Zea saling bertukar cincin dan setelah itu Gio mencium kening Zea dan Zea menyalami tangan Gio. Satu pasangan sudah mengucapkan ijab qobul sekarang giliran pasangan Devan dan Gia.
Devan merasa santai dengan tatapan datarnya,berbeda dengan Gia yang merasa sangat gugup. Dia khawatir nanti Devan akan salah menyebut namanya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Giana Dwi Zafra Raymond binti Alden Gavin Raymond dengan maskawin tersebut tunai." Ucap Devan dengan sangat tegas dan dengan lantangnya.
"Sah.." Jawab semua orang yang ada di sana, kemudian Devan dan Gia saling bertukar cincin setelah itu Devan mencium kening Gia dan Gia menyalami tangan Devan.
Semua orang yang berada di sana merasa terharu,lega,sekaligus bahagia dengan pernikahan ini. Gia terharu dan menangis memeluk Mom dan Dadnya, dia masih tidak menyangka akan menjadi istri Devan.
Setelah itu,mereka semua menyuruh kedua pasangan pengantin untuk beristirahat terlebih dahulu karena malam nanti akan menjadi malam yang panjang untuk mereka berempat.
Setelah masuk ke dalam kamar Gia, Devan membantu Gia melepaskan gaunnya karena terlihat sekali Gia sangat kelelahan.
"Sayang terima kasih." Seru Gia.
"Untuk.?" Tanya Devan sambil membantu Gia.
"Sudah mau menjadi pendamping hidup aku."
"Seharusnya aku yang harus berterima kasih karena kamu adalah satu-satunya yang pertama dan terakhir di dalam hidup aku."
Kemudian Devan mencium kening Gia dan memeluk Gia dengan sangat erat. Tiba-tiba mereka berdua dikagetkan dengan suara ketukan pintu.
__ADS_1
"Devan,Gia apa Dad boleh masuk?." Tanya Gavin di balik pintu.
"Bentar Dad,Gia masih mau ganti baju sebentar." Setelah Gavin mengiyakan Gia segera mengganti bajunya. Setelah itu Devan membuka pintu dan masuk ke dalam.
"Devan apa kamu bisa meninggalkan kami berdua,ada suatu hal yang harus Dad sampaikan kepada Gia." Ujar Gavin.
"Baiklah Devan akan keluar sebentar. Sayang aku akan keluar sebentar menuju Ansel." Pamit Devan dan diiyakan oleh Gia.
Setelah kepergian Devan,Gia mengajak Dad nya untuk duduk di sofa yang berada di dalam kamarnya.
"Nak sekarang tanggung jawab Dad sudah beralih kepada Devan sepenuhnya,tapi kamu akan tetap menjadi Giana putri kecil Daddy." Seru Gavin sambil mengelus kepala Gia sayang.
Gia menangis dan langsung memeluk Dad nya.
"Gia selamanya akan tetap menjadi putri kecilmu Dad, terimakasih selama ini Dad selalu menuruti apa yang Gia mau. Daddy akan selalu menjadi cinta pertama di dalam hidup Gia,dan Gia mau nanti kita bersama-sama ngebesarin anak Gia." Seru Gia di dalam pelukannya.
Tiba-tiba mereka dikagetkan dengan kedatangan Dea,Dea menangis dan langsung memeluk putri kesayangannya itu.
"Anak Mommy sekarang sudah besar dan menikah, ingat tanggung jawab kamu sebagai seorang istri kalaupun nanti rumah tangga kalian bermasalah,kamu harus tetap layani suami kamu,karena bagaimanapun dia itu suami kamu. Terapkan semua apa yang Mom ajarkan kepada kamu." Jelas Dea sambil mengelus kepala Gia .
"Yasudah Mom sama Dad mau pergi ke bang Gio dulu,nanti Mom panggilin Devan." Seru Dea dan diiyakan oleh Gia, setelah kepergian kedua orang tuanya Gia bergumam di kamarnya.
"Entahlah aku akan bertahan sampai kapan."
Di luar kamar,Gavin dan Dea masih berbicara dengan Devan.
"Nak,Dadtitip Gia sama kamu. Kamu sudah tau semua kondisi Gia,jadi Dad harap kamu bisa membahagiakan Gia dan melindunginya Dad serahkan Gia sama kamu." Ujar Gavin.
"Iya nak,Mom juga ingin selalu melihat Gia bahagia jadi Mom harap kamu bisa menjaganya dengan baik seperti kami berdua yang tidak pernah membiarkan Gia bersedih mulai dari kecil. Kami titip putri kecil kami Devan." Seru Mom Dea dan memeluk menantunya itu dan diganti oleh Gavin.
"Pasti Dad,Mom. Devan akan selalu menjaga Gia dan melindungi Gia ,karena bagi Devan Gia adalah hidup Devan. Kalian tenang saja Devan tidak akan pernah membiarkan Gia bersedih apalagi sampai meneteskan air mata." Jelas Devan tersenyum. Kemudian,Gavin dan Dea pamit ke kamar Gio.
Setelah itu Devan masuk ke dalam kamarnya,Devan sudah mengerti kenapa Gia menangis karena tadi Devan juga melihr mertuanya habis menangis. Devan memeluk Gia dan menenangkan Gia.
"Ini aku bawain makan,karena setelah ini kamu harus di make up lagi untuk acara nanti malam." Seru Devan tersenyum.
"Kenapa cuma bawa satu?." Tanya Gia heran.
"Iya karena tadi kata Mommy dulu Mommy sama Daddy juga seperti itu saat hari pernikahan mereka hanya makan sepiring berdua." Jelas Devan tersenyum dan langsung menyuapi Gia.
Sementara di kamar Gio.
Gavin dan Dea masuk ke dalam kamar Gio dan meminta mereka berdua untuk duduk. Gavin duduk di samping Gio,dan Dea duduk di samping Zea sambil memeluknya.
"Zea,Mommy titip anak sulung Mommy ya. Dia sudah menentukan pilihannya untuk bersama kamu nak, Mom harap layani dia selayaknya suami dan Mom pastikan dia tidak akan berani menyakiti kamu." Jelas Dea membuat mata Zea berkaca-kaca.
"Lihatlah, dua wanita yang sangat mencintaimu nak. Dad percaya kamu bisa menjaga hati kedua wanita ini dan juga menjaga kepercayaan mereka. Perlakukan lah istrimu seperti Dad memperlakukan Mom mu,sayangi dan cintai Zea seperti kamu menyayangi dan mencintai Mom mu dan Gia adik mu." Jelas Gavin menepuk pundak Gio.
Gio mengiyakan,setelah itu Dea dan Gio meninggalkan Gio dan Zea supaya mereka bisa beristirahat.
#Resepsi pernikahan#
Malam harinya tepat di taman yang berada di sebelah mansion dipenuhi seluruh tamu undangan,baik para tamu bisnis dari beberapa mancanegara dan juga beberapa tamu keluarga lainnya. Acara pernikahan ini sangatlah megah dan meriah karena ada kedua pasangan pengantin yang melangsungkan pernikahan dihari yang sama.
Di dalam kamar Gio,Gio sedang memperhatikan Zea yang dirias untuk acara resepsi malam ini. Zea sedikit malu terus-terusan di tatap oleh Gio padahal sekarang Gio adalah suaminya sendiri.
"Sayang lebih baik kamu nunggu di luar bersama yang lainnya." Seru Zea.
"Tidak,aku hanya mau di sini melihat bidadari yang sangat anggun di depanku ini." Jelas Gio,membuat MUA itu sedikit tersenyum.
Entahlah Zea merasa Gio lebih manja setelah dia menjadi suaminya,tapi Zea merasa bahagia karena Gio sangat menyayangi dirinya.
Sementara di kamar Devan dan Gia.
"Sayang apa nanti tamu undangannya akan banyak?." Tanya Gia.
"Lebih banyak dari yang kita duga sayang,ini bukan hanya tamu binis yang di Indonesia tapi juga banyak yang dari luar negeri. Kamu tau sendiri keluarga kamu seperti apa begitu juga keluarga aku." Jelas Devan tersenyum,dia sudah tau kalau Gia pasti akan merasa lelah.
Dan benar saja setelah mengatakan itu,wajah Gia berubah menjadi kesal.
"Tenanglah nanti aku gak akan biarin kamu di luar sampai acara selesai karena aku tau pasti kamu akan merasa kelelahan." Ujar Devan sambil menggenggam tangan Gia. Gia akhirnya tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada Devan.
"Ah iya sayang,nanti kamu mau anak berapa.?" Tanya Gia tiba-tiba.
"Berapapun akan aku syukuri yang terpenting kamu selalu sehat dan berumur panjang supaya nanti kita bisa membesarkan anak-anak kita bersama-sama." Ucap Devan sambil mencium pipi Gia.
"Semoga saja aku bisa terus menemani kamu sayang." Ucap Gia berubah dengan tatapan sendunya.
"Harus lah itu perintah bukan permintaan." Jawab Devan.
Setelah itu mereka berdua bersiap-siap karena acara resepsi akan dimulai sebentar lagi. Devan menggandeng Gia untuk menuju ke taman tempat resepsi mereka,tapi sebelum itu mereka menunggu Gio dan Zea.
Beberapa saat menunggu,akhirnya mereka berempat sampai di taman dan membuat para tamu undangan bertepuk tangan . Mereka sudah berada di tempat masing-masing, di depan mereka sudah ada keluarga besar mereka yang semuanya terlihat bahagia.
Ada keluarga Krismantara,Raymond,Reegan,Abraham, Handoyo, Richardo dan juga keluarga Zea yang ada di panti.
Setelah itu acara dimulai satu-persatu sampai akhirnya sesi foto-foto. Dimulai dari keluarga terlebih dahulu.
__ADS_1
Gavin dan Dea yang mendorong kursi roda bunda Anggi dan Ayah Steve untuk berfoto dengan anak-anak mereka. Setelah itu bergantian dengan keluarga Reegan dan yang lainnya.
Tapi semuanya dikagetkan dengan kedatangan keluarga Zea yang dari surabaya tante Aini,Zea yang terkejut langsung menangis karena awalnya Zea tidak yakin tantenya akan datang.
"Jangan menangis di hari bahagia kamu nak,maafkan tante dulu tante harus menitipkan kamu di panti. Tante waktu itu tidak punya biaya jika harus menghidupi kamu,jadi tante dengan bodohnya menitipkan kamu ke panti dan sekarang tante menyesal." Ujar tante Aini menangis.
"Zea maafin tante,tante tidak salah tante tetap tante Zea dan juga keluarga Zea." Ujar Zea memeluk tantenya.
"Nak,tante harap kamu bisa menjaga Zea dengan baik tante titip Zea." Ucap tante Aini kepada Gio.
"Pasti tan,itu sudah menjadi tanggung jawab Gio." Jawab Gio tersenyum.
"Oh iya tante ke sini bersama dengan anak tiri tante." Seru tante Aini,dan seketika Zea kaget setelah tau siapa anak tiri tante Aini.
"Hah Kevin." Cengo Zea.
"Ze,lo keponakan mama Aini?." Tanya Kevin tidak kalah terkejut. Zea mengangguk mengiyakan.
"Jadi kalian sudah saling kenal?." Tanya tante Aini.
"Iya tante,dia sahabat Zea waktu Zea masih di Surabaya." Jawab Zea.
"Jadi kamu pernah stay di Surabaya.? " Tanya tante Aini.
Akhirnya Zea menjelaskan kepada tante Aini saat dia berada di Surabaya.
"Dan wanita yang kamu bilang adalah pujaan hati kamu itu Zea.?" Kali ini tante Aini bertanya kepada Kevin. Kevin yang bertanya seperti itu mengangguk mengiyakan dan berusaha tersenyum walaupun sekarang Kevin menjadi perhatian kedua pengantin itu.
"Tapi itu dulu,sekarang Kevin udah punya Cindy pujaan hati Kevin mah. Zea udah menjadi sahabat Kevin." Jelas Kevin dan setelah itu memperkenalkan kekasihnya.
"Syukurlah kamu bisa melupakan Zea,dan iya Zea tante akan stay di sini mulai sekarang karena suami tante membuka perusahaan baru di sini." Ujar tante Aini,dan Zea sangat bahagia dengan kabar itu.
Setelah itu Kevin melihat pengantin yang satu lagi di sebelah mereka.
"Bukankah kamu Gia.?" Tanya Kevin,Gia sedikit mengingat Kevin.
"Maaf tapi saya tidak ingat." Jawab Gia sopan.
"Aku Kevin,yang waktu itu gak sengaja bertemu kamu di toko buku di Surabaya." Jelas Kevin,setelah lumayan berpikir akhirnya Gia ingat.
"Ah iya gue inget,kenapa lo bisa ada di sini?." Tanya Gia heran. Bukannya Kevin yang menjawab melainkan Zea yang menjelaskan kepada Gia.
"Ternyata dunia sesempit ini." Gumam Gia lirih.
Setelah itu para spupu Gia dan Gio mulai rusuh karena berebut ingin berfoto tapi mereka bersalaman terlebih dahulu.
"Bang Gio,Zea selamat ya semoga kalian selalu bahagia dan jangan lupa baby nya harus yang lucu seperti Steffy." Ujar Iffy .
"Selamat ya bang Gio,Zea semoga kalian terus bersama sampai kakek nenek." Sambung Ansel .
"Amin,terimaksih." Jawab mereka berdua. Setelah itu Ansel dan Iffy menuju Gia dan Devan.
"Yah gue ditinggal nikah duluan sama lo Gi. Tapi gak papa gue bahagia semoga lo sama Devan menjadi pasangan yang paling bahagia dan selalu bersama. Nanti kasih keponakan yang lucu-lucu buat Steffy oke." Ujar Iffy membuat Gia tersenyum haru,meskipun mereka sering berantem mereka saling menyayangi dan melindungi satu sama lain.
"Sould out duluan nih bro,happy wedding brother. Semoga lo sama Gia terus bersama sampai maut memisahkan." Sambung Ansel dan langsung memeluk Devan layaknya saudara laki-laki.
"Thanks bro. Kapan kalian nyusul." Tanya Devan.
"Doain saja,bulan depan kami nyusul." Jelas Ansel membuat Iffy tersenyum bahagia.
Sampai mereka dikagetkan dengan kedatangan Rheina dan Kenzo.
"Bang Gio,Zea selamat ya buat kalian berdua semoga menjadi keluarga yang bahagia. Maafin Rheina bang selama ini udah egois karena perasaan Rheina,dan buat lo Ze maafin gue udah pernah mau pisahin kalian gue minta maaf." Jelas Rheina berkaca-kaca.
"Sudahlah,kamu adik abang sama seperti Gia . Banyak pria yang lebih baik menginginkan kamu Rhein." Ujar Gio memeluk Rheina sambil mengelus punggungnya.
"Iya Rhein,gue udah maafin lo dan semoga lo cepat menemukan cinta sejati lo." Seru Zea.
"Rhein sudah menemukan cinta sejati Rheina bang." Seru Rheina membuat semuanya menatap Rheina dengan tanda tanya. Karena Rheina mengerti semua yang ada di sana penasaran,Rheina langsung merangkul lengan Kenzo.
"Kenzo masa depan Rheina sekarang,Rheina terlambat menyadari perasaan Rheina yang sesungguhnya kepada Kenzo. Dan Rheina bersyukur Kenzo masih bisa menerima Rheina sampai sekarang." Jelas Rheina membuat semua yang ada di sana tersenyum.
"Jagain adik abang Kenz,jangan kamu sakiti hatinya." Perintah Gio.
"Siap bang,Kenzo akan selalu menjaga Rheina." Jawab Kenzo sambil memeluk Gio.
Setelah itu mereka berdua menuju Gia dan Devan.
"Syukurlah lo bisa melupakan bang Gio dan juga menemukan cinta sejati lo Rhein." Seru Gia memeluk Rheina.
"Iya Gi,gue beruntung banget. " Jawab Rheina tersenyum.
"Ingat Kenz jaga baik-baik saudari gue, awas aja kalau lo sampai nyakitin Rheina gue kirim lo ke Antartika." Ancam Gia membuat semya yang ada di sana tersenyum.
"So pasti Gi,gue janji. Dan iya buat lo Dev jagain adik gue, jangan sampai dia merasa bersedih. Selamat buat kalian berdua." Ujar Kenzo. Devan mengiyakan dan mengucapkan terimakasih kepada Kenzo.
Kemudian mereka semua berfoto ,raut wajah bahagia terpancar dari mereka semua. Saudara dan persahabatan yang terjalin selama bertahun-tahun membuat mereka saling mengeratkan satu sama lain.
__ADS_1