
Setelah cukup lama mengobrol dengan Gio,Gia dan Devan pamit untuk menjemput Zea ke panti karena sudah berkali-kali di hubungi tapi tidak ada jawaban dari Zea.
"Bang,Gia sama Devan mau jemput Zea dulu ya Dad sama Mom lagi dalam perjalanan ke sini. Gapapa kan?" Ujar Gia.
"Yaudah gapapa,kalian jemput Zea ."
Mereka berdua mengiyakan dan berlalu pergi ke panti.
Di lain tempat.
Zea sudah selesai mengemasi barang-barangnya. Sedari tadi ponselnya tidak berhenti berbunyi,saat tau yang menghubunginya adalah Gia, Zea sengaja tidak mengangkatnya karena dia tau pasti Gia menyuruhnya ke rumah sakit.
Maaf untuk kali ini aku egois. Batin Zea.
"Nak,apa kamu yakin mau kembali ke surabaya?." Tanya ibu panti.
"Zea hanya mau melanjutkan sekolah Zea di sana bu,nanti Zea pasti kembali lagi ke sini." Tapi tidak tau itu kapan batin Zea.
"Yasudah kalau memang itu sudah menjadi keputusan kamu,ibu tidak bisa melarang kamu. Kalau butuh apa-apa jangan sungkan menghubungi ibu di sini,terus di sana kamu mau tinggal dengan siapa?."
"Insyaallah Zea mau ngontrak rumah sendiri bu ya rumah kecil-kecilan dulu untuk sementara waktu,karena ga mungkin kalau Zea harus tinggal dengan tante."
"Baiklah nanti ibu bantu urusan kamu mencari rumah kontrakan di sana yang dekat dengan tempat sekolah kamu."
"Terimakasih banyak bu,Zea sangat beruntung mempunyai ibu yang sangat baik sepertimu." Ucap Zea sambil memeluk ibu pantinya itu yang sudah ia anggap sebagai ibu kandungnya senidiri.
Ibu panti membalas pelukan Zea ,tidak terasa air matanya menetes mengingat Zea kecil yang dulu sangat kesepian sekarang menjadi Zea dewasa yang sangat cantik dan berhati baik.
"Yasudah kamu teruskan beres-beresnya ibu mau menyiapkan berkas-berkas yang akan kamu butuhkan di sana" Pamit ibu panti meninggalkan Zea.
Back to Devan dan Gia.
Mereka berdua sudah sampai di depan panti.
"Lo yakin gak mau ikutan masuk?." Tanya Gia kepada Devan.
__ADS_1
"Gue tunggu di sini aja."
"Yaudah bentar,kalau lo bosen turun aja terus main sama anak panti."
"Hm."
Setelah itu,Gia keluar dari mobil meninggalkan Devan. Wajah Gia juga memancarkan rasa bahagia dari tadi,dia tidak sabar menyampaikan kabar bahagia ini kepada sahabatnya sekaligus calon kakak iparnya.
"Assalamualaikum bu,mohon maaf mengganggu Zea nya ada?." Tanya Gia sopan.
"Waalaikumsalam nak Gia. Zea ada di kamarnya dia lagi beres-beres karena nanti sore dia akan kembali ke surabaya."
Degg.
Gia mematung di tempatnya.
"Hah,ibu gak bercanda kan.?"
"Loh bukannya Zea sudah pasti memberitahu kamu." Gia menjawabnya dengan gelengan kepala.
"Saya permisi ke kamar Zea dulu bu." Pamit Gia dan diangguki oleh ibu panti.
"Plis Ze,kalau ini beneran terjadi fiks lo gak mikir gue,bang Gio dan juga Iffy." Ujar Gia lirih.
Gia memikirkan juga kalau seandainya memang benar,kenapa Zea mesti harus pergi toh juga perjodohan Gio dan Rheina di batalkan. Setelah sampai di depan pintu kamar Zea,Gia mengetuk pintu dan Zea menyuruhnya masuk .
"Giaaa." Seru Zea lirih melihat kedatangan sahabat sekaligus calon adik iparnya itu.
"Kenapa,lo kaget ngeliat gue di sini." Ujar Gia menatap Zea kesal,Gia juga melihat di atas kasur Gia barang-barang Zea yang sudah dikemasi semua.
"Bisa di jelaskan semua ini apa Ze." Tanya Gia datar sambil melihat semua barang-barang Zea. Zea bungkam,dia tidak tau bagaimana cara menjelaskannya kepada Gia.
"Kenapa lo diem Ze,bener apa yang ibu panti bilang lo mau kembali ke surabaya. Lo mau ninggalin gue,Steffy dan terutama bang Gio?. " Ujar Gia berusaha menahan tangisannya.
"Jawab Gue Zeaaa." Teriak Gia mengguncang bahu Zea. Zea tidak menjawab dia menerima semua ucapan Gia memang salahnya sendiri tidak memberitahukan sahabatnya itu. Zea menarik Gia ke pelukannya,Zea juga menangis melihat Gia seperti itu,baru kali ini ada seseorang yang sangat menyayangi dirinya seperti keluarga.
__ADS_1
Gia melepaskan pelukannya dengan kasar,dia menatap Zea tajam. Zea melihat kekecewaan yang sangat dalam di mata Gia.
"Sumpah lo jahat banget Ze,gue pikir lo gak seperti orang lain di luar sana. Gue udah anggep lo sebagai kakak ipar gue,gue sayang banget sama lo Ze. Asal lo tau sekarang bang Gio sudah sadar dia nyariin lo kenapa lo gak dateng,sekarang gue mikir perasaan lo patut dipertanyakan lagi Ze. Gue sama bang Gio berusaha mati-matian untuk hubungan kalian,gue marah saat Dad bilang mau jodohin bang Gio karena gue mikir perasaan lo Zeaa. Lo orang baik,lo bahkan sangat baik tapi sekarang gue bener-bener kecewa sama lo bisa-bisanya lo mau pergi ninggalin kita semua." Ucap Gia panjang lebar dengan beruraian air mata,Zea merasa sangat bersalah terhadap Gia tapi mau bagaimana lagi ini sudah keputusan Zea.
"Gi,dengerin penjelasan gue dulu-."
"Stop Ze,ini semua sudah lebih dari jelas. Ternyata ini balasan lo setelah gue berusaha membatalkan perjodohan ini. Udah cukup lo jahat banget." Ujar Gia berbalik ingin pergi tapi ditahan oleh Zea. Zea memandang Gia dengan tatapan sendunya,dia bahagia perjodohan Gio dan Rheina dibatalkan tapi ada hal lain yang tidak bisa Zea katakan kepada Gia.
"Gue minta maaf sama lo gue tau gue salah." Ucap Zea pasrah.
Gia melepaskan pegangan tangan Zea dengan kasar,kemudian dia berlalu pergi meninggalkan Zea yang berteriak memanggil namanya.
"Maafin gue Gi,gue emang gak pantes berada di samping Gio dan juga kamu. Andai lo tau yang sebenarnya Gi" Ujar Zea lirih.
Flashback..
Sepulangnya Zea dari rumah Gio,*Rheina menghampiri Zea ke pantinya. Rheina mengajak Zea untuk mengobrol berdua di atap panti,walaupun Zea merasa pasti tidak akan penting tetapi dia lebih menghargai Rheina sebagai teman dan saudara spupu dari pacar dan juga sahabatnya.
"Ada apa Rhein." Tanya Zea berusaha setenang mungkin.
"Bentar lagi gue mau tunangan sama bang Gio,jadi gue mohon dengan sangat mendingan lo mundur teratur. Apa lo belum tau? kedua orang tua kita sudah sepakat untuk menjodohkan kita." Ujar Rheina. Munafik kalau Zea tidak merasakan sakit hati,saat ini Zea berusaha menerima kenyataan dan pernyataan dari Rheina.
"Gue percaya cintanya Gio,Gio pasti menolak perjodohan ini dan lo mendingan jangan banyak berharap." Rheina yang emosi mendengar ucapan Zea ,akhirnya memberikan ponselnya kepada Zea yang berisikan chat dari Papinya kalau keluarga Gio menyetujui perjodohan ini,tanpa Zea sadari itu secara tidak langsung dimanipulasi oleh Rheina.
"Sekarang harusnya lo yang sadar diri dan pergi jauh-jauh dari kehidupan keluarga bang Gio. Gue kasih lo waktu satu minggu mulai besok untuk bersama dengan Gia,Iffy dan yang lainnya sebelum lo pergi jauh. Kalau lo gak mau pergi jangan salahin gue kalau gue bertindak nekat menghancurkan Gia dan semua orang yang sayang sama lo terutama keluarga lo yang di surabaya. Jangan lupa gue bisa membeli apapun dan membayar siapapun yang gue mau." Jelas Rheina dan berlalu pergi.
"Gak,gue gak mau orang-orang yang sayang sama gue harus celaka gara-gara Rheina. Walaupun keluarga gue di surabaya gak pernah anggep gue ada tapi gue menyayangi mereka semua." Ucap Zea lirih.
Flashh Off*..
.
.
.
__ADS_1
maaf baru Up lagi🥺
enjoy reading guys❤️