High School Love Story

High School Love Story
S2#49


__ADS_3

Satu minggu berlalu.


Hari ini adalah jadwal kunjugan Gio ke surabaya,Gio berangkat bersama Gia dan Rheina. Awalnya Gia tidak diizinkan untuk ikut oleh kedua orang tuanya terutama Devan,tapi memang pada dasarnya Gia keras kepala.


Saat ini mereka sudah sampai di bandara untuk mengantar Gia,dan Devan yang mengantar mereka. Gia merasa tidak nyaman dengan keberadaan Rheina,tetapi walau bagaimanapun Rheina tetap saudari spupunya.


Gio dan Rheina berlalu masuk terlebih dahulu meninggalkan Gia dan Devan .


"Sayang kamu bener mau ikut? nanti siapa yang nemenin kamu kalau bang Gio di sana kerja." Tanya Devan cemas.


"Astaga sayang udah berapa kali aku bilang ,nanti di sana aku bisa sendiri aku masih sehat sayang." Seru Gia gemas dengan Devan.


"Oke-oke tapi janji kamu harus baik-baik aja gak boleh kecapek an,kamu akan stay di sana selama satu minggu dan aku gak bisa nemenin kamu berangkat ke sana. Tetapi dua hari lagi aku pasti nyusul kamu ke sana,aku harus selesain semua pekerjaan aku di sini. Aku udah pesan kamar hotel selama kamu di sana."


"Iyaya bawel,yaudah aku pergi dulu ya sayang."


"Iya jaga diri baik-baik aku menyayangimu." Seru Devan mengecup kening Gia dan memeluk gadisnya sejenak.


Setelah itu Gia pergi menyusul Gio dan Rheina.


###


Surabaya.


Akhirnya mereka bertiga sampai di Surabaya.


"Giana apa kamu mau ikut abang ke kantor atau mau langsung ke hotel.?" Tanya Gio.


"Gia istirahat saja bang,besok Gia akan ikut."


"Yasudah kamu istirahat saja,bang Gio dan Rheina langsung ke kantor. Gak papa kan sendirian."


"Slow bang,Gia gak bakalan kesasar."


Setelah itu Gio mencarikan taksi untuk Gia,beberapa saat kemudian setelah Gia menaiki taksi Gio dan Rheina langsung pergi ke kantor.


Back Gia.


Gia menikmati pemandangan kota Surabaya yang tidak beda jauh dengan Jakarta. Gia menyuruh sopir taksi untuk berhenti sebentar di toko buku,karena dia akan membeli beberapa buku untuk menghilangkan kebosanannya di kamar nanti.


Setelah sampai di toko buku,Gia langsung masuk dan membeli beberapa buku. Saat ingin mengambil salah satu buku,tiba-tiba ada tangan lain yang juga hendak akan mengambilnya.


"Eh sory." Ujar Gia merasa tidak enak.


"Ah ya tidak apa-apa,kamu mau buku ini?." Tanya pria itu.

__ADS_1


"Sebenarnya sih iya,tapi kan lo duluan yang pegang." Jawab Gia.


"Aku bisa mengambil buku yang lain,buku ini buat kamu saja."


"Nope,gue yang akan cari buku lain." Seru Gia.


"Kevin Andreas."


"Giana Zafra." Ujar Gia tanpa membalas jabatan tangan Kevin. Iya dia Kevin sahabat Zea. Kevin berada di toko buku itu karena ingin membelikan buku untuk Zea karena Zea gemar membaca sama seperti Gia.


"Bukan asli Surabaya kan.?" Tanya Kevin.


"Jakarta." Jawab Gia berusaha tidak terlalu merespon Kevin karena dia merasa risih sedari tadi Kevin selalu menatapnya.


"Pantas saja logat bicara kamu berbeda. Kalau kamu punya waktu boleh kita mampir ke cafe sebentar." Tanya Kevin.


"Maaf,gue buru-buru." Seru Gia dan berlalu pergi ke kasir untuk membayar karena tidak mau berlama-lama dengan Kevin.


Apa semua cowok seperti ini ,ah semoga saja Devan tidak. Batin Gia menggelengkan kepalanya. Setelah itu dia kembali ke taksi dan langsung menuju ke hotel.


Sementara Kevin masih melamun memikirkan pertemuannya tadi dengan Gia.


"Gadis yang lucu dan manis. Tetapi kenapa aku seperti melihat dia sebelumnya,tapi dimana." Gumam Kevin lirih.


Back Gia.


Gia sudah sampai di hotel kemudian dia segera masuk dan menghampiri resepsionist untuk mengambil kunci kamarnya.


"Permisi mbak, saya mau mengambil kunci kamar saya."


"Atas nama siapa.?"


"Giana Zafra."


"Tunangan dari tuan Devan.?"


"Iya benar kenapa anda bisa mengetahuinya.?"


"Hotel ini adalah milik keluarga Reegan nona." Membuat Gia kaget,pantas saja Devan menyuruh Gia untuk pergi ke hotel itu. Gia hanya tersenyum kepada resepsionist itu.


Devan memesan kamar president suit untuk Gia supaya Gia merasa lebih nyaman,Gia sangat kagum dengan interior hotel itu. Setelah sampai di kamarnya Gia merasa takjub dengan pemandangan yang ada di dalam kamar itu.


Semuanya sesuai dengan kesukaan Gia.Tiba-tiba ada vidcall dari Devan,Gia mengangkatnya dengan wajah yang gembira.


"Halo sayang bagaimana kamu suka kamarnya.?" Tanya Devan.

__ADS_1


"Suka banget sayang,kenapa bisa kebetulan seperti ini."


"Bukan kebetulan,itu memang sengaja aku konsep seperti kesukaan kamu. Itu salah satu hotel yang baru aku buka beberapa bulan yang lalu tanpa sepengetahuan kamu,rencananya setelah menikah aku akan memberikannya kepada anak kita tetapi berhubung kamu berada di sana sekarang sekalian aja aku ngasih tau kamu dan supaya kamu nyaman berada di sana." Jelas Devan.


"Terima kasih banyak sayang." Ujar Gia dengan senyuman manisnya.


"Yasudah sekarang kamu buka lemari kecil yang ada di pojok ." Perintah Devan.


Perlahan Gia beranjak ke lemari itu dan membukanya, Gia kaget di sana ada beberapa buku yang masih baru dan juga notebook yang masih segel.


"Sayang ini semua."


"Iya aku tau kamu pasti bosan tanpa buku,jadi aku sengaja mengkoleksi beberapa buku dan juga notebook untuk kamu menulis."


"Ah sayang pengertian banget,tau gitu tadi aku gak beli buku pas di jalan." Seru Gia,setelah itu Gia bercerita tentang pertemuannya dengan Kevin. Memang Gia seperti itu selalu menceritakan apa saja yang di lewatinya.


Setelah puas,Gia pamit untuk istirahat karena dia merasa sangat lelah.


Apakah Zea masih berada di kota ini.Batin Gia kembali mengingat sahabat masalalunya.


Di kantor Gio.


Saat ini Gio sudah sampai di kantor,dia dan Rheina di sambut dengan sangat meriah. Gio merasa bahagia dan bangga kepada para karyawannya. Tetapi Zea tidak berada di sana,karena sekarang Zea berada di luar kota untuk melakukan pekerjaannya dengan beberapa staff dan dia akan kembali nanti malam.


Setelah memberi sambutan,Gio mengajak Rheina ke ruangannya di lantai atas. Rheina sangat bahagia karena banyak orang mengira Rheina adalah kekasih Gio, tapi tidak dengan Gio dia terlihat acuh kepada Rheina.


Gio sampai di ruangannya dan berbicara dengan Direktur utama di sana.


"Bagaimana perkembangan perusahaan di sini." Tanya Gio sambil mengecek berkas-berkas yang ada di depannya.


"Semuanya lancar pak,bahkan setiap tahun perusahaan kita maju dengan pesat dan itu semua berkat sekretaris kita yang sangat cerdas."


"Apa saya bisa bertemu dengannya."


"Mohon maaf sekali,saat ini dia tengah berada di luar kota untuk memimpin beberapa staff mengenai pembangunan."


"Baiklah besok saya harap dia bisa menemui saya." Ujar Gio,setelah beberapa jam di sana dia pamit untuk beristirahat dan mengunjungi Gia di hotel.


.


.


.


πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

__ADS_1


__ADS_2