
"Selamat membaca! mohon dukungannya ukhty/akhi karena ini novel sederhana."
...Jangan lupa Like dan komennya gaiz...
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
"Aisar! tolong lepaskan aku dari sini!" perintah gadis itu kepada pria, yang kini menyekapnya di gudang tua yang gelap dan sepi.
"Jangan takut sayang, aku ada di sini untukmu," ucap pria itu memandang gadis yang kini sedang ketakutan.
"Aku salah apa sama kamu Sar? sehingga kamu tega kayak gini ke aku," pekik gadis itu mencoba melepaskan tali yang kini mengikat tangannya.
"Uh,,, kamu ngak salah sayang, tapi yang salah itu hati kamu yang sulit menerima cinta aku,"
"Kita bisa bicarakan baik-baikkan! bukan dengan cara kayak gini," ujar gadis itu memohon kepada pria yang ada di hadapannya.
"Aku, sudah bosan baik-baikin kamu dari dulu, mungkin cara ini yang akan membuatmu jadi milikku," ucap pria itu dan mencoba mendekatinya secara perlahan.
"Kamu jangan berani macem-macem! atau aku akan teriak."
"Teriak! sepuasnya, tidak akan ada yang bisa mendengarkanmu di sini karena aku sudah merencanakan semuanya."
"Kamu memang sudah gila."
"Iya, aku gila karena kamu," ucap pria itu dan mulai melakukan aksinya.
"Jangan,,, jangan,,,!"
"Allahhuakbar, Allahhuakbar,,," suara Subuh adzan berkumandang dan membangunkan gadis kecil dari mimpi buruknya.
__ADS_1
"Astagfirullah! syukur hanya mimpi, ya Allah jauhkan hamba dan keluarga dari orang-orang yang berniat jahat terhadap kami, amin," do'a gadis itu dan mulai bangun dan mengambil air wudhu.
ยคยคยค
Kenalkan namanya Maya Rahmiwati, bisa di panggil Maya, dan Ya juga boleh. Anak tunggal dari keluarga sederhana dan kental dengan ilmu agama, jadi jangan heran lagi Maya adalah wanita muslimah yang ta'at dan berpakaian syar'i, namun jangan salah sangka dulu Maya baru berumur 16 tahun bisa di bilang masih kelas 1 SMA, masih imut imutlah di pandang, apalagi dengan khas wajahnya yang putih bersih karena ibadahnya.
"Ibu abah! selama pagi!" ucap Maya sudah siap dengan pakain putih abunya.
"Gimana sayang sekolah barunya?" tanya Lia ibu Maya memandang anaknya yang mulai duduk dan memakan roti.
"Hem,,, alhamdulillah bun, Maya betah di sana."
"Alhamdulillah," ucap serempak orang tua Maya mendengarnya.
"Iya udah bun, abah! Maya berangkat dulu ya? nanti telat lagi, kan hari ini Maya masih masa perkenalan, as'salamualaikum," ucap Maya lalu mencium kening orang tuanya.
"Wa'alaikumsalam hati-hati di jalan nak!"
Maya mulai menyusuri komplek perumahan menuju jalan raya, bisa di bilang sekolahnya tidak terlalu jauh dari rumah, sehingga Maya lebih memilih berjalan kaki ketimbang harus di antar oleh abahnya, dan juga terlihat anak-anak SD meramaikan suasana di antar oleh orang tuanya, membuat lebih seru perjalanan ke sekolah Maya.
"Alhamdulillah! akhirnya sampai juga."
"May! May!" terdengar suara pria memanggil Maya dari kejauhan.
"Perasaan ada yang manggil aku deh," ucap Maya membalikkan badannya.
"Maya! tunggu aku!" perintah pria itu mendekati Maya.
"Uh,,, kirain orang asing tadi," ucap Maya lega.
__ADS_1
"Kamu kenapa May? kok wajahmu pujat gitu? dan kayak orang yang ketakutan, emangnya aku mirip hantu ya?" tanya Hamdi teman sekelas Maya.
"Ngak kok Di, aku hanya terkejut ajha tadi, kamu tiba-tiba panggil aku," ucap Maya lembut.
"Maaf ya May? kalau aku buat kamu terkejut!"
"Iya ngak apa-apa kok Di, ya udah kita masuk kelas ajha! nanti kita di marahin lagi sama kak senior."
"Okey," ucap Hamdi menurut ke Maya dan berjalan di belakang Maya.
Sebenarnya Maya masih terauma dengan mimpinya yang semalam, makanya Maya kayak orang ketakutan kalau di sapa oleh cowok.
ยคยคยคยคยค
"Baik anak-anak! ini adalah hari pertama kita untuk masa orientasi siswa baru, saya mohon partisipasi kalian selama MOS berlangsung, kalian sudah siap?" tegas panitia.
"Siap, siap, siap, Allahhuakbar," suara yel yel dari para siswa menandakan kesiapan mereka.
"Okey, langsung saja, saya akan memperkenalkan kakak senior yang akan mengawasi kalian selama Mos berjalan, yang pertama perkenalkan kakak yang ada di samping saya, namanya kak Rozi, dia adalah ketua osis di sekolah ini dan sekaligus pemilik sekolah tempat kalian ini."
Rozi lalu mengangkat tangannya, tanpa senyum sedikitpun, Rozi terkenal dengan sikapnya yang cuek dan dinginnya di sekolah, tapi semua itu membuat semua kaum hawa jatuh hati dengan sikap dan juga kegantengannya, yang khas seperti orang Korea.
"Masya'allah! ganteng banget," teriak para junior akhwat melihat Rozi.
"Okey, okey, cukup! lanjut yang kedua yang ada di sampingnya kak Rozi, perkenalkan namanya kak Widya wakil dari ketua osis dan selalu menemani kak Rozi.
"Cantik!" giliran para ikhwan yang bersorak tak mau kalah dengan para akhwat.
"Hu,,, hu,,,," mereka saling menyoraki dan ribut, terkecuali Maya dan sahabat baiknya Ochy yang terlihat biasa saja.
__ADS_1
lanjut ke Widya, Widya adalah senior yang di bilang cantik tapi sombong, dia akan menyingkirkan siapapun yang mencoba mendekati Rozi dan membuat cewek itu tidak betah berurusan dengannya.