HIJRAHKU BERSAMAMU

HIJRAHKU BERSAMAMU
Part 14


__ADS_3

"Alhamdulillah, akhirnya kamu mau bertemu denganku Sar?" ucap Maya mulai menghapus air matanya.


"Jangan nangis May! atau orang yang akan membuatmu menangis akan hilang," ucap Aisar berjarak 5 meter dari Maya.


"Kalau kamu yang membuatku menangis, apakah kamu akan hilang juga Sar?" tanya Maya memandang sahabatnya.


Aisar hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Maya, entah hatinya begitu adem mendengar ucapan sahabatnya.


"May! ada apa kamu memanggil aku?" tanya Aisar serius.


"Nanti malam ada acara yasinan keluarga di rumah aku, terus bunda nitip salam ke Aisar, agar Aisar bisa hadir nanti bersama abah dan ummi."


Aduh gimana ya? gue kan udah lama ngak ngaji lagi.


"Gimana Sar? Aisar mau kan menuhi amanah bunda?" lirih Maya lembut.


"Insyaalah May!" ucap Aisar sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Iya udah kalau gitu Sar, aku mau berangkat sekolah dulu ya?" ucap Maya memotong pembicaraan.


"Iya udah hati-hati May!"


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam," ucap Aisar melihat kepergian sahabatnya.


Di sisi lain Rozi tak sengaja melihat Maya dan Aisar mengobrol di jalan, ketika iya berada di dalam mobil mewah sportnya.


" Agh...... Sial! beraninya dia mencoba menganggu bidadariku, tapi kenapa Maya ngak takut ? tumben dia tampak bahagia di dekat Aisar, ini ngak bisa di biarin pokoknya Maya hanya milikku," ketus Rozi kesal sembari memukul stir mobilnya.

__ADS_1


* Skip sekolah *


"Assalamu'alaikum Maya!" Sapa Ara dan Maya di dalam kelas dan mulai mendekati sahabatnya.


"Wa'alaikumsalam," ucap Maya lembut.


"Apa kabar May?"


"Alhamdulillah baik, kalau Ara! Ochy! gimana kabarnya?"


"Alhamdulillah baik, sehat, semangat Allah huakbar," ucap Ara dan Ochy serempak.


Anak-anak yang melihat tingkah konyol mereka melirik sinis tak suka.


"Apa lo lihat-lihat?" ketus Ara kepada semua murid yang ada di sana.


Maya yang melihat pemandangan itu langsung memberhentikan mereka.


"Ara! Ochy! udah jangan di ladenin!"


"Iya May, dia yang nyebelin, apa urusannya sama mereka? kita mau ribut mau ngak ya urusan kita bukan urusan mereka," ucap Ara melirik sekilas ke arah Wina yang terlihat benci terhadap mereka.


"Ochy! Ara! aku mau ngundang kalian buat yasinan nanti malam setelah maghrib! gimana? kalian mau kan?" ucap Maya lembut.


"Mau banget May, okey nanti sore kita ke rumahmu," ucap Ochy gembira.


"Ara! kamu ikutan kan?"


"Woy Ara! lo di panggil sama Maya?"

__ADS_1


Ara lebih fokus saling lirik dengan Wina teman sekelasnya yang paling sok cantik dan sok populer.


"Ah.... Gue pasti ikut May, pasti di sana banyak makanan enak kan?" ucap Ara terkejut tiba-tiba di senggol oleh Ochy.


"Makasih ya? kalian memang sahabat Maya yang paling Maya sayang," lirih Maya lalu memeluk sahabatnya.


"Oh,,, Aku jadi terharu."


"May! kamu ngak ngundang kak Tama dan kak Rozi? kan lumayan ada hiburan geratis dari mereka," ucap Ara cengengesan.


"Bener tuh May, Maya undang ajha mereka!"


"Insyaalah nanti kalau Maya ketemu."


AGH..... Ahh...... ah... Terdengar suara keributan dari para siawa melihat kedatangan seseorang.


"Kok mereka pada ribut ya?" gumam Ara melihat para murid berkumpul dan bersorak.


Tiba-tiba terlihat seorang laki-laki yang keluar dari kerumunan mereka, ganteng, bermata beloh, alis hitam, kulit putih bersih dan tersenyum ke arah Maya.


"Minggir! minggir!" ucap Rian dan Iruan memantau jalan untuk bosnya.


"Assalamualaikum!" sapa pria itu tiba-tiba mendekati Maya.


"Kak Rozi!!!!" teriak Ara dan Ochy lebay.



__ADS_1


__ADS_2