
Widya tidak tinggal diam, gadis itu langsung menemui Maya, yang ada di dalam ruang UKS bersama dengan teman-temannya.
"Hem,,, lo jangan kege'eran dulu, di perhatiakan sama Rozi, karena lo itu bukan tipe dia," ketus Widya menatap tajam ke arah Maya.
Maya yang mendengar hal itu sontak kaget dengan ucapan Widya yang secara tiba-tiba.
"Maaf kak! aku tidak pernah berharap sedikitpun menyukai kak Rozi maupun merebutnya dari kakak," ucap Maya lembut memandang Widya yang sedang marah kepadanya.
"Lo jangan banyak alasan deh! gue tau lo itu suka kan sama Rozi ah?"
"Ya Allah kak, aku ngak suka sama kak Rozi."
"Kalok lo! berani deketin Rozi, gue ngak akan segan-segan buat keluarin lo dari sekolah ini," ancam Widya lalu meninggalkan Maya.
Maya yang mendengar hal itu merasa bersalah dengan Widya.
"Maya! lo yang sabar ya!" ucap Ochy dan Ara melihat sahabatnya bersedih.
"Iya Chy Ra, tapi beneran aku ngak pernah ada niat suka sama kak Rozi, tau kan aku ngak mau pacaran."
"Iya May! kami ngerti kok, tapi nenek sihir itu ajha yang terlalu lebay."
Maya kembali beristirahat untuk memulihkan tubuhnya kembali dan di temani oleh Ochy dan Ara yang setia menjaga Maya.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Rozi yang mengetahui rencana Widya langsung memberikan peringatan keras untuknya.
__ADS_1
"Lo apain Maya tadi?" ketus Rozi memegang keras tangan Widya.
"Ngak gue apa-apain," ucap Widya ketakutan dengan tatapan Rozi.
"Jujur! atau lo akan tau akibatnya!" ancam Rozi.
"Okey! tapi lepaskan tangan gue! sakit tau."
Rozi lalu melepaskan tangannya dan menatap tajam ke arah Widya.
"Tad,,, tadi,,, gue hanya memberikan peringatan ke Maya supaya dia
jauhin lo," ucap Widya ketakutan.
Rozi yang mendengar hal itu langsung semakin geram dengan ucapan Widya.
"Kalau lo mencoba menyakiti Maya, gue ngak akan segan-segan untuk nyakitin lo Widya!"
"Semua itu bukan urusan lo! dan sekarang jangan dekat-dekat lagi sama gue!" ucap Rozi lalu meninggalkan Widya.
"Kapan lo akan balas perasaan gue ke lo Zi? gue sayang sama lo!" ucap Widya memperhatikan punggung Rozi yang semakin menjauh pergi meninggalkannya.
* Pulang Sekolah *
"May! aku antar ya?" tanya Rozi kepada Maya yang mulai berjalan untuk pulang."
"Maaf dan terima kasih!" jawab Maya dan berjalan tidak menengok sedikitpun ke arah Rozi.
__ADS_1
"Maya sama kita kok, dan kakak jangan deketin Maya lagi! kita sebagai sahabatnya ngak mau lihat Maya di ganggu sama pacar kakak," Jelas Ara memandang Rozi.
"Tapi, aku sama Widya ngak pacaran dan itu ngak akan pernah terjadi."
Rozi mencoba menjelaskannya kepada Maya, namun gadis itu tidak memperdulikannya, karena tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya.
"Iya terserah kakak, bukan urusan kami, pokoknya kakak ngak boleh deketin Maya!" ancam Ochy dan mulai meninggalkan Rozi yang mematung dengan perkataan mereka.
"Yuk May! kita pergi nanti kita di marahin lagi sama pacarnya."
"Tunggu!" ucap Rozi dan mengejar Maya.
"Ada apa lagi ah?" tanya Ara.
"Aku mau ngomong sesuatu sama Maya."
"Ngak akan kami izinin."
"May! aku mau nanyaq tentang tanda yang ada di tanganmu," ucap Rozi menghadang mereka dan memandang Maya yang dari tadi mencoba menjauh dari dirinya.
"Ku mohon Maya, jawab pertanyaan aku!"
"Terus apa urusannya sama kakak ah?" ketus Ochy membela Maya.
"Kalian berdua diam! atau kalian akan tau akibatnya!" ancam Rozi.
Mereka berduapun terdiam karena tidak berani dengan ancaman Rozi.
__ADS_1
"Baik, aku akan jawab pertanyaan kakak, dan setelah itu kakak jangan ganggu kami." ucap Maya mulai bersuara.
Rozi hanya bisa mengangguk dengan ucapan Maya, dan tidak akan mungkin dirinya menjauhi Maya, justru akan mendekatinya setelah menemukan jawaban itu.