HIJRAHKU BERSAMAMU

HIJRAHKU BERSAMAMU
Part 08


__ADS_3

Maya kini beranjak ke Kelasnya, dan terlihat Ochy dan Ara mondar-mandir di depan pintu kelas menunggu Maya.


"May! kamu kemana ajha? kita khawatir tau?" sapa Ara memandang sahabatnya.


"Maaf ya! tadi aku agak lama sedikit, soalnya aku bantu kak Tama bawa buku ke ruang bu Diana."


"What? parah!" ucap Ara terkejut.


"Lo kenapa?" tanya Ochy.


"Maya! kemarin lo deket sama kak Rozi, siswa terpopuler di sekolah ini, dan sekarang lo deket lagi sama kak Tama, siswa paling pintar di sekolah ini jugak," jelas Ara memegang punggung sahabatnya.


"Emangnya kenapa Ra? kan aku hanya bantuin kak Tama ajha, itupun ngak sengaja," ucap Maya menjelaskan.


"Bener tuh Ra, kamu beruntung banget dekat sama mereka berdua, bisa mendadak populer dalam sekejab."


"Aku sama mereka berdua hanya kebetulan ajha ketemu dan kenal."


"Tapi gue takut jugak May, lo di apa-apain sama fans mereka, apalagi komunitasnya lumayan kan lumayan hampir cewek di sekolah ini fans mereka."


"Oh,,, ya, gue baru ingat, katanya Tama dan Rozi dulu sahabatan loh, tapi sekarang jadi musuh gitu, entah karena apa," ucap Ara.


"Ngak baik omongan orang di belakang, biarin itu menjadi urusan pribadi mereka."


Mereka berduapun terdiam mendengar nasihat dari Maya dan memasuki kelas.


"Apa kabar May?" sapa Hamdi kepada Maya yang ada di sebrang bangkunya.


"Alhamdulillah baik, kalau Hamdi?"


"Alhamdulillah, selama aku lihat kamu ada di samping aku, aku akan tetap baik seumur hidup."


"Eleh,,, gombal luh, udah jangan dekat dekat sama teman gue," ketus Ara menghalangi pandangan Hamdi.


"Woy Ara, bisa ngak lo ngak ganggu gue satu detik ajha! dan kenapa lo duduk di situ, minggir!" ucap Hamdi kesal.


Ara duduk di samping Maya dan menghalangi Hamdi untuk melihat Maya dari kejauhan.

__ADS_1


"Gue memang duduk di sini, terus apa urusannya ama lo ah?"


"Awas lo ya!"


"Woy,,, guru udah dateng, kalian semua jangan ribut!" perintah Hartono yang dari tadi ngintip di balik pintu kelas.


Sebenarnya niatnya bukan mau ngintip guru tapi mau ngintip cewek cantik yang lewat.


"Mungkin lo salah lihat tono?"


"Gue beneran."


"Lo mungkin lihatin sisi anak cupu yang pakai kacamata besar dan senyum ke lo itu kan?" ejek Hamdi.


"Bang*** lo, amit amit tujuh turunan."


Guru memasuki ruangan dan kini para siswa mulai sunyi tidak ada keributan di antara mereka untuk menghormati guru yang datang.


* Pulang Sekolah *


"Hai May! gue ikut bareng kamu ya?" sapa Tama mulai mengecilkan kecepatan motornya.


Ochy dan Ara yang melihat pemandangan itu sakit perut menahan tawanya.


Aduh, salahkan gue, seharusnya gue pakai salam dulu tadi.


"Wa'alikumsalam," balas Tama malu.


"Kakak kan pakai motor kenapa ngak jalan ajha kak?" ucap Maya lembut.


Gue mau ngomong apa ya? ayoklah tama jangan malu, pokus! lo harus dapetin hatinya Maya.


"Aku,,, aku,,, mau bareng kamu May, ya udah aku taruh motornya."


"Jangan kak! kalau kakak mau jalan sama kita ngak perlu taruh motor."


"Okey, ya udah."

__ADS_1


Mereka berempat pun berjalan menelusuri jalan raya, namun terlihat ada seseorang yang memperhatikan mereka dari kejauhan.


"Bos! cewek lo di deketin tuh sama cowok."


"Sial, siapa dia?"


"Biasa anak SMA cendrawasih."


"Ayok kita beri perhitungan!" perintah Aisar bersama dengan genxnya.


Lalu genx Aisar mendekati mereka dan mulai menganggu Maya.


"Assalamualaikum sayang," sapa Aisar dan membuat Maya terkejut seketika.


"Wa'alikumsalam, kamu mau ngapain lagi ke sini?" tanya Maya ketakutan.


"Ya aku mau jemput kamu lah, ayok kita pergi," sambil mencoba memegang tangan Maya.


"Aku ngak mau."


"Woy! lo ngak lihat gue di sini ya? beraninya lo coba sentuh dia," ketus Tama menatap tajam ke arah Aisar.


"Lo siapa? mau jadi pahlawan kesiangan lo ah,,,?"


"Kalian mundur!" perintah Tama ke Maya, Ochy dan Ara.


Mereka mengangguk dan mematuhi perintah Tama.


"Banyak ba*** lo," ucap Aisar mulai memukuli Tama dengan genxnya.


Tama mulai menghajar mereka namun kekuatannya kalah, karena mereka terlalu banyak.


"Aisar stop!" perintah Maya mencoba menolong Tama.


Namun mereka tak menghiraukannya dan Maya jatuh tersungkur di hadapan Rozi yang waktu itu sudah memperhatikan mereka dari tadi.


"Kamu ngak kenapa-kenapa May?" tanya Rozi tiba-tiba muncul dan memapah Maya untuk duduk.

__ADS_1


Beraninya mereka mencoba menyakiti bidadariku.


Rozi yang melihat itu langsung geram, dan seketika membuat anak buah Aisar ketakutan melihat Rozi.


__ADS_2