
"Percayalah! Skenario Allah jauh lebih indah dari cerita manapun di dunia ini, termasuk mengenal dirimu.
( 💞 Maya 💞)
"Agh,,, gue pantes ngak ya? pakai baju ginian," pekik Rozi sibuk memandang dirinya di cermin dengan memakai baju koko dan kopiah.
"Ha,,, ha,,, lo mau sampai kapan berdiri di sana ah? mau sampai pagi, lo
kalah- kalah emak-emak yang lagi dandan mau pergi arisan," ejek mereka berdua tertawa lepas.
"Diam lo! jangan banyak bacot," cetus Rozi menatap ke arah mereka berdua dengan tajam.
Mereka berdua yang melihat penampakan itu langsung diam membisu namun masih tertawa di dalam hati.
Tok.... Tok..... Suara pintu di ketuk oleh seseorang.
" Rozi! buka pintunya sayang!"
"Tunggu bentar ma! ucap Rozi lalu melangkah ke arah pintu kamarnya yang rapi dan bersih.
Karena Rozi tipe cowok yang suka bersih-bersih dan tak suka dengan
hal-hal berbau kotor apalagi tempat ternyamannya di kamarnya sendiri.
**CEKLEK.... Suara pintu di buka oleh Rozi.
__ADS_1
Masyaallah**........
Terdengar suara itu tiba-tiba muncul dan langsung melihat anaknya dengan memuji dan juga kagum namun di balik semua itu Delia merasa aneh dengan anaknya.
"Kamu sehat nak?" tanya Delia memegang kening Rozi yang tidak panas.
"Sehat ma, sehat wal'afiat malah."
"Kamu nyolong jemuran orang di mana?" tanya Delia melihat anaknya yang memakai baju koko berwarna coklat dan berkopiah.
"Tuh kan, kebiasaan mama, fitnah anaknya macem-macem," gerutu Rozi kesal.
"Mungkin kamu mimpi kiamat ya semalam, makanya tiba-tiba taubat kayak gini?"
"Ngak tante,,, bos Rozi itu lagi kerasukan," cerocos Rian cengegesan.
"Bukan krasukkan jin tante, tapi krasukan Cinta, kayak yang di cerita LAELA MAJNUN, apapun bisa terjadi karena cinta," jelas Iruan serius menceritakan kepada mama Adit.
"Diem ngak lo! mulut kalian gue sumpel dulu baru mau diem ah?"
"Bos jangan marah-marah! nanti kita ceritain ke Maya loh," ancam mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
Rozi langsung terdiam dan melempar mereka memakai bantal berwarna putih yang ada di sampingnya.
"Hem,,, jadi prempuan yang mampu mengubah anak mama yang keras kepala ini, namanya Maya."
Rozi yang mendengar hal itu tertunduk malu tak berani memandang wajah mamanya yang terbayang dengan gadis muslimah itu.
__ADS_1
"Tante tau ngak, yang namanya Maya itu anaknya cantik, imut, putih bersih, solehah, pokoknya semuanya ada di dia, andai dia mau ke gue, pasti gue jadiin istri gue langsung," ucap Iruan memperjelas.
"Apa lo bilang tadi ah???" tanya Rozi sudah siap dengan tangan yang di genggam dan ingin menonjok Iruan.
"Sorry bos, siapa sih yang ngak mau sama Maya."
"Awas lo ya! kalau berani deketin dia, gue ngak akan biarin lo hidup di dunia ini," ancam Rozi kesal.
"Hus,,, udah! kalian ini dari tadi ribut, sekarang kalian mau kemana?" tanya Delia melihat mereka yang sudah siap seperti ingin ke pengajian.
"Kami mau ke rumah pujaan hati tante," ejek Rian melirik ke arah Rozi yang sibuk membentulkan jam tangan hadiah ulang tahun dari papanya yang di beli di Prancis dengan harga yang fantastis.
"Di rumah Maya ada acara keluarga yasinan dan pengajian tante, kita bertiga di undang."
"Iya udah hati-hati di jalan! jangan ngebut!" perintah Delia memperhatikan wajah mereka satu persatu.
"Asyiap tante! tenang ajha.
Mereka bertigapun mulai turun ke bawah dan tak lupa untuk Rozi mengambil kunci mobilnya dan mencium tangan mamanya, kalau untuk papa Rozi tidak ada di rumah karena berada di luar kota menjalankan prusahaan keluarganya menjadi CEO.
"Semoga gadis muslimah itu bisa merubah hidupmu, menjadi jauh lebih baik lagi," ucap Delia melihat kepergian Rozi dengan mobilnya berdiri di depan Rumah.
"Aku jadi penasaran sama gadis itu, aku harus tau bagaimana rupanya."
Delia pun kembali memasuki rumahnya dan akan mencari tau tentang gadis yang di maksud oleh Rozi.
__ADS_1