HIJRAHKU BERSAMAMU

HIJRAHKU BERSAMAMU
Part 18


__ADS_3

"Tersenyumlah! karena aku akan tetap ada di sampingmu. 💞 Rozi 💞



CEK.... CEK....... SUARA MIKROFON DI PEGANG OLEH AISAR BERHASIL MEMBUAT REMAJA ITU BERGETAR


HEBAT........


"Kamu pasti bisa nak!" ucap abah Maya mempercaya Aisar yang memimpin pembacaan surah Yasin.


Semua orang yang ada di sana memperhatikan Aisar dengan serius yang dari tadi belum memulai juga mengeluarkan suaranya.


"Keren tuh Aisar, di kasih kepercayaan sama abahnya Maya, lo kalah


saing bos," ucap Rian melirik Rozi yang bersikap datar dan dingin.


"Hem,,, Bismillahirrohmannirrohim.....


Ya... sin. Wal-Qur'anil hakim... In'nakalaminal mursalin."


Suara merdu itu keluar dari balik mulut Aisar yang di sanggah oleh mikrofon yang memperjelas suaranya yang indah.


Masyaallah........

__ADS_1


Terdengar suara pujian semua orang yang ada di sana menikmati lantunan indah suara Aisar yang dapat mengetarkan jiwa.


"Ternyata suara kak Aisar memang bagus dan merdua ya??" lirih Ochy sambil mulai memakan cemilan yang sudah di siapkan oleh keluarga Maya.


"May! kak Aisar memang calon imam idaman," sambung Ara melirik Maya yang sedang meminum air gelas dengan perlahan.


"Iya alhamdulillah, Aisar dari dulu udah terbiasa mengaji di depan umum apalagi dulu di pondok," jawab Maya memberhentikan acara minumnya.


"May! kamu ngak naksir apa sama kak Aisar gitu? kan kalian udah lama sahabatan, ngak ada love love gitu?"


"Aku sama Aisar udah kayak saudara, aku dari dulu anggap Aisar seperti kakak laki-laki aku yang selalu jagain aku."


"Oh,,, gitu ya, Chy kita ada kesempatan!" lirik Ara ke arah Ochy yang sibuk membuka kue lupis pisang coklat yang ada di piring.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


"Wa'alaikumsalam," balas Maya dengan membawa buku matematika yang ada di dekapannya.


"Maaf ya May! aku ngak bisa datang semalem, soalnya ibu aku lagi sakit."


"Iya kak, ngak apa-apa, gimana keadaan ibu kak Tama sekarang?" lirih Maya lembut.


"Alhamdulillah sudah membaik May."

__ADS_1


"Alhamdulillah."


Hem.... hem...... Suara seseorang mendengarkan pembicaraan mereka


"Dasar cewek caper," cetus Widya dengan memakai seragam ketat dan mengibas-ngibaskan rambut coklatnya yang terurai dengan gaya bak model terkenal.


"Kemarin deketin kak Rozi sekarang deketin kak Tama, sebenarnya mau lo yang mana sih? sambung Angel mendorong keras pundak Maya membuat Maya bergeser sedikit dari tempatnya.


Maya tidak mau memperkeruh suasana dengan menjawab segala perkataan dari genx Widya yang terlihat menatapnya dengan sinis dan tak suka.


"Lo jangan berani nyentuh Maya dengan tangan kotor lo itu!" bentak Tama menatap tajam ke arah Angel.


"Okey,,,, santuy pak bos, jangan melototin gue kayak gitu, gue ngak akan gangguin dia, kalau dia bisa jauhin Rozi dan jangan seperti wanita sok cantik di sekolah ini."


"Lo jaga ucapan lo ya! sebelum gue kasih lo pelajaran!" ancam Tama menunjuk ke arah mata Widya.


"Udah kak! mungkin kak Widya ada benarnya juga, aku sudah gangguin kak Rozi pacar kak Widya, tapi aku ngak suka sama kak Rozi kak," jelas Maya menunduk dan Widya yang melihatnya sangat muak dengan sikap sok polos Maya.


"Iya udah, kalau itu yang membuat kak Widya benci sama aku, aku akan jaga jarak sama kak Rozi maupun kak Tama," sambung Maya sedih lalu membereskan bukunya yang jatuh dan pergi dari hadapan mereka dengan merasa bersalah.


"Lo memang wanita iblis!" teriak Tama di muka Widya lalu pergi mengejar Maya menuju kelasnya.


"Ha,,, ha,,,, gue memang wanita iblis kalau itu di perlukan untuk situasi mendesak," tersenyum licik.

__ADS_1


Widya dan genxnya lalu pergi dari koridor sekolah dan menuju ke arah tempat tongkrongannya.



__ADS_2