
Terlihat seorang perempuan berjalan dengan gamis berwarna hitam dan berjilbab merah dengan berpakain syar'i mencoba mendekati Maya yang waktu itu berjalan di antara jembatan aspal yang sepi.
"Maya! Maya!" panggilan itu tertangkap oleh indra pendengaran Maya.
"Kamu siapa?" tanya Maya kepada gadis itu yang mencoba mendekatinya.
"Apakah kau lupa denganku May?" tanya gadis itu kepada Maya yang sembari berjalan sendiri di balik jembatan di bawah awan yang cerah nan mendung.
"Aku tak mengenalimu."
Wanita itu tersenyum mendengar jawaban dari Maya, dan berjalan mencoba menyusuri jembatan yang ada di depannya.
"Ikuti aku May!" ucap gadis itu.
Maya tak berkutik, dan tak menjawab perintah dari gadis berjilbab merah itu.
"Mengapa kau tak mengikutiku May?"
Gadis itu mulai tersenyum untuk kedua kalinya.
"Tolong aku Maya! kumohon tolong Aku!" suara itu kembali muncul di balik wanita itu.
Maya tak melihat penampakkan itu dengan jelas maupun mengenali wajahnya, wajah gadis itu tertutupi oleh cahaya.
__ADS_1
"Mengapa kau minta tolong kepadaku wahai gadis berjilbab merah?" tanya Maya mencoba menangkap bayangan itu.
"Hanya kau yang bisa menolongku, hanya kau, hanya kau, kau, kau,,,,,,,,, "
Suara itu lenyap di ikuti cahaya yang menutupinya.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
"Astagfirullah! aku mimpi buruk lagi, namun siapa wanita itu? aku tak mengenalinya sedikitpun," ucap Maya terbangun dari mimpinya di tengah malam.
"Mengapa dia meminta aku menolongnya? ya Allah apa arti mimpi ini?"
Maya mulai mengambil photo keluarganya di samping tempat iya istirahat.
Maya memperhatikan photonya yang berpose di tengah, sembari di cium oleh kedua orang tuanya.
Maya kecil yang waktu itu masih sekolah SD dan berjilbab anak-anak yang lucu dan ada kuping kelinci di kiri kana jilbabnya membuat Maya tersenyum kembali melihat photo masa kecilnya, yang waktu itu ada perlombaan menghapal hadis untuk anak-anak, biasanya saingan terberatnya adalah Aisar yang mampu mengalahkan Maya dari dulu.
"Hem,,, Aisar! andai kau tak berubah dan tetap menjadi Aisar yang aku kenal dulu pasti persahabatan kita tidak akan luntur sampai sekarang," ucap Maya sedih terbayang sahabat masa kecilnya.
"Oh,,, ya gimana ya keadaan abah dan umminya Aisar, lama banget aku ngak kesana, besok hari minggu aku pergi silaturrahmi bersama bunda dan abah."
Maya kembali menaruh photo yang iya pegang dan menaruhnya dengan rapi, namun sebelum menaruhnya Maya mencium kening abah dan bundanya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Sekarang jam berapa ya? sempat ngak ya? aku shalat tahajut?" Maya lalu melihat jam dinding menunjukkan jam
03.00 membuat Maya tersenyum melihatnya.
"Mungkin Allah rindu sama Maya, makanya Maya di bangunkan jam segini, iya udah Maya bersiap-siap untuk shalat tahajut dulu," lirih Maya lembut.
Maya memasuki kamar mandi dan berwudhu dengan membersihkan semua bagian-bagian luar yang terlihat.
"Alhamdulillah," senyum Maya di balik kaca kamar Mandi.
Lalu Maya keluar dari sana dan melepaskan sandal yang iya pakai.
Setelah selesai shalat tak lupa Maya selalu memanjatkan do'a untuk dirinya dan orang-orang yang iya sayang.
"Ya Allah! ampunilah dosaku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagai mana mereka menyayangiku di waktu keci.
Ya Allah ku mohon ketuklah pintu hidayah untuk sahabat hamba, lapangkan hatinya agar dia sadar dan bertaubat kepadamu, Amin..... "
Setelah selesai berdo'a Maya langsung membereskan mukenanya menaruhnya di tempatnya, lalu Maya mulai menaiki ranjang untuk tidur kembali dan menunggu waktu subuh yang akan tiba beberapa jam lagi.
__ADS_1