HIJRAHKU BERSAMAMU

HIJRAHKU BERSAMAMU
Part 19


__ADS_3

"Cinta bisa membuat bahagia dan cinta bisa membuatmu terlena."


💞 Maya 💞



🌻Maya POV 🌻


Setelah aku mendengar perkataan dari kak Widya jujur hatiku sakit di buatnya, sebelum kak Widya yang berkata seperti itu, sudah banyak teman-teman ku di pondok yang membicarakan aku layaknya seorang wanita murahan padahal aku tak pernah pacaran dengan


laki-laki manapun, apalagi dekat dengan para cowok.


🌻Flash back🌻


"Ohh,,, jadi lo pacaran sama Aisar ah???" bentak seorang santriwati membawa kertas kiriman dari Aisar semalam.


Namanya Tasya, teman satu asrama, sekaligus sahabat terbaik aku di pondok namun semua itu sekarang tinggal halusinasi semata di dalam pikiranku.


"Aku ngak pacaran sama Aisar Sya! dia kan sahabat aku dari SD," jawabku berdiri melepas sejenak kaligrafi yang sedang aku hias dengan indah.


Plak,,, plak,,, Suara tamparan mendarat di pipi mulus Maya.


Tasya berpikir aku pacaran dengan Aisar karna surat yang pendek dan berbingkai bunga matahari mewarnai kertas itu.

__ADS_1


"Katanya kamu sayang sama aku May, kamu dukung aku sama Aisar, tapi apa ah? kamu malah main surat-suratan di belakang aku."


Aku memegang pipiku yang berhasil memerah karena ulah sahabatku sendiri.


"Aisar hanya nanyain kabar aku Sya, bukannya suka sama aku."


Aku mencoba menjelaskan semuanya namun itu hanya sia-sia untukku, Tasya telah di butakan oleh cinta, ya.... Cinta yang berlebihan yang dapat membuat kita nekad untuk melakukan sesuatu tanpa memperdulikan sahabatnya sendiri.


"Yang di katakan Maya benar Sya! mereka memang sahabatan," bela Ita yang kebetulan ada di sana dan sekaligus tempat Aisar menitip surat untuk Maya.


"Alah,,, kamu jangan belain wanita murahan ini, sok kecantikan banget jadi orang, bahkan kekasih sahabatnya juga di embat."


"Jaga omongan kamu! kalau kamu berani ngomong kayak gitu lagi ke Maya, Ana akan lapor ke pak Ustadz tentang semua ini, cara kamu bersikap kasar ke Maya, tidak mencontohkan wanita muslimah," ancam Ita memapah Maya ke ruang UKS.


Kepingan surat yang ada tangan Tasya berubah menjadi kertas kecil dan di sapu oleh angin yang ada di asrama putri waktu itu.



Apa salahku Sya? sehingga kau tega memperlakukan sahabatmu seperti ini gara-gara cinta yang merasukimu.


Aku pergi ke ruang UKS bersama Ita dan tak sengaja berpapasan dengan Aisar yang waktu itu baru keluar dari ruangan ustadz Pian untuk mengurus segala perlengkapan untuk MTQ yang akan di adakan seminggu lagi.


Aisar menunduk, layaknya seorang santri namun walaupun begitu dia bisa dengan jelas memandang wajahku yang memar akibat ulah sahabatku sendiri.

__ADS_1


"May!" panggilan itu tiba-tiba menggema di telinga kananku, Aku tak membalas sapa'an Aisar kepadaku, aku menunduk dan langsung mempercepat langkahku.


"Ana (saya) kecewa sama kelakuan Tasya, May. Kok bisa sih dia kasar sama anti sampai pipi anti di buat kayak gini."


Ita sangat kecewa dengan Tasya, yang memperlakukan aku secara kasar, dan ingin sekali Ita membalasnya demi aku, namun aku menolaknya dengan keras karena itu akan memperkeruh suasana.


"Anti (kamu) jangan ngomong kaya gitu Ta! ngak boleh! mungkin Tasya cemburu sama aku makanya sikapnya kayak


gitu."


"Itu udah keterlaluan May, ngak mencontohkan seorang santriwati."


Aku meyakini Ita agar tak membalas perbuatan Tasya maupun melaporkannya ke ustadz Pian, pasti Tasya akan di hukum dan di permalukan di depan semua santri pondok Nurul Hakim.


"Baik! aku ngak akan lapor ke Ustadz Pian, tapi kalau Tasya nyakitin Anti lagi, Ana ngak akan segan-segan buat lapor ke Ustadz."


Aku mengangguk tersenyum melihat Ita, dan merasa sedih dengan sikap Tasya, Aku tak tahu kebanyakan santriwati selalu iri kepadaku bukan hanya Tasya namun hampir semua, ada yang memujiku dan kebanyakan menggosipiku sok kecantikan dan sok pintar di antara mereka sampai aku lulus di MTS di pondok itu dengan predikat sangat baik dan memuaskan.


# Perkenalkan photo yang di bawah ini adalah sahabat baikku Tasya Al firra. namun semenjak kejadian itu, Tasya berubah fropesi menjadi musuh dan selalu mengejek maupun hendak menyakitiku, namun semua itu tidak membuatku benci kepadanya.


Aku Maya akan selalu sayang kepada Tasya Al firra meski sekarang kita sudah berpisah bagaikan langit dan bumi.


__ADS_1


__ADS_2